PP Properti Siap Serah Terima 1.300 Rumah MBR, Dukung Program 3 Juta Rumah
Cuaninsight – PT PP Properti Tbk (PPRO) terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah 3 Juta Rumah. Perseroan menyiapkan sekitar 1.300 unit hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di tiga proyek properti miliknya.
Ketiga proyek tersebut adalah Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Gunung Putri Square di Bogor, serta Amartha View di Semarang. Ribuan unit tersebut dipersiapkan untuk segera memasuki tahap serah terima kepada masyarakat.
Managing Director PPRO Daniel Moeis mengatakan ketiga proyek tersebut memang diarahkan untuk menyasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah.
“Perusahaan memiliki tiga proyek yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan total unit yang siap untuk diserahterimakan sekitar 1.300 unit,” ujar Daniel dalam keterangan resmi di Jakarta.
PP Properti Bidik Segmen Hunian Pertama
Salah satu produk yang menjadi andalan PPRO adalah Tower Isabella di kawasan Grand Kamala Lagoon, Bekasi. Hunian tersebut menyasar segmen entry-level dan konsumen yang sedang mencari rumah pertama.
Produk tersebut turut ditawarkan dalam Danantara Housing Expo 2026, yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kehadiran PPRO dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hunian yang menggabungkan harga terjangkau dengan akses transportasi dan fasilitas kawasan yang memadai.
Tower Isabella Punya Akses Strategis
Dari sisi lokasi, Tower Isabella memiliki keunggulan konektivitas. Hunian ini berada sekitar 300 meter dari Gerbang Tol Bekasi Barat, serta dekat dengan Stasiun Bekasi dan Stasiun LRT Bekasi Barat.
Penghuni juga memiliki akses menuju sejumlah jaringan jalan tol penting, termasuk Tol Becakayu, Jakarta-Cikampek, dan JORR.
Menurut Daniel, faktor konektivitas menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen, terutama mereka yang bekerja atau beraktivitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Tower Isabella juga berada dalam kawasan terpadu Grand Kamala Lagoon. Kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas ritel dan gaya hidup yang dapat menunjang kebutuhan penghuni.
Transjakarta Tambah Pilihan Mobilitas
Konektivitas kawasan Grand Kamala Lagoon semakin diperkuat dengan hadirnya layanan Transjakarta yang melintasi kawasan tersebut.
Keberadaan transportasi umum memberikan alternatif mobilitas bagi penghuni maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan. Dengan demikian, calon pembeli tidak hanya mempertimbangkan harga hunian, tetapi juga akses terhadap transportasi dan fasilitas penunjang.
Kombinasi lokasi, konektivitas, fasilitas, serta harga menjadi faktor yang dapat meningkatkan daya tarik hunian bagi segmen entry-level.
Ada Skema KPR dengan DP Mulai 1 Persen
Selain harga hunian, skema pembiayaan menjadi salah satu daya tarik utama dalam penawaran Tower Isabella selama Danantara Housing Expo 2026.
Daniel menjelaskan, calon konsumen dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ditawarkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Dalam skema khusus selama pameran, calon pembeli berpeluang memperoleh uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, cicilan mulai Rp1 jutaan, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun.
Skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban awal masyarakat yang ingin memiliki rumah, khususnya konsumen yang baru pertama kali membeli hunian.
Tower Isabella Sumbang 71 Persen Penjualan
Tingginya minat terhadap Tower Isabella juga tercermin dari kontribusinya terhadap penjualan Grand Kamala Lagoon. PPRO mencatat Tower Isabella telah memberikan kontribusi sekitar 71 persen terhadap total nilai penjualan Grand Kamala Lagoon sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Capaian tersebut menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap hunian dengan harga relatif terjangkau dan lokasi strategis.
Menurut Daniel, kombinasi antara harga, aksesibilitas, serta skema pembiayaan menjadi faktor penting yang membuat produk tersebut diminati konsumen.
1.300 Rumah MBR Jadi Kontribusi PPRO
Penyiapan sekitar 1.300 unit rumah MBR menjadi salah satu bentuk kontribusi PPRO terhadap kebutuhan hunian masyarakat. Ketiga proyek yang menyasar segmen tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penyediaan hunian melalui program 3 Juta Rumah. Keterlibatan pengembang menjadi penting karena kebutuhan rumah nasional membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan perusahaan properti.
Bagi masyarakat, ketersediaan rumah dengan harga terjangkau dan akses pembiayaan yang lebih ringan dapat menjadi peluang untuk memiliki hunian sendiri.
Rumah Jadi Investasi Jangka Panjang Keluarga
PP Properti melihat kebutuhan hunian bukan sekadar kebutuhan jangka pendek. Rumah juga dapat menjadi aset yang memiliki nilai bagi keluarga dalam jangka panjang.
Daniel menilai masyarakat perlu mulai mempertimbangkan kepemilikan rumah sejak sekarang karena hunian dapat menjadi aset yang digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan menyiapkan 1.300 unit rumah MBR, PPRO berupaya mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat sekaligus memperkuat bisnis di segmen entry-level.
Jika didukung dengan akses pembiayaan yang kompetitif, lokasi strategis, serta fasilitas kawasan yang memadai, hunian MBR berpotensi menjadi salah satu segmen penting dalam perkembangan industri properti Indonesia.
