Fortune Indonesia Siapkan Right Issue Rp27,1 Triliun, Siap Ekspansi Batu Bara Kokas

Cuan Insight– PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) tengah mempersiapkan salah satu aksi korporasi terbesar di pasar modal Indonesia pada 2026. Perseroan berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan potensi dana mencapai Rp27,1 triliun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan. Tidak lagi hanya berfokus pada lini usaha sebelumnya, FORU kini membidik sektor pertambangan, khususnya bisnis batu bara kokas (coking coal) yang memiliki prospek kuat seiring meningkatnya kebutuhan industri baja global.

Rights Issue Terbitkan Lebih dari 215 Miliar Saham Baru

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, FORU mengungkapkan rencana menerbitkan maksimal 215,09 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp126 per saham. Jika seluruh saham baru berhasil diserap investor, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,1 triliun.

Jumlah saham yang diterbitkan tersebut setara dengan sekitar 99,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi selesai dilaksanakan. Perseroan juga menjelaskan bahwa setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 46.235 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru sesuai harga pelaksanaan.

Pemegang Saham Pengendali Ambil Porsi Terbesar

Sebagian besar rights issue akan diambil oleh pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH). Perusahaan tersebut diperkirakan mengeksekusi sekitar 165,22 miliar HMETD dengan nilai mencapai sekitar Rp20,82 triliun.

Menariknya, penyertaan modal dari IMR AH tidak dilakukan dalam bentuk uang tunai. Sebagai gantinya, perusahaan akan melakukan inbreng, yakni penyetoran modal dalam bentuk aset berupa saham yang dimiliki di PT Borneo Prima.

Aset yang dialihkan mencakup 10.780 saham Seri A atau setara dengan 49 persen kepemilikan di perusahaan tambang tersebut. Melalui mekanisme ini, Borneo Prima nantinya akan menjadi bagian dari struktur usaha Fortune Indonesia.

FORU Siapkan Perubahan Menjadi Holding Pertambangan

Masuknya Borneo Prima bukan sekadar penambahan aset, tetapi juga menjadi fondasi transformasi bisnis FORU. Perseroan berencana mengubah arah usaha menjadi perusahaan induk (holding company) yang berfokus pada pengembangan bisnis pertambangan batu bara.

Dana hasil rights issue nantinya akan disalurkan kepada Borneo Prima dalam bentuk pinjaman guna mendukung pengembangan operasional dan ekspansi bisnis.

Strategi ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan perusahaan sekaligus memperluas sumber pendapatan pada sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Proforma Keuangan Diproyeksikan Melonjak

Apabila transaksi berjalan sesuai rencana, skala bisnis FORU diperkirakan berubah secara signifikan. Berdasarkan simulasi proforma yang disampaikan perusahaan, pendapatan usaha diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp5,41 miliar menjadi Rp195,66 miliar setelah konsolidasi dengan Borneo Prima.

Dari sisi neraca, ekuitas perusahaan diperkirakan melonjak dari sekitar Rp19,23 miliar menjadi Rp7,15 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang sebelumnya masih mencatatkan rugi sekitar Rp4,15 miliar diproyeksikan berbalik menjadi laba sekitar Rp11,94 miliar setelah transaksi dan proses konsolidasi selesai dilakukan.

Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya dampak akuisisi terhadap struktur keuangan perusahaan.

Pemegang Saham Publik Tetap Berpartisipasi

Selain penyertaan modal melalui mekanisme inbreng oleh pemegang saham pengendali, bagian rights issue yang menjadi hak pemegang saham publik akan dilakukan dalam bentuk setoran tunai.

Nilainya diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp6,28 triliun, tergantung tingkat partisipasi investor.

Untuk merealisasikan aksi korporasi ini, FORU juga akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026.

Persetujuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum rights issue dapat dilaksanakan.

Cuan Insight: Rights Issue Jumbo Jadi Titik Balik FORU

Rights issue senilai Rp27,1 triliun menunjukkan ambisi besar Fortune Indonesia untuk melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh. Jika sebelumnya perusahaan dikenal bergerak di luar sektor pertambangan, masuknya Borneo Prima berpotensi mengubah profil bisnis, struktur aset, hingga sumber pendapatan perseroan secara signifikan.

Bagi investor, aksi korporasi berskala besar seperti ini biasanya menghadirkan dua sisi yang perlu dicermati. Di satu sisi, masuknya aset produktif dapat meningkatkan prospek pertumbuhan jangka panjang apabila integrasi bisnis berjalan sesuai rencana. Proyeksi kenaikan pendapatan, laba, dan ekuitas juga menjadi sinyal positif terhadap potensi peningkatan skala usaha.

Namun di sisi lain, rights issue dengan jumlah saham baru yang sangat besar juga berpotensi menimbulkan efek dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan hasil RUPSLB, mekanisme pelaksanaan rights issue, serta perkembangan integrasi Borneo Prima sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan keberhasilan transformasi ini, FORU berpeluang memasuki babak baru sebagai pemain di industri batu bara kokas yang memiliki prospek penting bagi rantai pasok industri baja global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

content-1701

article 0000191

article 0000192

article 0000193

article 0000194

article 0000195

article 0000196

article 0000197

article 0000198

article 0000199

article 0000200

article 0000201

article 0000202

article 0000203

article 0000204

article 0000205

article 0000206

article 0000207

article 0000208

article 0000209

article 0000210

article 0000211

article 0000212

article 0000213

article 0000214

article 0000215

article 0000216

article 0000217

article 0000218

article 0000219

article 0000220

article 0000221

article 0000222

article 0000223

article 0000224

article 0000225

article 0000226

article 0000227

article 0000228

article 0000229

article 0000230

article 0000231

article 0000232

article 0000233

article 0000234

article 0000235

article 0000236

article 0000237

article 0000238

article 0000239

article 0000240

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 888866

article 888867

article 888868

article 888869

article 888870

article 888871

article 888872

article 888873

article 888874

article 888875

article 888876

article 888877

article 888878

article 888879

article 888880

article 888881

article 888882

article 888883

article 888884

article 888885

article 888886

article 888887

article 888888

article 888889

article 888890

article 888891

article 888892

article 888893

article 888894

article 888895

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2990206

article 2990207

article 2990208

article 2990209

article 2990210

article 2990211

article 2990212

article 2990213

article 2990214

article 2990215

article 2990216

article 2990217

article 2990218

article 2990219

article 2990220

article 2990221

article 2990222

article 2990223

article 2990224

article 2990225

article 2990226

article 2990227

article 2990228

article 2990229

article 2990230

article 2990231

article 2990232

article 2990233

article 2990234

article 2990235

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000171

article 2000172

article 2000173

article 2000174

article 2000175

article 2000176

article 2000177

article 2000178

article 2000179

article 2000180

article 2000181

article 2000182

article 2000183

article 2000184

article 2000185

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 838000441

article 838000442

article 838000443

article 838000444

article 838000445

article 838000446

article 838000447

article 838000448

article 838000449

article 838000450

article 838000451

article 838000452

article 838000453

article 838000454

article 838000455

article 838000456

article 838000457

article 838000458

article 838000459

article 838000460

article 838000461

article 838000462

article 838000463

article 838000464

article 838000465

article 838000466

article 838000467

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

content-1701