Harga Kripto 9 Juli 2026: Bitcoin Turun ke US$62 Ribu, Solana dan Cardano Anjlok Lebih dari 4%
Cuan Insight– Pasar aset kripto kembali berada dalam tekanan pada perdagangan 9 Juli 2026. Mayoritas mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar mencatatkan pelemahan dalam 24 jam terakhir, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) yang turun ke kisaran US$62.260.
Tekanan yang dialami Bitcoin turut menyeret berbagai aset digital lainnya, termasuk Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), XRP, hingga Solana (SOL) dan Cardano (ADA) yang mengalami koreksi lebih dari 4%.
Meski begitu, tidak semua aset bergerak negatif. Beberapa kripto seperti USD Coin (USDC) tetap stabil sebagai stablecoin, sementara UNUS SED LEO (LEO) berhasil mencatatkan kenaikan di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Bitcoin Masih Memimpin, tetapi Bergerak Melemah
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar diperdagangkan di level US$62.260,44. Harga tersebut mencerminkan penurunan sekitar 2,07% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$1,25 triliun.
Pergerakan Bitcoin masih menjadi acuan utama bagi pasar aset digital. Ketika harga BTC mengalami koreksi, mayoritas altcoin umumnya ikut tertekan karena sentimen investor cenderung berubah menjadi lebih berhati-hati.
Ethereum, BNB, dan XRP Kompak Berada di Zona Merah
Kripto terbesar kedua, Ethereum (ETH), juga mengalami tekanan. ETH diperdagangkan pada kisaran US$1.738,86, turun sekitar 2,12% dibandingkan sehari sebelumnya. Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di sekitar US$209,75 miliar, menjadikannya aset digital terbesar kedua setelah Bitcoin.
Sementara itu, Binance Coin (BNB) turut bergerak melemah sekitar 2,04% ke level US$567,21. Koreksi juga dialami XRP, yang turun sekitar 2,27% sehingga diperdagangkan di kisaran US$1,09.
Pelemahan yang terjadi pada aset-aset utama ini menunjukkan bahwa tekanan masih menyelimuti pasar kripto secara keseluruhan.
Stablecoin Masih Stabil
Di tengah volatilitas pasar, kelompok stablecoin kembali menunjukkan karakteristiknya sebagai aset dengan pergerakan harga yang relatif stabil. Tether (USDT) diperdagangkan di sekitar US$0,9991, hanya mengalami koreksi tipis sekitar 0,01%.
Hal serupa terjadi pada USD Coin (USDC) yang tetap berada di kisaran US$0,9998, sehingga menjadi salah satu aset yang mampu mempertahankan stabilitas nilai.
Stabilnya harga stablecoin biasanya mencerminkan meningkatnya minat investor untuk sementara memindahkan dana dari aset berisiko menuju instrumen yang memiliki volatilitas lebih rendah.
Solana dan Cardano Catat Koreksi Terdalam
Tekanan paling besar di antara aset kripto utama dialami oleh Solana (SOL). Harga SOL turun sekitar 4,52% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$77,33. Koreksi serupa juga terjadi pada Cardano (ADA) yang melemah 4,52% menjadi sekitar US$0,1667. Sementara itu, Dogecoin (DOGE) juga tidak luput dari tekanan pasar.

Kripto bertema meme tersebut diperdagangkan di kisaran US$0,07233, turun sekitar 2,58% dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Untuk Tron (TRX), pelemahan relatif lebih terbatas dengan penurunan sekitar 0,57%, sedangkan Hyperliquid (HYPE) turun sekitar 3,79%.
LEO Jadi Salah Satu Kripto yang Menguat
Di tengah dominasi sentimen negatif, UNUS SED LEO (LEO) menjadi salah satu aset digital yang berhasil bertahan di zona hijau. LEO diperdagangkan pada kisaran US$9,46, atau naik sekitar 1,23% dalam sehari.
Kinerja positif tersebut menjadikan LEO sebagai salah satu pengecualian ketika sebagian besar aset kripto mengalami tekanan jual.
Zcash, Stellar, dan Monero Ikut Terkoreksi
Selain Solana dan Cardano, sejumlah altcoin lainnya juga mencatatkan pelemahan yang cukup dalam. Zcash (ZEC) turun sekitar 4,11% ke level US$463,50. Kemudian Stellar (XLM) melemah sekitar 4,38% menjadi US$0,1813. Sementara itu, Monero (XMR) juga mengalami koreksi sekitar 4,12%, dengan harga berada di kisaran US$321,55.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual masih merata di berbagai segmen pasar aset digital.
Investor Perlu Mencermati Sentimen Pasar
Koreksi yang terjadi pada mayoritas aset kripto memperlihatkan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama pasar digital. Pergerakan harga Bitcoin tetap menjadi indikator penting karena memiliki pengaruh besar terhadap arah perdagangan aset kripto lainnya. Ketika Bitcoin mengalami tekanan, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sehingga altcoin ikut terkoreksi.
Di sisi lain, keberadaan stablecoin yang tetap stabil memberikan alternatif bagi investor untuk mengelola risiko selama periode volatilitas tinggi.
Bagi pelaku pasar, kondisi saat ini menjadi pengingat bahwa investasi aset kripto memerlukan strategi yang matang, pengelolaan risiko yang baik, serta pemantauan terhadap sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

