Saham SpaceX Melonjak 14%, Valuasi Tembus US$ 2,8 Triliun dan Kalahkan Amazon
Cuaninsight – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, terus menjadi sorotan pasar keuangan global setelah mencatat lonjakan harga saham yang spektakuler hanya beberapa hari setelah melantai di bursa.
Pada perdagangan 16 Juni 2026, saham SpaceX melonjak lebih dari 14%, memperkuat tren kenaikan sejak debut perdananya di pasar saham. Kinerja impresif tersebut mendorong valuasi perusahaan hingga mendekati US$ 2,85 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Kenaikan harga saham ini sekaligus menempatkan SpaceX di jajaran elite perusahaan global dan sempat membuat valuasinya melampaui raksasa e-commerce Amazon.
Saham SpaceX Terbang Tinggi Pasca IPO
Antusiasme investor terhadap SpaceX terlihat sangat kuat sejak hari pertama perdagangan. Harga saham perusahaan tercatat mencapai US$ 220 per lembar, atau sekitar 62% lebih tinggi dibandingkan harga IPO yang berada di level US$ 135.
Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan yang dikenal sebagai pionir industri peluncuran roket, satelit, dan eksplorasi luar angkasa.
Dengan kapitalisasi pasar mendekati US$ 3 triliun, SpaceX kini berada di kelompok perusahaan teknologi terbesar dunia. Bahkan, valuasinya sempat mendekati Microsoft dan berhasil melampaui Amazon dalam beberapa sesi perdagangan.
Kinerja saham SpaceX juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks Nasdaq, yang didominasi saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Investor Antusias Menyambut Perdagangan Opsi
Tidak hanya sahamnya yang menjadi pusat perhatian, instrumen derivatif berupa opsi SpaceX juga langsung mencatat sejarah pada hari pertama peluncurannya.
Dalam satu jam pertama perdagangan, lebih dari 500.000 kontrak opsi berpindah tangan. Angka tersebut menjadikan SpaceX sebagai salah satu saham dengan debut perdagangan opsi paling aktif sepanjang sejarah pasar modal. Hingga akhir sesi, total volume kontrak opsi yang diperdagangkan mencapai sekitar 675.000 kontrak.
Mayoritas transaksi berasal dari kontrak call option, yang memberikan hak kepada investor untuk membeli saham pada harga tertentu di masa mendatang. Rasio transaksi call dibandingkan put mencapai sekitar 1,5 banding 1, mencerminkan dominasi sentimen bullish di pasar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa investor masih percaya harga saham SpaceX berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek maupun menengah.
Potensi Masuk Indeks Besar Jadi Katalis Positif
Salah satu faktor yang mendorong optimisme investor adalah peluang SpaceX masuk ke sejumlah indeks saham utama dalam waktu dekat.
Perusahaan diperkirakan akan segera bergabung ke indeks Nasdaq 100, yang berisi perusahaan non-keuangan terbesar di bursa Nasdaq. Jika terealisasi, dana indeks dan ETF yang mengikuti Nasdaq 100 akan otomatis membeli saham SpaceX sebagai bagian dari portofolio mereka.
Selain itu, FTSE Russell dan MSCI juga dijadwalkan memasukkan SpaceX ke dalam indeks global mereka pada akhir Juni. Langkah tersebut berpotensi menciptakan tambahan arus modal dari investor institusional di seluruh dunia.
Masuknya perusahaan ke berbagai indeks utama biasanya menjadi katalis positif karena meningkatkan likuiditas sekaligus memperluas basis investor.
Valuasi Tinggi Memicu Kekhawatiran
Di balik euforia pasar, sejumlah analis mengingatkan bahwa valuasi SpaceX saat ini sudah berada pada level yang sangat tinggi. Meski berhasil membukukan pendapatan sekitar US$ 18,67 miliar pada tahun lalu, perusahaan masih mencatat kerugian bersih sebesar US$ 4,94 miliar setelah bergabung dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar menilai harga saham saat ini lebih banyak didorong oleh ekspektasi masa depan dibandingkan kinerja fundamental yang ada saat ini.
Kekhawatiran juga muncul karena jumlah saham yang beredar di publik masih relatif terbatas. Situasi ini berpotensi meningkatkan volatilitas harga, terutama ketika terjadi lonjakan permintaan dari investor ritel maupun institusi.
SpaceX Jadi Simbol Tren Investasi Baru
Terlepas dari perdebatan soal valuasi, sulit untuk mengabaikan daya tarik SpaceX di mata investor global. Perusahaan ini berada di persimpangan antara dua tema investasi paling populer saat ini, yakni kecerdasan buatan dan eksplorasi luar angkasa.
Kombinasi inovasi teknologi, nama besar Elon Musk, serta prospek pertumbuhan industri antariksa membuat saham SpaceX menjadi salah satu aset yang paling banyak dibicarakan di pasar global saat ini.
Bagi investor, fenomena SpaceX menjadi contoh bagaimana ekspektasi terhadap masa depan dapat mendorong valuasi perusahaan melesat jauh dalam waktu singkat. Namun di saat yang sama, tingginya volatilitas dan valuasi juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.

