Ramai Dipakai Tebak Pemilu dan Kebijakan, Platform Prediksi Kini Diawasi Ketat Regulator
Cuaninsight – Platform pasar prediksi digital kini menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan investor untuk membaca peluang berbagai peristiwa global. Mulai dari hasil pemilu, keputusan pemerintah, hingga isu geopolitik, semuanya dapat diperdagangkan dalam bentuk kontrak prediksi.
Dua nama yang paling banyak menarik perhatian adalah Kalshi dan Polymarket. Kedua platform tersebut mencatat lonjakan aktivitas perdagangan dalam beberapa bulan terakhir seiring meningkatnya minat terhadap pasar prediksi.
Berbeda dengan investasi saham tradisional, pengguna di pasar prediksi biasanya membeli kontrak “ya” atau “tidak” berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi. Jika prediksi terbukti benar, pengguna memperoleh keuntungan.
Model seperti ini dinilai lebih cepat menangkap sentimen pasar dibanding survei konvensional atau polling publik, sehingga menarik perhatian investor ritel hingga institusi.
Lonjakan Popularitas Dibayangi Transaksi Mencurigakan
Di balik pertumbuhan pesat tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait dugaan penyalahgunaan informasi rahasia atau insider information.
Beberapa laporan menyebut Kalshi telah menyelidiki lebih dari 400 transaksi mencurigakan sejak awal tahun. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan total investigasi sepanjang tahun sebelumnya.
Sebagian kasus bahkan disebut telah dilaporkan kepada Commodity Futures Trading Commission atau CFTC, regulator derivatif Amerika Serikat.
Sementara itu, Polymarket juga dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas serupa, meskipun belum mengungkap jumlah pastinya kepada publik.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana pasar prediksi rentan dimanfaatkan pihak tertentu yang memiliki akses terhadap informasi internal sebelum diketahui publik luas.

Insider Trading di Pasar Prediksi Lebih Sulit Dibuktikan
Berbeda dengan pasar saham, dugaan insider trading di pasar prediksi dinilai jauh lebih kompleks untuk dibuktikan.
Joseph Grundfest, profesor dari Stanford Law School, menjelaskan bahwa pelaku insider trading saham biasanya lebih mudah dilacak karena hubungan terhadap sumber informasi rahasia bisa diidentifikasi.
Sebaliknya, dalam pasar prediksi, sumber informasi sering kali tidak jelas sehingga pembuktian pelanggaran menjadi lebih rumit secara hukum.
Hal ini membuat regulator menghadapi tantangan baru dalam mengawasi platform prediksi digital yang berkembang sangat cepat.
Regulator Mulai Perketat Pengawasan
Seiring meningkatnya tekanan publik dan regulator, platform pasar prediksi mulai menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih ketat.
Kalshi dan Polymarket kini memperjelas larangan penggunaan informasi bocoran atau data rahasia untuk melakukan taruhan.
Polymarket bahkan dilaporkan pernah menghapus sejumlah kontrak prediksi terkait perang setelah menuai kritik. Sementara Kalshi sempat melarang beberapa kandidat politik Amerika Serikat karena dugaan memanfaatkan informasi internal.
Ketua CFTC, Michael Selig, menegaskan regulator akan bertindak lebih agresif terhadap dugaan penyalahgunaan informasi di industri ini.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pasar prediksi mulai diperlakukan lebih serius sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital modern.
Valuasi Melejit, Investor Tetap Optimistis
Meski dihadapkan pada risiko regulasi, minat investor terhadap pasar prediksi belum menunjukkan tanda perlambatan. Pertumbuhan pengguna dan volume transaksi justru mendorong kenaikan valuasi perusahaan secara signifikan.
Kalshi dikabarkan baru memperoleh pendanaan baru yang membuat valuasinya melonjak hingga sekitar US$22 miliar. Di sisi lain, Polymarket disebut tengah mencari tambahan pendanaan dengan valuasi mendekati US$15 miliar.
Volume perdagangan juga meningkat drastis. Nilai transaksi tahunan Kalshi dilaporkan melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi sekitar US$178 miliar. Sedangkan data perdagangan Polymarket menunjukkan volume bulanan mencapai lebih dari US$10 miliar.
Lonjakan ini memperlihatkan bahwa pasar prediksi kini berkembang menjadi segmen baru dalam industri keuangan digital global. Namun, pertumbuhan cepat tersebut juga diikuti tantangan besar terkait transparansi, regulasi, dan perlindungan pasar.

