BTN Terbitkan Obligasi Sosial Rp2 Triliun, Kupon hingga 7,25 Persen
Cuaninsight – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi mencatatkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 7 Oktober 2026.
Obligasi tersebut memiliki total nilai pokok mencapai Rp2 triliun dan diterbitkan dalam dua seri dengan tenor serta tingkat bunga yang berbeda. Penerbitan ini menjadi bagian dari strategi penghimpunan dana BTN melalui instrumen obligasi yang diarahkan untuk mendukung pembiayaan berbagai proyek sosial.
Obligasi BTN Terbagi Menjadi Dua Seri
Berdasarkan prospektus yang disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada BEI, obligasi sosial BTN Tahap II Tahun 2026 terdiri atas Seri A dan Seri B.
Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp950 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,05% per tahun. Obligasi ini memiliki tenor 370 hari dan akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2027.
Sementara itu, Seri B memiliki nilai pokok lebih besar, yakni Rp1,05 triliun. Seri tersebut menawarkan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun dengan tenor tiga tahun dan akan jatuh tempo pada 6 Oktober 2029.
Dengan struktur tersebut, BTN memberikan pilihan instrumen dengan jangka waktu berbeda kepada investor di pasar obligasi. Pembayaran bunga untuk kedua seri obligasi dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 6 Januari 2027.
Target Penerbitan Obligasi BTN Capai Rp10 Triliun
Obligasi sosial BTN Tahap II 2026 merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN. Dalam program tersebut, BTN menargetkan total dana yang dapat dihimpun mencapai Rp10 triliun.
Dengan demikian, penerbitan Tahap II senilai Rp2 triliun menjadi bagian dari rangkaian pendanaan yang lebih besar. Skema penawaran umum berkelanjutan memungkinkan perusahaan melakukan penerbitan secara bertahap sesuai kebutuhan pendanaan dan ketentuan yang berlaku.
Bagi BTN, instrumen ini juga menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh sumber pendanaan sekaligus mengarahkan dana ke kegiatan yang memiliki tujuan sosial.
Dana Obligasi Dipakai untuk Proyek Sosial
Berbeda dari obligasi korporasi pada umumnya, dana dari penerbitan obligasi berwawasan sosial BTN memiliki peruntukan khusus. Dalam prospektus, BTN menyatakan bahwa dana hasil penerbitan setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek-proyek sosial.
Beberapa kategori proyek yang menjadi sasaran penggunaan dana antara lain penyediaan infrastruktur atau layanan dasar yang terjangkau serta perumahan terjangkau.
Hal tersebut sejalan dengan bisnis BTN yang memiliki fokus kuat pada sektor perumahan. Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan program yang bertujuan mencegah atau mengurangi pengangguran.
Pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil juga termasuk dalam kategori proyek sosial yang dapat memperoleh pendanaan dari penerbitan obligasi tersebut. Dengan peruntukan tersebut, obligasi sosial BTN tidak hanya menjadi instrumen penghimpunan dana, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang memiliki dampak sosial.
Obligasi BTN Raih Peringkat idAAA
Dari sisi pemeringkatan, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat tersebut menjadi salah satu informasi penting yang dapat diperhatikan investor ketika mengevaluasi instrumen obligasi. Namun, investor tetap perlu mencermati seluruh informasi dalam prospektus, termasuk struktur obligasi, tingkat bunga, tenor, jadwal pembayaran, penggunaan dana, serta risiko yang melekat pada instrumen.
Peringkat kredit juga bukan satu-satunya faktor dalam mengambil keputusan investasi karena kondisi pasar dan profil risiko investor turut menentukan kesesuaian sebuah instrumen.
BTN Sudah Terbitkan Obligasi Sosial Tahap I
Sebelum penerbitan Tahap II Tahun 2026, BTN telah menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 dengan nilai Rp300 miliar.
Dalam prospektusnya, BTN menyatakan seluruh dana bersih dari penerbitan tahap pertama tersebut telah digunakan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek-proyek sosial yang memenuhi kriteria. Hal tersebut menjadi bagian dari implementasi kerangka obligasi berwawasan sosial BTN dalam mengarahkan dana hasil penerbitan kepada kegiatan yang telah ditetapkan.
Proses Penawaran hingga Pencatatan di BEI
Penerbitan obligasi sosial BTN Tahap II Tahun 2026 telah melalui masa penawaran umum pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Setelah proses penawaran selesai, distribusi obligasi secara elektronik dilakukan pada 6 Oktober 2026.
Selanjutnya, obligasi tersebut resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026. Pencatatan ini membuat instrumen tersebut menjadi bagian dari perdagangan efek di pasar modal Indonesia sekaligus memberikan akses kepada investor terhadap obligasi yang diterbitkan BTN.
Obligasi Sosial Jadi Alternatif Pendanaan BTN
Penerbitan obligasi sosial senilai Rp2 triliun menunjukkan bahwa BTN terus memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Di saat yang sama, karakteristik social bond membuat dana yang dihimpun memiliki tujuan penggunaan yang berkaitan dengan proyek dan kegiatan sosial.
Dua seri yang ditawarkan juga memberikan struktur tenor dan tingkat bunga berbeda, yakni 7,05% untuk Seri A dan 7,25% untuk Seri B.
Dengan target keseluruhan program mencapai Rp10 triliun, perkembangan penerbitan obligasi berwawasan sosial BTN selanjutnya akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan investor pasar modal, khususnya mereka yang mencari instrumen pendapatan tetap dengan penggunaan dana yang diarahkan pada proyek sosial.
