Proyeksi IHSG 25 Maret 2026: Menguat Tipis, Investor Diminta Selektif
Cuaninsight – Pergerakan IHSG menunjukkan sinyal positif setelah ditutup menguat pada perdagangan terakhir. Pada Selasa (17/3/2026), IHSG naik 1,20% ke level 7.106,84, meskipun secara mingguan masih mencatat pelemahan tipis.
Penguatan ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Analis melihat bahwa kenaikan indeks lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal serta meredanya tekanan eksternal dalam jangka pendek.
Rebound Teknikal dan Mulai Masuknya Dana Asing
Menurut Hendra Wardana, penguatan IHSG saat ini mencerminkan kombinasi rebound teknikal dan mulai stabilnya sentimen global. Investor mulai melakukan akumulasi pada saham-saham yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan mulai masuknya dana asing, meskipun masih terbatas, menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda. Penguatan yang terjadi juga terbilang merata di berbagai sektor, termasuk saham-saham siklikal yang kembali dilirik pasar.
Namun demikian, kondisi ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish.
Potensi Sideways hingga Menguat Terbatas
Hendra menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak sideways atau menguat terbatas. Pasar saat ini masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.
Jika bank sentral Amerika Serikat tersebut memberikan sinyal dovish, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 7.200 hingga 7.350. Sebaliknya, jika tekanan global kembali meningkat, indeks berisiko turun dan menguji level support di area 6.900–7.000.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari aksi buyback emiten serta potensi kehadiran liquidity provider baru seperti Danantara, yang dapat membantu menjaga stabilitas pasar dalam jangka pendek.
Sinyal Bottoming Mulai Terlihat
Sementara itu, William Hartanto melihat IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda mendekati fase bottoming. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola doji pada grafik mingguan, yang mengindikasikan keseimbangan antara tekanan beli dan jual.
Level 7.000 kini dinilai menjadi support kuat setelah IHSG sempat turun ke 6.917. Meski begitu, tren pelemahan sejak awal tahun masih membayangi pergerakan indeks.
Untuk perdagangan Rabu (25/3/2026), IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 7.085 hingga resistance 7.195.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan tetap selektif dan mengedepankan strategi berbasis momentum. Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan analis:
Pilihan Hendra Wardana
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) – target Rp1.800
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – target Rp2.000
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – target Rp2.260
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) – target Rp320
Pilihan William Hartanto
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – target Rp10.000–Rp12.000
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) – target Rp30.725–Rp31.000
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) – target Rp9.750–Rp10.000
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan kecenderungan sideways. Meski terdapat sinyal pemulihan, investor tetap perlu waspada terhadap sentimen global, khususnya kebijakan suku bunga The Fed.
Dalam kondisi seperti ini, strategi selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan momentum teknikal menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang di pasar.

