Investasi Infrastruktur Digital: Proyek Kabel Laut Rising 8 Rampung 2026

Cuaninsight – Penguatan infrastruktur digital nasional kembali mendapat dorongan besar melalui pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8. Proyek strategis ini menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura, dan ditargetkan siap beroperasi penuh pada April 2026.

Proyek Rising 8 digarap oleh PT Ketrosden Triasmitra Tbk bersama mitra strategisnya, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo). Kehadiran kabel laut berkapasitas raksasa ini diyakini akan menjadi tulang punggung konektivitas data lintas wilayah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital Asia Tenggara.

Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi, menyampaikan bahwa tahap pertama pembangunan untuk rute Jakarta–Batam telah dimulai sejak 13 Januari 2026 dengan panjang mencapai 1.054 kilometer.

“Seluruh sistem Rising 8 kami targetkan siap beroperasi atau ready for service pada April 2026,” ujarnya dalam konferensi pers daring di Jakarta.

Kapasitas Terbesar di Indonesia, Tembus 400 Tbps

Rising 8 hadir dengan spesifikasi teknis yang jauh melampaui kabel laut konvensional yang beroperasi di perairan Indonesia. Sistem ini menggunakan 16 pasang serat optik (fiber pair) dengan kapasitas hingga 25 Terabit per detik (Tbps) per repeater.

Secara end-to-end, total kapasitas data untuk rute Jakarta–Singapura diproyeksikan mencapai lebih dari 400 Tbps. Angka ini menjadikan Rising 8 sebagai sistem kabel laut dengan kapasitas terbesar di Indonesia saat ini.

Teknologi yang digunakan juga sudah mengadopsi 800 Giga per kanal, sebuah standar mutakhir yang memungkinkan efisiensi transmisi data lebih tinggi, latensi lebih rendah, serta stabilitas jaringan yang lebih baik.

Bagi pelaku industri digital, pusat data (data center), hingga perusahaan teknologi finansial, kapasitas jumbo ini membuka peluang ekspansi layanan cloud, AI, dan big data yang semakin masif di Tanah Air.

Dua Segmen Utama Pembangunan Kabel Laut

Secara keseluruhan, proyek Rising 8 membentang sepanjang 1.128 kilometer dan terbagi menjadi dua segmen utama:

  1. Segmen Jakarta–Batam (1.053,5 km): dibangun secara mandiri oleh Triasmitra.
  2. Segmen Batam–Singapura (75 km): hasil kerja sama Triasmitra dan Moratelindo.

Dalam aspek regulasi, rute kabel telah disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021 terkait alur pipa dan kabel bawah laut, guna menjamin keamanan operasional jangka panjang.

Chief Operating Officer Triasmitra, Dani Samsul Ependi, menjelaskan bahwa kabel ditanam pada kedalaman maksimum untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat jangkar kapal atau aktivitas penangkapan ikan.

Teknologi repeater yang digunakan juga dirancang ringkas sehingga memungkinkan proses penanaman dilakukan bersamaan dengan penggelaran kabel.

Landing Station Berstandar Tinggi

Di sisi darat, stasiun pendaratan kabel (landing station) dibangun dengan spesifikasi premium:

  • Tanjung Pakis, Karawang: bersertifikasi Design Tier 3, dengan pasokan daya awal 800 kW dan potensi pengembangan hingga 1,6 MW.
  • Tanjung Bemban, Batam: memiliki daya listrik 2,5 MW serta sertifikasi ISO untuk manajemen mutu dan keamanan informasi.
  • Singapura: kabel akan mendarat di kawasan North Changi 1A.

Keberadaan infrastruktur ini memperkuat ekosistem pusat data dan jaringan backbone internasional yang semakin dibutuhkan industri digital.

Progres Lapangan dan Kapal Penggelar Berteknologi Tinggi

Hingga akhir Januari 2026, tim proyek telah berhasil menggelar kabel sepanjang 35 kilometer. Tantangan utama datang dari banyaknya persilangan infrastruktur di dasar laut, termasuk 106 titik kabel dan 5 pipa.

Sebanyak 36 titik persilangan kabel dan 1 pipa telah berhasil diselesaikan dengan aman.

Pengerjaan ini didukung oleh kapal khusus Bentang Bahari, yang memiliki teknologi Dynamic Positioning-2 (DP-2) sehingga mampu menjaga posisi tetap stabil di tengah arus laut kuat di wilayah Jakarta.

Kapal ini juga dilengkapi perangkat subsea mutakhir dari Inggris, seperti ROV-City 2 dan sistem plough Royal IHC, yang memungkinkan instalasi presisi tinggi.

Ekspansi ke Indonesia Tengah Mulai 2027

Rising 8 tidak berhenti pada koneksi Jakarta–Singapura. Triasmitra telah menyiapkan proyek lanjutan menuju Indonesia Tengah dengan total panjang mencapai 8.232 kilometer, terbagi dalam lima segmen.

Ekspansi ini dijadwalkan berlangsung pada 2027–2028 dengan kapasitas tetap di level 24 Tbps per fiber pair.

Jika terealisasi, jaringan ini akan menjadi backbone digital nasional yang menopang pemerataan akses internet, mempercepat transformasi ekonomi digital, serta mendukung target pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan data Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *