Emiten Raffi Ahmad Bidik Mayoritas Hasna Medika, VISI Siapkan Private Placement

Cuaninsight – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad, menyiapkan aksi korporasi besar untuk mengubah arah bisnis perseroan. VISI berencana melakukan private placement sebanyak 307,5 juta saham atau setara dengan 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Aksi penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau PMTHMETD tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Independen yang dijadwalkan pada Rabu, 30 September 2026.

Dana hasil aksi korporasi itu nantinya sebagian besar akan digunakan untuk mendukung rencana akuisisi mayoritas saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC).

VISI Ajukan Private Placement 307,5 Juta Saham

Rencana private placement VISI mencakup penerbitan 307,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Persetujuan aksi tersebut akan dimintakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB di Function Hall, Gedung Artha Graha, Jakarta.

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, pelaksanaan private placement dapat dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal dua tahun.

Manajemen VISI menyebut aksi tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari memperkuat struktur permodalan, mendukung ekspansi bisnis perseroan dan anak usaha, hingga mempersiapkan transformasi VISI menjadi perusahaan induk atau holding di sektor layanan kesehatan.

Dana Private Placement untuk Akuisisi Hasna Medika

Salah satu penggunaan utama dana private placement adalah untuk membiayai rencana pengambilalihan saham HMBC. Melalui transaksi tersebut, VISI menargetkan kepemilikan hingga 72,91% saham HMBC dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai sekitar Rp286 miliar.

Rencana akuisisi tersebut dilakukan melalui dua skema transaksi. Pertama, VISI akan mengambil 65% saham HMBC, setara dengan 142.393 saham baru. Transaksi ini mengacu pada Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) yang ditandatangani pada 20 Agustus 2026.

Kedua, VISI akan membeli 17.325 saham HMBC atau setara dengan 7,91% dari modal disetor HMBC setelah penerbitan saham baru. Transaksi tersebut dilakukan berdasarkan Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Hasna Medika Utama Group. Jika kedua transaksi tersebut berjalan sesuai rencana, VISI akan menjadi pemegang saham mayoritas HMBC.

HMBC Juga Restrukturisasi Utang Rp33,45 Miliar

Selain aksi akuisisi, HMBC akan melakukan restrukturisasi utang sebagai bagian dari rangkaian transaksi. Total utang yang akan dikonversi mencapai Rp33,45 miliar. Utang tersebut akan ditukar menjadi 18.692 saham baru HMBC.

Kewajiban yang masuk dalam skema konversi terdiri dari utang kepada sejumlah pihak, yakni:

Pieter Tanuri: Rp24,4 miliar
Darwin Cyril Noerhadi: Rp8,4 miliar
Roy Himawan: Rp647 juta

Konversi dilakukan secara proporsional untuk menyesuaikan struktur permodalan sekaligus komposisi pemegang saham HMBC.

Restrukturisasi tersebut menjadi bagian penting dalam penataan struktur keuangan HMBC menjelang perubahan kepemilikan setelah transaksi akuisisi.

VISI Siapkan Transformasi Jadi Holding Kesehatan

Rencana mengambil alih mayoritas HMBC bukan sekadar penambahan aset bagi VISI. Perseroan juga menyiapkan perubahan model bisnis dengan menempatkan VISI sebagai perusahaan induk.

Setelah transaksi akuisisi, VISI akan menyesuaikan kegiatan usaha dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020.

Dengan struktur tersebut, VISI akan menjalankan fungsi sebagai holding, sedangkan kegiatan operasional di bidang layanan kesehatan akan dijalankan melalui anak usaha. Model holding memungkinkan perseroan memisahkan fungsi pengelolaan induk dengan aktivitas operasional anak perusahaan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi bisnis VISI setelah sebelumnya dikenal sebagai emiten yang terafiliasi dengan figur publik Raffi Ahmad.

Akuisisi Jadi Langkah Masuk ke Bisnis Kesehatan

Masuknya VISI ke sektor layanan kesehatan melalui HMBC memperluas arah bisnis perseroan. Dengan kepemilikan hingga 72,91%, VISI nantinya memiliki posisi sebagai pemegang saham pengendali di HMBC apabila seluruh tahapan transaksi terealisasi sesuai rencana.

Pengambilalihan mayoritas saham memberikan peluang bagi VISI untuk mengonsolidasikan bisnis HMBC ke dalam struktur grup. Di sisi lain, ekspansi ke sektor kesehatan juga membuat perseroan memiliki lini bisnis baru di luar kegiatan usaha sebelumnya. Manajemen berharap transformasi tersebut dapat memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas perseroan dalam jangka panjang.

Private Placement Jadi Sumber Pendanaan Ekspansi

Private placement menjadi instrumen yang digunakan VISI untuk memperoleh tambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada seluruh pemegang saham.

Sebanyak 307,5 juta saham baru akan diterbitkan dalam aksi tersebut. Karena jumlahnya setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, aksi ini juga perlu diperhatikan dari sisi perubahan struktur kepemilikan setelah saham baru diterbitkan.

Bagi perseroan, tambahan modal diharapkan dapat memberikan ruang untuk membiayai ekspansi dan memperkuat struktur keuangan. Sementara itu, penggunaan dana untuk akuisisi HMBC menjadi bagian utama dari strategi transformasi bisnis yang sedang disiapkan.

Menanti Persetujuan RUPS Independen

Tahap penting berikutnya adalah keputusan dalam RUPS Independen pada 30 September 2026. Persetujuan pemegang saham akan menjadi dasar bagi VISI untuk melanjutkan proses private placement.

Jika aksi tersebut mendapatkan persetujuan dan seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, VISI dapat melanjutkan langkah menuju pengambilalihan mayoritas HMBC.

Transformasi ini sekaligus akan membawa VISI ke struktur bisnis baru sebagai perusahaan induk dengan fokus pada sektor layanan kesehatan melalui anak usaha.

Bagi investor, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada realisasi private placement, penyelesaian transaksi akuisisi, restrukturisasi utang HMBC, serta kemampuan bisnis baru tersebut memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *