Bunga Deposito Bank Digital Masih Bisa Tembus 8% Namun Potensi Kenaikan Mulai Terbatas
Cuan Insight– Persaingan bank digital dalam menghimpun dana masyarakat masih berlangsung ketat. Salah satu strategi yang terus digunakan adalah menawarkan bunga deposito lebih tinggi dibandingkan bank konvensional, bahkan beberapa produk masih memberikan imbal hasil hingga 8 persen per tahun melalui program promosi.
Namun, sejumlah pengamat menilai ruang bagi bank digital untuk terus menaikkan bunga deposito mulai semakin terbatas. Perubahan kondisi likuiditas perbankan, meningkatnya dana pihak ketiga (DPK), serta arah kebijakan suku bunga menjadi faktor yang membuat strategi perang bunga diperkirakan tidak akan berlangsung dalam jangka panjang.
Ke depan, kompetisi diprediksi akan bergeser dari sekadar menawarkan bunga tinggi menuju peningkatan kualitas layanan digital, inovasi produk, dan penguatan ekosistem keuangan.
Cuan Insight: Deposito Masih Menarik, tetapi Investor Perlu Lebih Selektif
Bunga deposito yang tinggi masih menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang menginginkan instrumen investasi berisiko rendah. Meski demikian, calon nasabah perlu memahami bahwa tidak semua bunga tinggi berlaku secara permanen. Banyak bank digital menawarkan bunga maksimal melalui program promosi dengan syarat tertentu, seperti tenor tertentu, nominal simpanan minimum, atau periode penawaran yang terbatas.
Karena itu, selain membandingkan tingkat bunga, investor juga sebaiknya memperhatikan faktor lain seperti keamanan dana, reputasi bank, fleksibilitas pencairan, hingga apakah simpanan tersebut memenuhi ketentuan penjaminan yang berlaku. Pendekatan ini membantu nasabah memperoleh imbal hasil yang optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan investasi.
Bunga Tinggi Diperkirakan Bertahan hingga Akhir 2026
Pengamat perbankan memperkirakan bunga deposito bank digital masih akan berada pada level kompetitif hingga akhir 2026. Namun, dengan suku bunga acuan yang relatif stabil dan kondisi likuiditas yang mulai membaik, ruang untuk menawarkan bunga sangat tinggi diprediksi semakin terbatas.
Secara umum, bunga deposito diperkirakan akan berada di kisaran 4,5 persen hingga 6,5 persen per tahun, sedangkan tingkat bunga 7 hingga 8 persen kemungkinan hanya tersedia dalam bentuk promosi yang menyasar segmen nasabah atau produk tertentu. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa strategi penghimpunan dana mulai memasuki fase yang lebih selektif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bank Digital Mulai Mengubah Strategi Pendanaan
Selain tetap menawarkan bunga kompetitif, sejumlah bank digital mulai memperluas strategi penghimpunan dana. Fokus tidak lagi hanya pada deposito berimbal hasil tinggi, tetapi juga memperbesar porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui peningkatan aktivitas transaksi digital, layanan yang lebih praktis, serta integrasi dengan berbagai ekosistem bisnis.
Strategi tersebut dinilai lebih berkelanjutan karena mampu menekan biaya dana (cost of fund) sekaligus memperkuat profitabilitas dalam jangka panjang. Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi bank untuk tetap kompetitif tanpa harus terus-menerus terlibat dalam perang bunga.
Sejumlah Bank Masih Tawarkan Bunga hingga 8 Persen
Meski tren kenaikan bunga mulai melambat, beberapa bank digital masih menawarkan deposito dengan imbal hasil yang menarik. Sebagian produk menyediakan bunga hingga 8 persen per tahun, terutama untuk tenor yang lebih panjang atau melalui kombinasi bunga dasar dan bonus promosi.
Di sisi lain, terdapat pula bank digital yang menawarkan bunga deposito pada kisaran 5 hingga 6,5 persen per tahun, bergantung pada nominal penempatan dana serta jangka waktu simpanan. Perbedaan tingkat bunga tersebut menunjukkan bahwa setiap bank memiliki strategi penghimpunan dana yang berbeda sesuai kebutuhan likuiditas dan target bisnis masing-masing.
Persaingan Akan Bergeser ke Inovasi Layanan
Dalam beberapa tahun ke depan, kompetisi antarbank digital diperkirakan tidak lagi didominasi oleh perang suku bunga. Pengembangan fitur digital, pengalaman pengguna, integrasi layanan keuangan, hingga kemudahan transaksi diprediksi menjadi faktor yang lebih menentukan dalam menarik dan mempertahankan nasabah.
Dengan semakin matangnya industri perbankan digital di Indonesia, kemampuan membangun ekosistem layanan yang lengkap diperkirakan akan menjadi keunggulan utama dibandingkan sekadar menawarkan bunga deposito yang tinggi.
Bagi masyarakat, kondisi ini justru membuka lebih banyak pilihan dalam mengelola dana, baik untuk kebutuhan menabung maupun investasi jangka pendek, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara tingkat imbal hasil, keamanan, dan kualitas layanan yang diberikan oleh masing-masing bank digital.

