PACK Diserbu Broker, Net Buy DBS Vickers Capai Rp89,85 Miliar
Cuaninsight – Pergerakan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) kembali mencuri perhatian pasar. Di tengah sentimen rencana ekspansi dan aksi korporasi, aktivitas pembelian oleh sejumlah broker ikut mewarnai lonjakan saham emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam tersebut.
Pada perdagangan Kamis, 17 September 2026, saham PACK ditutup melonjak 9,82% ke level Rp615 per saham, sekaligus menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Penguatan berlanjut pada Jumat, 18 September 2026, ketika saham PACK naik 4,87% hingga menyentuh Rp645 per saham.
Di balik pergerakan tersebut, data transaksi broker menunjukkan adanya pembelian bersih dalam jumlah besar. DBS Vickers Sekuritas dengan kode broker DP berada di posisi teratas daftar net buy saham PACK.
DBS Vickers Borong PACK Rp89,85 Miliar
Data perdagangan menunjukkan DBS Vickers Sekuritas membukukan net buy sekitar Rp89,85 miliar dalam satu hari perdagangan. Rata-rata harga pembelian broker tersebut berada di level Rp657 per saham.
Nilai tersebut terpaut cukup jauh dari broker yang berada di posisi berikutnya. Stockbit Sekuritas Digital dengan kode XL mencatat net buy sekitar Rp9,87 miliar dengan rata-rata harga pembelian Rp618 per saham.
Selanjutnya, Samuel Sekuritas mencatat net buy Rp9,78 miliar pada rata-rata Rp615 per saham. Sucor Sekuritas berada di posisi berikutnya dengan pembelian bersih Rp7,89 miliar pada rata-rata Rp634 per saham, sedangkan Panin Sekuritas membukukan net buy Rp6,93 miliar pada rata-rata Rp615 per saham.
Aktivitas broker tersebut menjadi salah satu data yang diperhatikan pelaku pasar ketika saham PACK bergerak sangat aktif.
Sentimen Akuisisi Jadi Perhatian Pasar
Lonjakan saham PACK tidak terlepas dari perkembangan rencana ekspansi perusahaan. Dalam Public Expose Insidentil pada 11 September 2026, manajemen PACK mengonfirmasi adanya rencana aksi korporasi, termasuk akuisisi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Manajemen menyampaikan bahwa perusahaan ingin memperluas bisnis ke mineral selain nikel. Ekspansi tersebut diarahkan ke sektor upstream dan midstream, sehingga PACK dapat memperluas basis sumber daya sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
Sebelum melakukan diversifikasi tersebut, perusahaan juga berencana meningkatkan produksi bijih nikel. Strategi pertumbuhan akan menggabungkan pertumbuhan organik dengan ekspansi anorganik melalui akuisisi yang terarah.
Rencana tersebut kemudian menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar, terutama setelah saham PACK sebelumnya sempat mengalami suspensi akibat pergerakan harga yang signifikan. BEI sebelumnya memasukkan PACK dalam pengumuman Unusual Market Activity (UMA) dan beberapa kali menghentikan sementara perdagangan sahamnya.
Rumor Rights Issue Rp5 Triliun Ikut Mewarnai
Selain rencana akuisisi, pasar juga sempat diwarnai kabar mengenai kemungkinan penggalangan dana melalui rights issue hingga Rp5 triliun yang dikaitkan dengan rencana memasukkan aset baru ke dalam perseroan.
Namun, informasi mengenai nilai dan struktur aksi korporasi tersebut perlu dibedakan dari konfirmasi resmi perusahaan. Yang telah disampaikan manajemen adalah adanya rencana aksi korporasi dan ekspansi, sementara rincian mengenai transaksi maupun pendanaan masih menunggu keterbukaan informasi lebih lanjut.
Dengan demikian, investor perlu mencermati pengumuman resmi PACK maupun BEI sebelum menarik kesimpulan mengenai bentuk final aksi korporasi tersebut.
Haji Isam Pegang 21,12% Saham PACK
Faktor lain yang membuat PACK menjadi perhatian adalah masuknya Haji Isam ke dalam struktur pemegang saham.
Pada Mei 2026, Haji Isam mengakuisisi sekitar 6,83 miliar saham PACK, setara dengan 21,12% kepemilikan, melalui transaksi dengan harga Rp137 per saham. Nilai transaksi tersebut sekitar Rp936,65 miliar.
Meski memiliki porsi signifikan, Haji Isam tercatat sebagai pemegang saham minoritas dan bukan pengendali PACK. Pengendalian perusahaan berada pada Deng Weiming melalui PT Eco Energi Perkasa, dengan kepemilikan sekitar 40,56%.
Deng Weiming sendiri merupakan President CNGR Advanced Materials, perusahaan asal China yang bergerak dalam produksi bahan baku baterai kendaraan listrik.
PACK Bertransformasi dari Plastik ke Nikel
Perjalanan bisnis PACK juga menjadi bagian penting dalam membaca sentimen terhadap sahamnya. Perseroan sebelumnya bergerak di bisnis kemasan plastik sebelum bertransformasi ke sektor pertambangan nikel.
Kini, perusahaan mengembangkan bisnis yang berkaitan dengan rantai pasok mineral dan baterai kendaraan listrik. Hubungan bisnis antara pihak Haji Isam dan Deng Weiming juga mencakup rencana pengembangan pabrik ternary precursor berbasis nikel untuk kebutuhan baterai lithium.
Dalam jangka pendek, PACK menargetkan peningkatan kapasitas bijih nikel. Setelah itu, perusahaan memiliki agenda untuk memperkuat integrasi bisnis dari sektor hulu hingga pengolahan material dan membuka peluang diversifikasi ke mineral selain nikel.
Aktivitas Broker dan Risiko Saham PACK
Besarnya net buy DBS Vickers menjadi salah satu indikator aktivitas perdagangan PACK pada periode tersebut, tetapi data broker tidak dengan sendirinya menunjukkan alasan pasti di balik setiap transaksi maupun menjamin arah harga saham berikutnya.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah volatilitas PACK. Saham ini sebelumnya sempat mengalami kenaikan tajam hingga mendapatkan perhatian BEI dan mengalami suspensi perdagangan.
Karena itu, perkembangan aksi korporasi, keterbukaan informasi, rencana akuisisi, kebutuhan pendanaan, serta realisasi ekspansi bisnis akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap PACK.
Untuk investor, pergerakan broker dapat menjadi salah satu bahan analisis, tetapi tetap perlu dibaca bersama fundamental perusahaan, valuasi, likuiditas saham, serta risiko volatilitas yang menyertainya.
