Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bidik Pencinta Specialty Coffee dengan Harga Mulai Rp 30 Ribu
Cuaninsight – Industri kopi di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek yang menawarkan konsep dan rentang harga berbeda. Di tengah persaingan tersebut, M Stand, merek kopi asal Shanghai, China, resmi memasuki pasar Indonesia dengan membawa konsep specialty coffee yang memadukan kualitas minuman, desain gerai, dan gaya hidup.
M Stand hadir di Indonesia melalui PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID), perusahaan multi-brand food and beverage yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group. Gerai pertamanya dibuka di Urban Farm Pantai Maju, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kehadiran merek ini menambah pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati kopi berkualitas dengan harga menengah. Produk americano ditawarkan mulai dari sekitar Rp 30.000, sedangkan latte dibanderol sekitar Rp 40.000.
Harga tersebut mencerminkan upaya M Stand untuk mengisi celah antara kedai kopi dengan harga ekonomis dan gerai specialty coffee yang menawarkan minuman dengan harga lebih premium.
M Stand Masuk ke Pasar Kopi Indonesia
Pilihan kedai kopi di Indonesia terus berkembang. Konsumen dapat menemukan minuman kopi dengan harga belasan ribu rupiah hingga specialty coffee yang harganya mencapai Rp 60.000-Rp 80.000 per gelas.
Melihat kondisi tersebut, F&B ID menilai masih terdapat peluang di segmen menengah. Perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman menikmati specialty coffee tanpa harus masuk ke persaingan harga murah.
Strategi ini juga menunjukkan bahwa persaingan bisnis kopi tidak hanya bertumpu pada harga. Identitas merek, kualitas produk, desain tempat, dan pengalaman konsumen menjadi faktor yang dapat membedakan satu kedai dengan kedai lainnya.
CEO F&B ID Devin Widya Krisnadi mengatakan, keputusan membawa M Stand ke Indonesia didasarkan pada karakter dan potensi merek tersebut, bukan sekadar keinginan untuk menambah lini bisnis kopi.
Menurut Devin, industri kopi yang semakin dinamis dan kompetitif masih membuka peluang bagi merek yang mampu menawarkan pengalaman berbeda serta memiliki identitas yang kuat.
Mengandalkan 100 Persen Biji Kopi Arabika
Dari sisi produk, M Stand menggunakan 100 persen biji kopi Arabika. Konsumen dapat memilih dua kategori biji kopi utama, yaitu M Blend dan Single Origin Espresso (SOE).
M Blend merupakan racikan biji kopi dari Sumatra Mandheling, Brasil, Kolombia, dan Ethiopia. Perpaduan beberapa asal biji kopi tersebut menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin menikmati racikan khas M Stand.
Sementara itu, Single Origin Espresso menggunakan biji kopi dari satu daerah asal atau origin tertentu. Pilihan bijinya dapat berubah secara berkala, sehingga karakter rasa yang ditawarkan berpotensi berbeda mengikuti jenis kopi yang digunakan.
Saat pembukaan gerai di Indonesia, M Stand menggunakan biji kopi SOE dari Kolombia. Kopi tersebut digambarkan memiliki karakter rasa fruity, fresh, dan clean.
Kombinasi pilihan biji kopi ini memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin mengenal karakter kopi berdasarkan asalnya maupun menikmati racikan dengan komposisi beberapa jenis biji kopi.
Hadirkan Menu Kopi dengan Rasa Eksploratif
Selain menu kopi yang lebih umum, M Stand menawarkan sejumlah minuman dengan kombinasi rasa yang lebih berani. Beberapa menu yang diperkenalkan antara lain Black Sesame Latte, Butter Basque Latte, Purple Yam Dirty Latte, dan Plum Sparkling Americano.
Ragam menu tersebut memperlihatkan pendekatan M Stand yang tidak hanya berfokus pada penyajian kopi konvensional. Perpaduan bahan dan rasa menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen.
Pilihan seperti Black Sesame Latte dan Purple Yam Dirty Latte dapat menarik perhatian pencinta minuman yang ingin mencoba kombinasi rasa di luar latte klasik. Sementara itu, Plum Sparkling Americano menawarkan alternatif bagi konsumen yang tertarik dengan perpaduan kopi dan sensasi minuman berkarbonasi.
Dengan pilihan menu yang beragam, M Stand berupaya menjangkau konsumen dengan preferensi berbeda, mulai dari pencinta espresso hingga mereka yang gemar mencoba kreasi minuman baru.
Berawal dari Shanghai, Kini Punya Lebih dari 580 Gerai
M Stand didirikan pada 2017 di China. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi peluncurannya, merek tersebut kini telah memiliki lebih dari 580 gerai di lebih dari 40 kota di negara asalnya.
Indonesia menjadi negara ketiga tempat M Stand beroperasi setelah China dan Jepang. Masuknya merek ini ke pasar Indonesia sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya di luar negara asal.
Meski demikian, F&B ID belum menetapkan target jumlah gerai yang akan dibuka di Indonesia. Perusahaan memilih mengamati respons konsumen terlebih dahulu sebelum menentukan strategi ekspansi berikutnya.
Di negara asalnya, M Stand memiliki beberapa format gerai, mulai dari lokasi berukuran besar hingga format yang lebih kecil. Fleksibilitas tersebut membuka peluang untuk menyesuaikan konsep gerai dengan karakter lokasi dan kebutuhan pasar Indonesia.
Pendekatan ini memungkinkan pengembangan bisnis dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan penerimaan konsumen serta relevansi konsep merek di setiap lokasi.
F&B ID Ingin Bangun Coffee Destination
Bagi F&B ID, kehadiran M Stand menjadi langkah untuk memperluas portofolio bisnis ke kategori kopi. Perusahaan menilai pengembangan merek tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah gerai, tetapi juga oleh kekuatan diferensiasi dan relevansinya dalam jangka panjang.
Devin menyampaikan bahwa M Stand memiliki pendekatan yang menggabungkan kopi, desain, dan gaya hidup. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian dari identitas yang ingin dibangun perusahaan di Indonesia.
F&B ID juga ingin menjadikan M Stand sebagai coffee destination yang memiliki karakter, tetapi tetap dapat diakses oleh masyarakat luas.
Keberhasilan strategi tersebut nantinya akan bergantung pada penerimaan pasar terhadap harga, kualitas produk, variasi menu, dan pengalaman yang ditawarkan. Di tengah banyaknya pilihan kedai kopi, M Stand perlu membangun alasan yang kuat agar konsumen kembali berkunjung.
Kehadiran merek asal Shanghai ini menambah dinamika industri kopi Indonesia. Bagi konsumen, persaingan tersebut menghadirkan pilihan baru untuk menikmati specialty coffee, sedangkan bagi pelaku usaha, M Stand menjadi contoh bagaimana diferensiasi produk dan pengalaman pelanggan dapat digunakan untuk memasuki pasar yang kompetitif.
