Bocoran Bursa Mineral Prabowo: Icomex Bakal Jadi Penentu Harga Nikel, Batu Bara dan CPO?

Cuan Insight – Pemerintah mulai membuka gambaran mengenai rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang dijadwalkan beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa tersebut nantinya disebut akan menggunakan nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex) dan diarahkan menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar komoditas global.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Icomex akan difokuskan untuk membentuk harga acuan nasional atau Indonesia Reference Price bagi sejumlah komoditas strategis yang menjadi unggulan Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan membuat Indonesia tidak hanya menjadi produsen dan eksportir komoditas, tetapi juga memiliki peran lebih besar dalam menentukan referensi harga produk yang dihasilkan di dalam negeri.

Icomex Bakal Jadi Bursa Komoditas Strategis

Menurut Prasetyo, pemerintah masih melakukan persiapan terkait komoditas apa saja yang nantinya masuk dalam cakupan Icomex. Meski daftar final belum ditetapkan, pemerintah telah memberikan gambaran mengenai sejumlah komoditas utama yang berpotensi masuk.

Beberapa di antaranya adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), nikel, dan batu bara.

“Belum diputuskan. Hal yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara. Semua sedang disiapkan,” ujar Prasetyo kepada awak media, Senin (17/8/2026).

Dengan konsep tersebut, Icomex diharapkan dapat menjadi pusat pembentukan harga komoditas strategis Indonesia. Keberadaan harga acuan nasional juga berpotensi memberikan transparansi lebih besar bagi pelaku usaha, pemerintah, hingga investor.

Harga Acuan Nasional Jadi Fokus Utama

Salah satu tujuan utama pembentukan bursa mineral adalah menciptakan Indonesia Reference Price. Selama ini, harga sejumlah komoditas Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional.

Pemerintah ingin membangun mekanisme yang memungkinkan harga acuan nasional mencerminkan kondisi komoditas Indonesia secara lebih tepat. Namun, mekanisme pembentukan harga tersebut masih dalam tahap penyusunan.

Prasetyo menyebut pemerintah nantinya akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya produksi serta perkembangan harga global.

“Nanti ada mekanismenya. Sama ada cost-nya ada ininya, harga dunianya bagaimana,” kata Prasetyo.

Artinya, pembentukan harga acuan tidak akan berdiri sendiri. Harga internasional tetap menjadi salah satu referensi, tetapi kondisi dan karakteristik pasar domestik juga akan diperhitungkan.

ICDX Berpotensi Digabung dengan Icomex

Hal menarik lainnya adalah kemungkinan integrasi antara bursa komoditas yang sudah beroperasi dengan bursa baru yang sedang disiapkan pemerintah.

Prasetyo tidak menutup kemungkinan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) nantinya digabungkan dengan Icomex.

Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme penggabungan tersebut akan dilakukan. Belum diketahui pula apakah integrasi akan dilakukan melalui merger, pengalihan fungsi, atau mekanisme lainnya.

Kepastian mengenai struktur bursa menjadi salah satu hal yang perlu ditunggu sebelum Icomex resmi beroperasi.

Prabowo Targetkan Bursa Beroperasi 1 Januari 2027

Rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebelumnya diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam Rapat Paripurna mengenai RAPBN 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan pemerintah akan mengoperasionalkan bursa tersebut mulai 1 Januari 2027.

“Pemerintah yang saya pimpin akan segera operasionalkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan pada 1 Januari 2027,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memberikan tenggat waktu yang cukup jelas untuk merealisasikan bursa baru tersebut.

Selain menentukan komoditas dan mekanisme perdagangan, pemerintah masih harus menyiapkan sejumlah regulasi teknis agar operasional Icomex dapat berjalan sesuai kerangka hukum.

Regulasi Dibahas Bersama DPR

Prabowo mengatakan pemerintah bersama DPR RI akan segera membahas regulasi teknis yang diperlukan untuk menjalankan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Regulasi tersebut menjadi fondasi penting karena bursa nantinya berkaitan dengan perdagangan komoditas strategis serta pembentukan harga acuan nasional.

Pengawasan juga menjadi bagian penting dari desain bursa. Pemerintah menyebut operasional bursa akan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan adanya regulator yang mengawasi, pemerintah ingin memastikan mekanisme perdagangan berjalan transparan, kredibel, dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

Strategi Perkuat Posisi Tawar Indonesia

Pembentukan Icomex pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perdagangan komoditas. Pemerintah ingin memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, termasuk CPO, batu bara dan nikel. Namun, menjadi produsen besar tidak otomatis membuat suatu negara memiliki kendali terhadap pembentukan harga global.

Melalui bursa komoditas strategis, pemerintah ingin meningkatkan peran Indonesia dalam menentukan referensi harga atas komoditas yang diproduksi sendiri.

Jika berjalan sesuai rencana, Icomex dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan transparansi pasar, sekaligus memperbesar manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya alam nasional.

Meski demikian, keberhasilan bursa tersebut akan sangat bergantung pada desain regulasi, likuiditas perdagangan, jumlah pelaku pasar, transparansi data, serta kredibilitas mekanisme pembentukan harga.

Dengan target operasi pada 1 Januari 2027, waktu pemerintah untuk mematangkan seluruh aspek tersebut semakin terbatas. Pasar kini menanti seperti apa bentuk final Icomex dan komoditas apa saja yang akan menjadi pemain awal dalam bursa mineral dan komoditas strategis Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *