Strategi Dividen BCA Berubah, Payout Ratio Jadi 72% Tiap Kuartal

Cuaninsight –  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan perubahan strategi pembagian dividen dengan skema yang lebih rutin. Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut berencana membagikan dividen interim setiap kuartal, seiring dengan kinerja keuangan yang tetap tumbuh sepanjang semester I 2026.

Dalam skema terbaru, pemegang saham BCA akan menerima dividen interim berikutnya pada September 2026. Setelah itu, pembayaran direncanakan kembali dilakukan pada Desember 2026. Sementara dividen final untuk tahun buku 2026 dijadwalkan pada Maret 2027 setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk, Vera Eve Lim, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana perseroan untuk membuat distribusi dividen lebih rutin.

“Kami rencana membayar dividen interim secara kuartalan,” ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Cuan Insight: Dividen Interim September Naik

Untuk pembayaran September, BCA telah menyiapkan dividen interim sebesar Rp25 per saham yang akan dibayarkan pada 16 September 2026.

Besaran tersebut meningkat dibandingkan pembayaran dividen interim sebelumnya pada Juni 2026 yang berada di level Rp20 per saham. Kenaikan ini menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang mengincar pendapatan dari dividen saham BBCA.

Selain meningkatkan nominal dividen interim, BCA juga mencatat kenaikan dividend payout ratio. Rasio pembayaran dividen perseroan kini mencapai 72%, naik dari posisi sebelumnya sebesar 68%.

Dividend payout ratio menunjukkan proporsi laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Semakin tinggi rasio tersebut, semakin besar bagian laba yang dialokasikan untuk pemegang saham, meski keputusan tersebut tetap harus memperhatikan kebutuhan modal perusahaan.

BCA pun membuka peluang untuk meningkatkan payout ratio lebih lanjut. Namun, keputusan akhirnya tetap akan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kecukupan modal perseroan serta harus mendapatkan persetujuan melalui RUPS.

“Untuk ke depannya tentunya kita akan me-review pada saat RUPS, dan rencana kita juga akan meningkatkan payout ratio lebih lanjut,” kata Vera.

Laba Semester I 2026 Capai Rp29,5 Triliun

Rencana pembagian dividen yang lebih rutin tersebut tidak terlepas dari kinerja keuangan BCA yang masih menunjukkan pertumbuhan.

Sepanjang semester I 2026, BCA bersama entitas anak membukukan laba bersih Rp29,5 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu fondasi bagi perseroan dalam menjalankan kebijakan distribusi dividen kepada pemegang saham.

Dari sisi penyaluran kredit, total kredit BCA hingga semester I 2026 mencapai Rp1.036 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan kredit menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan tetap berjalan. Kredit menjadi salah satu sumber utama pendapatan bank melalui penerimaan bunga dan berbagai pendapatan terkait aktivitas pembiayaan.

Di sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.284 triliun. Angka tersebut meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit dan DPK menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan bank dalam menghimpun dana sekaligus menyalurkannya kembali ke masyarakat dan sektor usaha.

Jadwal Pembayaran Dividen BCA

Dengan strategi pembagian dividen interim secara kuartalan, pola distribusi dividen BCA akan menjadi lebih tersebar dalam satu tahun.

Dividen interim September 2026 sebesar Rp25 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 16 September. Selanjutnya, perseroan merencanakan pembayaran dividen interim pada Desember 2026.

Adapun dividen final tahun buku 2026 direncanakan dibayarkan pada Maret 2027 setelah memperoleh persetujuan RUPS.

Perubahan pola tersebut dapat memberikan kepastian waktu yang lebih baik bagi investor yang menjadikan dividen sebagai salah satu pertimbangan dalam berinvestasi di saham perbankan.

Namun, investor tetap perlu melihat kebijakan dividen secara menyeluruh. Besarnya dividen bukan satu-satunya faktor yang menentukan menarik atau tidaknya sebuah saham. Kinerja laba, pertumbuhan kredit, kualitas aset, permodalan, valuasi saham, hingga prospek bisnis tetap perlu diperhatikan.

Payout Ratio 72% Jadi Perhatian Investor

Kenaikan dividend payout ratio menjadi 72% juga menjadi perkembangan penting dalam kebijakan BCA. Dengan rasio tersebut, sebagian besar laba perusahaan dialokasikan kembali kepada pemegang saham.

Meski demikian, manajemen BCA menegaskan bahwa peluang peningkatan payout ratio akan tetap dikaji melalui RUPS. Perseroan perlu memastikan pembagian laba tidak mengurangi kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.

Kinerja semester I 2026 menunjukkan BCA masih memiliki ruang untuk mempertahankan pertumbuhan. Kredit mencapai Rp1.036 triliun, DPK Rp1.284 triliun, sementara laba bersih menembus Rp29,5 triliun.

Bagi investor, kombinasi pertumbuhan kinerja dan rencana dividen interim kuartalan membuat saham BBCA kembali menarik untuk dicermati. Kendati demikian, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan strategi masing-masing investor.

Dengan perubahan tersebut, BCA tidak hanya menawarkan potensi pertumbuhan bisnis, tetapi juga mekanisme distribusi keuntungan yang semakin rutin kepada pemegang saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *