Gabriel Rey Caplok 15% Saham TRUK, Harganya Langsung ARA ke Rp1.715
Cuaninsight – Pergerakan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) kembali menjadi perhatian setelah investor Gabriel Rey mengakumulasi 15% saham perusahaan. Transaksi tersebut dilakukan pada 18 September 2026 dan melibatkan puluhan juta saham TRUK.
Gabriel Rey membeli sebanyak 65,25 juta saham TRUK dengan harga pelaksanaan Rp428 per saham. Dengan transaksi tersebut, nilai pembelian yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp27,92 miliar.
Pada saat yang hampir bersamaan, investor lainnya, Hakimson Growth Capital, juga masuk ke jajaran pemegang saham TRUK dengan mengakuisisi 21,75 juta saham.
Gabriel Rey Kuasai 15 Persen Saham TRUK
Berdasarkan transaksi yang dilakukan pada 18 September 2026, Gabriel Rey resmi memiliki 65,25 juta saham TRUK atau setara dengan 15% kepemilikan.
Pembelian dilakukan melalui mekanisme Pukul Rata Kanan (PRK) dengan harga Rp428 per saham. Jika dihitung berdasarkan jumlah saham yang dibeli, nilai transaksi Gabriel Rey mencapai sekitar Rp27,92 miliar.
Masuknya investor dengan kepemilikan sebesar 15% tentu mengubah komposisi pemegang saham perusahaan. Namun, kepemilikan tersebut perlu dilihat sebagai informasi mengenai struktur pemegang saham dan bukan secara otomatis menunjukkan arah kinerja atau harga saham TRUK selanjutnya.

Hakimson Growth Capital Ikut Masuk
Selain Gabriel Rey, Hakimson Growth Capital juga melakukan pembelian saham TRUK. Investor tersebut menyapu 21,75 juta saham dengan harga yang sama, yakni Rp428 per saham. Nilai transaksi pembelian mencapai sekitar Rp9,3 miliar.
Dengan jumlah saham tersebut, Hakimson Growth Capital tercatat menggenggam sekitar 5% saham TRUK. Jika digabungkan, kedua investor tersebut membeli total 87 juta saham TRUK. Jumlah itu setara dengan 20% saham perusahaan.
Catur Dharma Anugerah Surya Lepas 20 Persen
Di sisi lain transaksi tersebut terdapat Catur Dharma Anugerah Surya yang melepas kepemilikannya di TRUK. Catur diketahui menjual sebanyak 87 juta saham pada harga Rp428 per saham. Nilai transaksi pelepasan saham tersebut mencapai sekitar Rp37,23 miliar.
Jumlah saham yang dilepas sama dengan total saham yang dibeli Gabriel Rey dan Hakimson Growth Capital. Setelah transaksi, kepemilikan Catur Dharma Anugerah Surya yang sebelumnya mencapai 20% disebut tidak tersisa lagi.
Dengan demikian, transaksi tersebut sekaligus menjadi perubahan komposisi kepemilikan saham TRUK. Sebanyak 20% saham yang sebelumnya berada di tangan Catur berpindah kepada dua investor baru, dengan porsi 15% untuk Gabriel Rey dan 5% untuk Hakimson Growth Capital.
Saham TRUK Langsung ARA
Perubahan kepemilikan tersebut terjadi ketika saham TRUK tengah bergerak sangat aktif di pasar. Pada perdagangan setelah transaksi, saham TRUK langsung mencapai Auto Rejection Atas (ARA). Harga saham melonjak 9,94% atau bertambah 155 poin menjadi Rp1.715 per saham.
ARA merupakan batas kenaikan maksimum harga saham dalam satu hari perdagangan berdasarkan ketentuan Bursa Efek Indonesia. Ketika harga mencapai batas tersebut, transaksi beli pada harga yang lebih tinggi tidak dapat dilakukan pada hari yang sama.
Lonjakan TRUK juga terlihat jika dibandingkan dengan pergerakannya dalam satu bulan terakhir.
TRUK Melonjak 111,73 Persen Sebulan
Dalam periode sekitar satu bulan, harga saham TRUK mengalami kenaikan yang cukup besar. Pada 24 Agustus 2026, saham TRUK masih berada di level Rp810. Sementara pada perdagangan terbaru, harganya telah mencapai Rp1.715. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp905 per saham atau sekitar 111,73%.
Pergerakan tersebut membuat TRUK menjadi salah satu saham yang perlu diperhatikan dari sisi volatilitas. Kenaikan harga yang cepat juga berarti investor perlu mencermati keterbukaan informasi, fundamental perusahaan, likuiditas saham, serta faktor lain yang dapat memengaruhi pergerakannya.
Transaksi Besar dan Pergerakan Harga
Masuknya Gabriel Rey dan Hakimson Growth Capital memberikan perubahan terhadap struktur kepemilikan TRUK. Total 87 juta saham berpindah dari Catur Dharma Anugerah Surya kepada dua investor tersebut dengan nilai transaksi keseluruhan sekitar Rp37,23 miliar.
Di pasar reguler, harga TRUK kemudian bergerak hingga menyentuh ARA dan mencapai Rp1.715.
Meski demikian, transaksi pembelian oleh investor tertentu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa harga saham akan terus naik. Investor tetap perlu memperhatikan laporan keuangan, aksi korporasi, keterbukaan informasi, kondisi industri, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi.
Bagi pasar, perubahan kepemilikan sebesar 20% dan lonjakan harga lebih dari 100% dalam sebulan menjadi perkembangan penting dalam perjalanan saham TRUK. Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada keterbukaan informasi perusahaan serta bagaimana perubahan komposisi pemegang saham tersebut berkembang dalam periode berikutnya.(*)
