Masih Ada 15 Juta Warga Belum Punya Rekening, LPS Bergerak Percepat Inklusi Keuangan
Cuan Insight– Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal terus menjadi fokus pemerintah dan berbagai lembaga keuangan nasional. Salah satu target besar yang kini dicanangkan adalah mengurangi jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank atau dikenal sebagai kelompok unbanked.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan sedikitnya 2 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening dapat masuk ke sistem perbankan setiap tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat inklusi keuangan nasional sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank. Jumlah tersebut dinilai masih cukup besar mengingat layanan keuangan kini menjadi kebutuhan penting dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Jutaan Penduduk Masih Belum Terhubung ke Perbankan
Meski perkembangan teknologi finansial dan layanan digital semakin pesat, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memanfaatkan layanan perbankan formal. Kelompok ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat di daerah terpencil, pekerja informal, hingga sebagian generasi muda yang belum memiliki kebutuhan untuk membuka rekening.
Menurut Anggito, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi secara bertahap. Karena itu, LPS menetapkan target pengurangan jumlah penduduk unbanked sebanyak 2 juta orang setiap tahun. Target tersebut diharapkan dapat mempercepat terciptanya sistem keuangan yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sejalan dengan Arahan Presiden
LPS menjelaskan bahwa target tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden yang menginginkan seluruh masyarakat Indonesia mulai memiliki akses ke layanan keuangan formal dalam beberapa tahun ke depan.
Kepemilikan rekening bank dianggap sebagai pintu masuk utama bagi masyarakat untuk menikmati berbagai layanan keuangan lainnya, seperti tabungan, investasi, kredit usaha, hingga bantuan sosial yang kini banyak disalurkan melalui sistem perbankan.
Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki rekening, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efisien dan transparan.
Financial Festival Jadi Salah Satu Andalan
Untuk mencapai target tersebut, LPS tidak hanya mengandalkan kampanye edukasi biasa. Lembaga ini juga menggelar berbagai program literasi keuangan, salah satunya melalui kegiatan Financial Festival.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan masyarakat pada berbagai layanan keuangan formal dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai manfaat memiliki rekening, cara mengelola keuangan, hingga peluang memanfaatkan produk perbankan untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. LPS bahkan berencana mengukur keberhasilan Financial Festival berdasarkan jumlah rekening baru yang berhasil dibuka setelah acara berlangsung.
Generasi Muda Jadi Sasaran Utama
Salah satu fokus utama program inklusi keuangan adalah generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA yang mulai memasuki usia produktif. Menurut Anggito, memperkenalkan layanan keuangan sejak dini sangat penting agar masyarakat terbiasa mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.
Melalui edukasi yang tepat, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai perencanaan keuangan masa depan.
Kelompok usia 15 hingga 69 tahun menjadi sasaran utama program ini karena dianggap memiliki potensi besar untuk meningkatkan tingkat inklusi keuangan nasional.
Inklusi Keuangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki rekening bank diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Selain memudahkan transaksi dan penyimpanan dana, akses terhadap layanan keuangan formal juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pembiayaan usaha, investasi, hingga perlindungan keuangan melalui berbagai produk perbankan.
LPS berharap jumlah penduduk unbanked yang saat ini berada di kisaran 15,3 juta orang dapat terus menurun dalam beberapa tahun mendatang. Dengan semakin luasnya akses keuangan, Indonesia diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

