Kinerja Moncer Saratoga 2025, Laba Melonjak 121% hingga Rp7,33 Triliun
Cuaninsight – Perusahaan investasi terkemuka Indonesia, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Di tengah dinamika pasar global dan domestik, Saratoga berhasil membukukan pertumbuhan signifikan yang ditopang oleh kinerja portofolio investasi yang solid, khususnya pada saham-saham unggulan (blue chip).
Kinerja ini menegaskan posisi Saratoga sebagai salah satu perusahaan investasi dengan strategi jangka panjang yang konsisten dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Keuntungan Investasi Melonjak 180%
Sepanjang 2025, SRTG mencatat keuntungan neto dari investasi pada saham dan efek lainnya sebesar Rp4,13 triliun. Angka ini melonjak hingga 180,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,47 triliun.
Lonjakan ini menjadi salah satu pendorong utama peningkatan laba perusahaan secara keseluruhan. Meski demikian, pendapatan dari dividen dan bunga mengalami penurunan menjadi Rp2,86 triliun dari Rp3,84 triliun pada 2024. Sementara itu, penghasilan lainnya juga sedikit turun menjadi Rp11,17 miliar.
Portofolio Saham Blue Chip Terus Bertumbuh
Saratoga memperkuat portofolio investasinya dengan meningkatkan nilai investasi pada saham blue chip menjadi Rp48,03 triliun di 2025, naik dari Rp44,99 triliun di tahun sebelumnya.
Sejumlah emiten besar yang menjadi bagian portofolio Saratoga antara lain:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan kepemilikan 9,73%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 19,73%
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 4%
Selain itu, Saratoga juga memiliki eksposur pada sektor energi melalui:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Kepemilikan tidak langsung melalui Adaro Strategic Capital dan Adaro Strategic Lestari
Portofolio ini menunjukkan strategi diversifikasi Saratoga dalam sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, pertambangan, dan energi.
Investasi di Perusahaan Berkembang
Tidak hanya berfokus pada saham blue chip, Saratoga juga berinvestasi pada perusahaan berkembang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, seperti:
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan kepemilikan mayoritas 57,67%
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 10%
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebesar 6,02%
Langkah ini mencerminkan komitmen Saratoga dalam mendukung pertumbuhan perusahaan domestik sekaligus menciptakan potensi imbal hasil jangka panjang.
Laba Bersih Naik Tajam, Aset Menguat
Kinerja positif Saratoga juga tercermin dari laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan yang mencapai Rp7,33 triliun pada 2025. Angka ini meningkat 121,11% dibandingkan Rp3,31 triliun pada 2024.
Laba per saham dasar pun ikut meningkat signifikan menjadi Rp540, dari sebelumnya Rp243.
Dari sisi neraca, total aset Saratoga tercatat sebesar Rp62,51 triliun per 31 Desember 2025, naik dari Rp57,84 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp3,59 triliun dari Rp6,06 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp58,91 triliun.
Likuiditas dan Strategi Ke Depan
Kas dan setara kas Saratoga tercatat sebesar Rp966,36 miliar pada akhir 2025, menurun dibandingkan Rp1,53 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya optimalisasi penggunaan dana untuk investasi yang lebih produktif.
Ke depan, Saratoga diperkirakan akan terus fokus pada penguatan portofolio investasi di sektor-sektor strategis serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko.
Kesimpulan
Kinerja gemilang Saratoga sepanjang 2025 menunjukkan keberhasilan strategi investasi yang dijalankan perusahaan. Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, portofolio yang kuat, serta fundamental keuangan yang solid, Saratoga berada pada posisi yang baik untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.

