BTN Terima Suntikan Dana Rp 2 Triliun dari Danantara, Perkuat Modal Inti
Cuaninsight – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi menerima suntikan dana sebesar Rp 2 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero). Tambahan dana ini diberikan melalui skema pinjaman pemegang saham atau shareholder loan, yang ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan BTN sekaligus mendukung rencana ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Informasi tersebut disampaikan BTN melalui keterbukaan informasi pada 24 Desember 2025. Manajemen menyebutkan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang bank dalam menjaga rasio permodalan tetap solid di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Skema Pinjaman Subordinasi Bersifat Perpetual
Pinjaman dari PT Danantara Asset Management dituangkan dalam Akta Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham Subordinasi Nomor 39 tertanggal 23 Desember 2025. Skema pinjaman ini bersifat perpetual, artinya tidak memiliki tanggal jatuh tempo tertentu.
Selain itu, fasilitas pinjaman juga dilengkapi dengan fitur call option yang memberikan fleksibilitas bagi BTN dalam mengelola struktur pendanaannya di masa mendatang. Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp 2.000.000.000.000 atau Rp 2 triliun.
BTN menegaskan bahwa pinjaman tersebut diklasifikasikan sebagai modal inti tambahan (Additional Tier 1/AT1), sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum.
Transaksi Afiliasi Tanpa Benturan Kepentingan
Transaksi pinjaman ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena BTN dan PT Danantara Asset Management berada di bawah pengendali yang sama, yakni Negara Republik Indonesia. Selain itu, PT DAM juga tercatat sebagai pemegang saham utama BTN.
Meski berstatus transaksi afiliasi, manajemen BTN memastikan tidak terdapat benturan kepentingan dalam pelaksanaannya. Transaksi ini juga tidak termasuk dalam kategori transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK tentang transaksi afiliasi dan transaksi material.
Direksi dan Dewan Komisaris BTN menyatakan seluruh proses telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta seluruh informasi material telah diungkapkan secara transparan kepada publik.
Telah Dinilai Wajar oleh Penilai Independen
Untuk memastikan kewajaran transaksi, BTN menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot, Dollar & Raymond sebagai penilai independen. Berdasarkan laporan fairness opinion tertanggal 19 Desember 2025, transaksi pinjaman pemegang saham tersebut dinyatakan wajar, baik dari sisi kualitatif maupun kuantitatif.
Hasil penilaian tersebut menjadi dasar bagi manajemen BTN dalam melanjutkan transaksi, sekaligus memastikan kepentingan pemegang saham tetap terlindungi.
BACA JUGA:
Perkuat Modal untuk Dukung Pertumbuhan Kredit
BTN menjelaskan bahwa dana Rp 2 triliun dari Danantara akan digunakan untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas pendanaan. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung rencana ekspansi bisnis BTN, khususnya di sektor pembiayaan perumahan dan kredit produktif.
Pemilihan PT Danantara Asset Management sebagai pemberi pinjaman juga didasarkan pada kemampuan penyediaan dana yang memadai serta fleksibilitas struktur pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan perseroan.
Kinerja BTN Tetap Solid hingga November 2025
Seiring dengan penguatan modal, kinerja keuangan BTN juga menunjukkan tren positif hingga akhir November 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun, tumbuh 21,10 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp 386,47 triliun, naik 8,74 persen secara year-on-year. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) BTN juga tumbuh 15,77 persen menjadi Rp 423,96 triliun, didorong oleh strategi peningkatan dana murah atau CASA.
Dari sisi aset, BTN mencatat total aset sebesar Rp 503,99 triliun hingga November 2025, meningkat 12,16 persen dan telah melampaui target aset Rp 500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan penguatan modal dari Danantara, BTN optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun dan memasuki 2026 dengan struktur keuangan yang lebih kuat.

