Prabowo Beberkan Cetak Biru RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5%
Cuaninsight – Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional melalui rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam penyampaian tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan APBN.
Paparan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di kompleks parlemen Jakarta.
Pemerintah menegaskan bahwa RAPBN 2027 tidak hanya menjadi dokumen keuangan negara, tetapi juga instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
RAPBN 2027 Disusun di Tengah Tantangan Global
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan tekanan ekonomi internasional.
Ketegangan di berbagai wilayah dunia, termasuk kawasan Eropa dan Timur Tengah, dinilai dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi Indonesia meski secara geografis berada jauh dari pusat konflik.
Karena itu, pemerintah memandang pengelolaan fiskal harus dilakukan secara hati-hati agar Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.
Menurut Prabowo, APBN merupakan alat strategis negara untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“APBN bukan sekadar dokumen, tetapi alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat dan memperkuat sendi ekonomi,” ujarnya.
Target Postur APBN 2027: Pendapatan Naik, Defisit Ditekan
Pemerintah menetapkan sejumlah sasaran utama dalam postur APBN 2027. Target pendapatan negara diproyeksikan berada pada kisaran:
11,82%–12,40% terhadap PDB
Sementara belanja negara direncanakan mencapai:
13,62%–14,80% terhadap PDB
Adapun defisit anggaran ditargetkan lebih rendah, yakni:
1,80%–2,40% dari PDB
Pemerintah menegaskan upaya pengendalian defisit akan terus dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan antara pembiayaan pembangunan dan keberlanjutan keuangan negara.
Asumsi Ekonomi Makro 2027: Pertumbuhan Hingga 6,5%
Dalam RAPBN 2027, pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro sebagai acuan kebijakan.
Berikut proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2027:
Pertumbuhan ekonomi: 5,8%–6,5%
Inflasi: 1,5%–3,5%
Nilai tukar rupiah: Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS
Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5%–7,3%
Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$70–US$95 per barel
Target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap percepatan ekonomi nasional, dengan tetap memperhitungkan risiko global.
Target Energi: Produksi Minyak dan Gas Didorong
Sektor energi juga menjadi perhatian dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan lifting minyak mentah berada pada kisaran:
934 ribu–977 ribu barel per hari
Sementara lifting gas bumi diproyeksikan mencapai:
602 ribu–615 ribu barel setara minyak per hari
Peningkatan produksi energi dipandang penting untuk menjaga ketahanan energi sekaligus menopang penerimaan negara.
Pemerintah Targetkan Kemiskinan dan Pengangguran Turun
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, RAPBN 2027 turut memuat sasaran pembangunan sosial.
Beberapa target utama yang dipasang pemerintah antara lain:
Tingkat kemiskinan:
Ditargetkan turun menjadi 6%–6,5%
Pengangguran terbuka:
Diproyeksikan turun ke 4,30%–4,87%
Rasio gini:
Membaik menjadi 0,362–0,367
Indeks modal manusia:
Naik menjadi 0,575
Lapangan kerja formal:
Proporsi penciptaan pekerjaan formal ditargetkan mencapai 40,81%
Target tersebut menunjukkan pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, bukan hanya peningkatan angka PDB semata.
APBN 2027 Jadi Fondasi Agenda Ekonomi Jangka Panjang
Cetak biru RAPBN 2027 memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada kombinasi antara pertumbuhan ekonomi tinggi, stabilitas fiskal, dan pembangunan inklusif.
Jika target-target tersebut tercapai, pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
RAPBN 2027 juga akan menjadi indikator penting bagaimana strategi ekonomi pemerintahan Prabowo dijalankan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

