IHSG Melesat, Saham Konglomerat Kompak Hijau! Grup Prajogo Pangestu dan Bakrie Pimpin Reli
Cuan Insight– Pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memberikan sentimen optimistis bagi pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Selasa (21/7/2026), mayoritas saham yang terafiliasi dengan kelompok konglomerat berhasil ditutup di zona hijau, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap emiten-emiten berkapitalisasi besar maupun menengah.
Di antara berbagai kelompok usaha, emiten yang berada di bawah naungan pengusaha Prajogo Pangestu tampil sebagai kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG. Diikuti Grup Bakrie, Haji Isam, Salim, Sinar Mas, hingga perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, reli pasar kali ini memperlihatkan optimisme investor terhadap prospek sejumlah sektor strategis.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan beberapa saham bahkan mampu membukukan kenaikan dua digit dalam sepekan terakhir, memperkuat sinyal bahwa arus beli masih cukup kuat.
Cuan Insight: Saham Grup Prajogo Pangestu Jadi Primadona Investor
Kelompok usaha Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan berkat performa sejumlah emiten yang mencatat kenaikan signifikan. PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi salah satu saham dengan performa terbaik setelah melonjak 8,50% ke level Rp4.470 per saham. Dalam satu pekan terakhir, saham kontraktor tambang tersebut telah menguat lebih dari 12%.
Kinerja impresif juga ditunjukkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang naik 9,02%, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat hampir 10%.
Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga melanjutkan tren positif dengan kenaikan yang memperkuat dominasi Grup Barito di lantai bursa.
Grup Bakrie Tak Mau Ketinggalan
Reli pasar juga memberikan dampak positif bagi saham-saham yang berada di bawah Grup Bakrie. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencuri perhatian setelah melesat lebih dari 10% dalam sehari. Secara mingguan, saham ini telah mencatat apresiasi sekitar 22%, menjadikannya salah satu emiten dengan performa terbaik di kelompok tersebut.
Selain DEWA, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), hingga PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga berhasil ditutup di zona hijau.
Kinerja positif ini menunjukkan bahwa sektor energi dan pertambangan masih menjadi salah satu pilihan utama investor di tengah penguatan pasar.
Emiten Haji Isam, Salim hingga Sinar Mas Ikut Bersinar
Optimisme pasar juga tercermin pada saham-saham yang terafiliasi dengan Haji Isam. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik lebih dari 8% dan telah menguat hampir 10% dalam sepekan. Sementara PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turut melanjutkan tren penguatan.
Di kelompok Salim dan Agung Sedayu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil mencatat kenaikan lebih dari 6%, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat hampir 7% dalam perdagangan harian.
Kenaikan saham-saham tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor properti maupun pertambangan yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan.
Happy Hapsoro dan Hashim Djojohadikusumo Turut Catat Kenaikan
Saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro juga menikmati momentum positif. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi salah satu saham dengan performa terbaik setelah melonjak lebih dari 8% dalam sehari dan mencatat kenaikan lebih dari 20% secara mingguan.
Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) serta PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga berhasil mempertahankan tren kenaikan.
Sementara dari kelompok usaha Hashim Djojohadikusumo, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) ditutup menguat sekitar 3% dan telah membukukan kenaikan lebih dari 10% dalam sepekan terakhir.
Reli Pasar Perkuat Optimisme Investor
Menguatnya saham-saham konglomerasi menunjukkan bahwa sentimen positif di pasar saham Indonesia masih terjaga. Arus dana investor terlihat kembali mengalir ke emiten-emiten dengan fundamental kuat dan prospek bisnis yang dinilai menarik.
Selain didukung penguatan IHSG, sektor energi, pertambangan, properti, hingga infrastruktur masih menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang solid.
Jika momentum ini mampu dipertahankan, reli saham konglomerat berpotensi menjadi salah satu pendorong utama kinerja IHSG dalam beberapa waktu ke depan, sekaligus membuka peluang cuan bagi investor yang cermat dalam memilih saham berfundamental baik.

