Pasar Prediksi Makin Ramai Berkat Piala Dunia 2026, Transaksi Tembus Ratusan Triliun Rupiah
Cuan Insight– Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menyedot perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia, tetapi juga memicu lonjakan aktivitas di industri pasar prediksi. Sejumlah platform perdagangan berbasis prediksi mencatat rekor transaksi selama Juni 2026, didorong tingginya antusiasme pengguna terhadap berbagai kontrak yang berkaitan dengan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Peningkatan volume perdagangan ini menunjukkan bahwa pasar prediksi semakin berkembang sebagai salah satu instrumen alternatif yang diminati investor maupun pengguna yang ingin berspekulasi terhadap berbagai peristiwa global. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, regulator juga mulai mengawasi kemampuan platform menjaga transparansi dan keadilan di tengah lonjakan transaksi.
Piala Dunia Jadi Ujian Besar Industri Pasar Prediksi
Chief Executive Officer (CEO) Solidus Labs, Asaf Meir, menilai Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi industri pasar prediksi. Menurutnya, besarnya volume transaksi selama turnamen berlangsung menjadi ujian nyata bagi platform untuk membuktikan bahwa sistem mereka mampu berjalan secara adil, aman, dan tetap efisien meski menghadapi aktivitas perdagangan dalam skala sangat besar.
Regulator dan lembaga keuangan juga disebut tengah memperhatikan bagaimana platform mengelola risiko, menjaga integritas pasar, serta memastikan seluruh pengguna memperoleh kesempatan yang sama dalam melakukan transaksi.
Jika mampu melewati ujian ini, industri pasar prediksi diperkirakan akan semakin mendapat kepercayaan dari investor maupun otoritas keuangan.
Kalshi Catat Lonjakan Transaksi Lebih dari 70 Persen
Berdasarkan data Dune Analytics, platform pasar prediksi Kalshi mencatat volume nosional lebih dari US$31 miliar atau sekitar Rp557,7 triliun sepanjang Juni 2026. Angka tersebut melonjak lebih dari 70% dibandingkan Mei yang mencatat transaksi sekitar US$17,9 miliar.
Sejak Piala Dunia dimulai pada 11 Juni, nilai transaksi harian Kalshi bahkan secara konsisten melampaui US$1 miliar per hari. Kinerja tersebut menunjukkan tingginya minat pengguna untuk memperdagangkan berbagai kontrak yang berkaitan dengan hasil pertandingan, peluang tim lolos, hingga prediksi juara dunia.

Polymarket Ikut Pecahkan Rekor Perdagangan
Tak hanya Kalshi, platform Polymarket juga mencatat pertumbuhan signifikan selama berlangsungnya turnamen. Platform internasionalnya membukukan volume nosional mencapai sekitar US$10,8 miliar, sekaligus mengakhiri tren perlambatan yang sempat terjadi pada April dan Mei.
Sementara itu, layanan Polymarket khusus pasar Amerika Serikat mencatat transaksi lebih dari US$3,5 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di kisaran US$1,77 miliar.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa minat terhadap pasar prediksi olahraga terus meningkat, terutama ketika berlangsung ajang olahraga berskala global seperti Piala Dunia.
Rothera Mulai Menarik Perhatian Investor
Momentum Piala Dunia juga dimanfaatkan oleh pemain baru di industri ini. Platform Rothera, hasil kolaborasi Susquehanna International Group dan Robinhood, mulai beroperasi pada Juni 2026 dan langsung memperoleh perhatian pasar.
Setelah Robinhood mengalihkan sejumlah kontrak Piala Dunia ke platform tersebut, Rothera berhasil mencatat volume transaksi sekitar US$2 miliar.
Menurut Bank of America, platform ini kini telah menguasai sekitar 7% pangsa pasar prediksi di Amerika Serikat, sebuah pencapaian yang cukup cepat bagi pemain baru.
Strategi Promosi Semakin Agresif
Persaingan antarplatform semakin ketat seiring meningkatnya minat pengguna. Berbagai perusahaan berlomba menawarkan promosi untuk menarik lebih banyak trader selama Piala Dunia berlangsung.
Polymarket, misalnya, menyediakan hadiah hingga US$2 juta bagi pengguna yang mampu membuat prediksi sempurna pada babak gugur. Sementara itu, Kalshi mengusung kampanye bertajuk “Trade the World Cup” melalui aplikasi selulernya untuk meningkatkan partisipasi pengguna. Strategi pemasaran tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperluas basis pengguna baru.
Nilai Open Interest Terus Bertambah
Selain volume perdagangan, indikator lain yang menunjukkan tingginya aktivitas pasar adalah peningkatan open interest, yakni nilai kontrak aktif yang belum diselesaikan. Kalshi kini memiliki open interest lebih dari US$1 miliar, sedangkan Polymarket mendekati US$400 juta.
Besarnya nilai kontrak aktif menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar masih mempertahankan posisi mereka menjelang fase-fase krusial turnamen.
Salah satu kontrak yang paling ramai diperdagangkan adalah peluang Tim Nasional Amerika Serikat menjadi juara Piala Dunia 2026. Nilai transaksi untuk kontrak tersebut telah mencapai lebih dari US$64 juta di Kalshi dan sekitar US$122 juta di Polymarket.
Meski demikian, kedua platform masih memberikan probabilitas yang relatif kecil bagi Amerika Serikat untuk mengangkat trofi, yakni sekitar 4,3% di Kalshi dan 3% di Polymarket.
Prospek Industri Semakin Cerah, tetapi Pengawasan Tetap Diperketat
Lonjakan transaksi selama Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa pasar prediksi semakin diterima sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital modern. Pertumbuhan volume perdagangan, bertambahnya jumlah pengguna, serta masuknya pemain baru menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri ini dalam jangka panjang.
Namun, meningkatnya aktivitas juga membawa tantangan baru. Platform dituntut mampu menjaga keamanan sistem, mencegah manipulasi pasar, serta memastikan seluruh transaksi berlangsung secara transparan dan sesuai regulasi.
Keberhasilan industri melewati momentum Piala Dunia 2026 akan menjadi tolok ukur penting bagi masa depan pasar prediksi, terutama ketika semakin banyak investor institusi dan regulator mulai memberikan perhatian terhadap sektor yang berkembang pesat ini.

