Edward Tirtanata Borong Saham Kopi Kenangan, Pendapatan Melonjak 62%
Cuaninsight – Pendiri sekaligus CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, kembali meningkatkan kepemilikannya di perusahaan yang dibangunnya sejak 2017. Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan partisipasi sejumlah pemegang saham lama, termasuk Tybourne Capital Management dan Horizons Ventures, dalam putaran pendanaan terbaru.
Menariknya, penambahan kepemilikan Edward dilakukan antara lain melalui pembelian saham milik karyawan dan pemegang saham awal. Langkah ini memberikan kesempatan bagi sebagian pemegang saham internal untuk merealisasikan nilai kepemilikannya tanpa harus menunggu perusahaan melantai di bursa.
Edward Beli Saham Karyawan dan Pemegang Saham Awal
Edward mengatakan sebagian anggota tim Kopi Kenangan telah bergabung sejak perusahaan baru memiliki delapan gerai di Jakarta. Menurutnya, mereka merupakan bagian penting dari perjalanan awal perusahaan sehingga memiliki kesempatan untuk mendapatkan likuiditas dari saham yang telah mereka miliki.
Dalam keterangannya melalui LinkedIn, Edward menyebut transaksi tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada anggota tim yang telah ikut membangun perusahaan sejak fase awal.
Pada perusahaan tertutup, pemegang saham karyawan umumnya tidak memiliki akses likuiditas seperti investor perusahaan publik. Karena itu, transaksi saham antar pemegang saham dapat menjadi salah satu mekanisme bagi mereka untuk merealisasikan sebagian nilai investasinya.
Edward menegaskan, dirinya tidak ingin para karyawan tersebut harus menunggu sampai Kopi Kenangan melakukan IPO atau aksi exit untuk memperoleh keuntungan dari kepemilikan saham yang mereka bangun bersama perusahaan.
Founder Makin Percaya Diri dengan Prospek Kopi Kenangan
Penambahan saham tersebut juga dilakukan menggunakan modal pribadi Edward. Menurut dia, keputusan tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap perkembangan Kopi Kenangan.
Setelah sekitar sembilan tahun membangun perusahaan, Edward menyatakan tingkat keyakinannya terhadap prospek bisnis Kopi Kenangan saat ini semakin kuat. Ia juga menyoroti pertumbuhan pendapatan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Menurut Edward, peningkatan pendapatan tersebut berjalan bersama dengan penguatan margin dan laba.

Bagi perusahaan yang masih terus melakukan ekspansi, pertumbuhan penjualan yang diikuti perbaikan profitabilitas menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan bisnis dalam membiayai ekspansi sekaligus menjaga kesehatan keuangan.
Pendapatan Kopi Kenangan Naik 62%
Kinerja Kopi Kenangan sepanjang 2026 menjadi salah satu alasan yang disoroti Edward. Pada paruh pertama 2026, pendapatan perusahaan tercatat meningkat 62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terlihat dari sisi EBITDA. Pada kuartal II 2026, EBITDA meningkat 86%, atau sekitar 1,5 kali pertumbuhan penjualan. Selain pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, margin keuntungan Kopi Kenangan disebut melebar sebesar 3,4 poin persentase.
Perusahaan juga mempertahankan margin pada level dua digit meskipun ekspansi gerai terus dilakukan. Kondisi tersebut menunjukkan strategi ekspansi tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah outlet, tetapi juga tetap dibarengi dengan upaya menjaga profitabilitas.
Sudah Punya Lebih dari 1.500 Gerai
Kopi Kenangan kini telah berkembang jauh dari bisnis yang dimulai dengan beberapa gerai di Jakarta. Perusahaan saat ini mengoperasikan lebih dari 1.500 gerai di tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, India, Australia, dan Taiwan. Dengan jaringan tersebut, Kopi Kenangan menyebut dirinya sebagai jaringan kedai kopi ambil bawa terbesar di Asia Tenggara.
Sepanjang 2026, perusahaan telah membuka 221 gerai baru. Sebanyak 118 gerai di antaranya dibuka pada kuartal kedua. Ekspansi tersebut menunjukkan perusahaan masih agresif memperluas jaringan di tengah pertumbuhan bisnis. Selain outlet fisik, Kopi Kenangan juga mulai memperluas bisnis melalui produk minuman kemasan siap minum.
Produk tersebut kini telah tersedia di ribuan titik penjualan di berbagai negara Asia Tenggara, sehingga perusahaan memiliki saluran distribusi tambahan di luar jaringan gerai.
Investor Lama Ikut Tambah Modal
Aksi Edward bukan satu-satunya transaksi dalam putaran pendanaan terbaru. Sejumlah investor lama Kopi Kenangan juga kembali meningkatkan investasinya. Nama-nama seperti Alpha JWC Ventures, Tybourne Capital Management, dan Horizons Ventures disebut ikut berpartisipasi.
Selain investor lama, minat dari investor institusi lainnya juga disebut cukup tinggi. Perusahaan masih memproses partisipasi tambahan yang akan diumumkan secara bertahap.
Keterlibatan investor lama menjadi bagian dari perkembangan struktur permodalan Kopi Kenangan seiring perusahaan terus memperluas bisnis di pasar regional.
Rencana IPO Kopi Kenangan Mulai Dibahas
Pertumbuhan bisnis Kopi Kenangan juga tidak terlepas dari pembicaraan mengenai rencana perusahaan masuk bursa. Pada Juli 2026, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kopi Kenangan telah berdiskusi dengan sejumlah bank mengenai kemungkinan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO.
Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, potensi pencatatan saham Kopi Kenangan dapat memiliki nilai hingga US$1 miliar, atau sekitar Rp17,89 triliun berdasarkan angka yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Namun, rencana IPO itu masih berada pada tahap awal. Waktu pelaksanaan maupun ukuran penawaran belum ditentukan. Singapura disebut sebagai salah satu lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk pencatatan saham.
Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kapan Kopi Kenangan akan melakukan IPO, berapa nilai saham yang akan ditawarkan, maupun bursa yang akhirnya dipilih.
Ekspansi dan Profitabilitas Jadi Sorotan
Perjalanan Kopi Kenangan menunjukkan bagaimana bisnis kedai kopi lokal berkembang menjadi jaringan regional dalam waktu kurang dari satu dekade.
Penambahan kepemilikan oleh Edward Tirtanata dan partisipasi investor lama berlangsung ketika perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan, peningkatan EBITDA, pelebaran margin, serta ekspansi gerai di sejumlah negara.
Di saat yang sama, pembahasan mengenai potensi IPO menambah perhatian terhadap perkembangan bisnis perusahaan. Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap awal sehingga berbagai detail mengenai pencatatan saham masih dapat berubah.
Bagi Kopi Kenangan, tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan profitabilitas ketika jaringan gerai semakin luas dan ekspansi regional terus berjalan.
