Pulang dari Prancis, Prabowo Bawa Kesepakatan Rp 61,25 Triliun untuk Indonesia
Cuaninsight – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Kunjungan tersebut bukan hanya menjadi agenda diplomasi biasa, tetapi juga menghasilkan sejumlah capaian strategis yang berpotensi memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia.
Salah satu hasil paling menonjol adalah tercapainya empat kesepakatan komersial baru antara pelaku usaha Indonesia dan Prancis dengan total nilai mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun.
Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan ekonomi kedua negara semakin erat dan membuka peluang investasi baru di berbagai sektor penting.
Disambut Pejabat Tinggi Setibanya di Jakarta
Pesawat yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu pagi. Setibanya di Indonesia, Prabowo disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita.
Kepulangan Presiden menandai berakhirnya rangkaian agenda kenegaraan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Empat Kesepakatan Bernilai Rp 61,25 Triliun
Salah satu hasil utama kunjungan tersebut adalah lahirnya empat kesepakatan komersial baru yang memiliki nilai fantastis.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan energi, perdagangan internasional, investasi, hingga bidang pertahanan.
Nilai total kerja sama mencapai USD 3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya minat dunia usaha Prancis terhadap pasar dan potensi ekonomi Indonesia.
Kesepakatan tersebut diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru, memperkuat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional dalam jangka panjang.
Dewan Bisnis RI-Prancis Resmi Diluncurkan
Momentum penting lainnya dalam kunjungan Presiden Prabowo adalah peluncuran forum bisnis tingkat tinggi bernama France–Indonesia High Level Business Council.
Forum ini dibentuk untuk mempertemukan para pemimpin perusahaan terkemuka dari kedua negara guna mempercepat kolaborasi investasi dan perdagangan.
Peresmian forum tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron.
Kehadiran dewan bisnis ini diharapkan menjadi jembatan yang mampu memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis dalam jangka panjang.
Dihadiri Para Raksasa Industri
Forum bisnis tersebut mempertemukan sekitar 30 pemimpin perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis.
Menariknya, perusahaan-perusahaan yang terlibat memiliki total kapitalisasi pasar mencapai USD 1,3 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya kekuatan ekonomi yang berada di balik kerja sama tersebut.
Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie.
Kolaborasi para pelaku usaha tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang telah disepakati.
Indonesia Dinilai Semakin Menarik bagi Investor
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menilai pembentukan dewan bisnis ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor Prancis terhadap Indonesia.
Menurutnya, berbagai kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia kini dipandang sebagai mitra strategis dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
Selain itu, iklim investasi yang semakin kompetitif dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan-perusahaan global semakin tertarik menanamkan modal di Indonesia.
Jika seluruh kesepakatan tersebut berjalan sesuai rencana, kerja sama Indonesia dan Prancis berpotensi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

