Mulia Boga Raya (KEJU) Tebar Dividen Rp 89,88 Miliar, Investor Cuan

Cuaninsight – PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), emiten produsen keju Prochiz, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp89,88 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp16 per saham, atau sekitar 50% dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp179,44 miliar.

Dalam keterangan resminya, Mulia Boga Raya menyebutkan bahwa pembagian dividen ini menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja positif perusahaan sepanjang tahun lalu.

Jadwal Pembagian dan Alokasi Laba

Dividen tunai dijadwalkan akan dibagikan pada 13 Mei 2026 kepada para pemegang saham yang tercatat hingga 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Selain pembagian dividen, perusahaan juga menetapkan sebagian laba bersih untuk keperluan internal. Sebesar Rp200 juta dialokasikan sebagai cadangan wajib, sementara Rp89,35 miliar lainnya dimasukkan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya.

Langkah ini menunjukkan komitmen KEJU dalam menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada investor dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Kinerja 2025 Tumbuh Solid, Laba dan Penjualan Meningkat

Sepanjang 2025, KEJU berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif. Laba bersih meningkat 22,1% secara tahunan (YoY), dari Rp146,88 miliar pada 2024 menjadi Rp179,44 miliar.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih yang naik 19,1%, dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,50 triliun. Pencapaian ini menunjukkan bahwa permintaan produk keju di pasar domestik masih cukup kuat.

Direktur Utama KEJU, Indrasena Patmawidjaja, menyampaikan bahwa kinerja positif ini diraih di tengah tantangan ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Dukungan Program MBG Buka Peluang Baru

Salah satu faktor pendorong pertumbuhan KEJU adalah adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai membuka peluang besar bagi produsen produk berbasis susu, termasuk keju.

Menurut manajemen, kebutuhan akan asupan protein, khususnya dari produk olahan susu, berpotensi meningkat seiring implementasi program tersebut. Hal ini menjadi peluang strategis bagi KEJU untuk memperluas pasar dan meningkatkan volume penjualan.

KEJU juga mengklaim masih menjadi salah satu produsen keju dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, sehingga memiliki posisi yang kuat untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Strategi KEJU di 2026: Perluas Distribusi dan Perkuat Channel

Untuk menjaga tren pertumbuhan, KEJU telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis pada 2026. Fokus utama perusahaan meliputi:

Memperkuat distribusi melalui jalur general trade (GT) dan modern trade (MT)
Mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar keju nasional
Mengembangkan channel food service sebagai mitra bisnis utama

Dengan strategi tersebut, KEJU berharap dapat meningkatkan penetrasi produk keju di masyarakat serta menjaga pertumbuhan bisnis secara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *