Rukun Raharja Buka Jalan IPO 2027, Anak Usaha Paling Siap Jadi Prioritas

Cuaninsight – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) kembali membuka peluang membawa salah satu atau bahkan beberapa anak usahanya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027. Rencana initial public offering (IPO) tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan bisnis sekaligus membuka alternatif pendanaan melalui pasar modal.

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi mengatakan, perseroan memang telah memiliki rencana untuk melakukan IPO terhadap anak usaha. Namun, agenda tersebut sebelumnya belum berhasil direalisasikan sesuai target.

“Tahun depan,” ujar Djauhar dalam paparan publik secara daring, Kamis (10/9/2026).

Meski menyatakan target tersebut, manajemen belum menetapkan secara pasti kapan proses penawaran umum saham perdana akan dilakukan. RAJA masih akan melihat perkembangan pasar modal Indonesia dan mempertimbangkan momentum yang paling tepat untuk menjalankan aksi korporasi.

Artinya, target IPO 2027 sudah menjadi arah yang ingin dikejar perseroan, tetapi realisasinya tetap akan bergantung pada kesiapan internal serta kondisi eksternal di pasar saham.

Nama Anak Usaha Belum Dipastikan

RAJA hingga kini belum mengumumkan secara resmi anak usaha yang akan dipilih untuk melakukan IPO. Salah satu nama yang sebelumnya dikaitkan dengan rencana tersebut adalah PT Panji Raya Alamindo, entitas yang bergerak di sektor energi.

Namun, manajemen belum mengonfirmasi bahwa Panji Raya Alamindo akan menjadi perusahaan yang dibawa ke BEI pada 2027.

RAJA masih melakukan evaluasi terhadap kesiapan sejumlah anak usahanya. Penilaian tersebut diperlukan agar entitas yang dipilih benar-benar memiliki struktur bisnis dan kesiapan yang memadai untuk menjadi perusahaan publik.

Dengan demikian, calon emiten baru dari kelompok usaha RAJA masih terbuka dan belum mengarah pada satu nama tertentu.

Bisa Satu atau Dua Anak Usaha

Direktur RAJA Ogi Rulino menambahkan bahwa peluang IPO tidak hanya terbatas pada satu anak perusahaan. Perseroan bahkan membuka kemungkinan terdapat satu atau dua anak usaha yang dapat masuk ke pasar modal.

“Kalau bisa ada satu atau dua anak perusahaan lagi yang akan melakukan IPO,” kata Ogi.

Rencana tersebut dapat menjadi kelanjutan dari langkah RAJA sebelumnya ketika PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) lebih dahulu mencatatkan sahamnya di BEI pada Januari 2025.

Jika kembali terealisasi, IPO anak usaha dapat memperluas struktur perusahaan terbuka yang berasal dari kelompok bisnis RAJA. Selain itu, pencatatan anak usaha juga berpotensi memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperoleh pendanaan langsung dari investor pasar modal.

Kesiapan Jadi Faktor Utama

Meski peluangnya terbuka lebar, RAJA tidak ingin terburu-buru menentukan calon emiten. Ogi menegaskan, perusahaan yang paling siap akan menjadi prioritas untuk menjalankan IPO.

“Yang paling siap yang akan kami lakukan IPO,” ujar Ogi.

Kesiapan tersebut menjadi penting karena proses IPO membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari penataan laporan keuangan, penguatan tata kelola perusahaan, persiapan dokumen, hingga penyesuaian terhadap ketentuan pasar modal.

Selain faktor internal, kondisi bursa juga menjadi pertimbangan penting. Perusahaan perlu memilih waktu yang tepat agar proses penawaran saham dapat memperoleh respons optimal dari investor.

Karena itu, meskipun target diarahkan ke 2027, RAJA masih belum memberikan tanggal pasti pelaksanaan IPO.

IPO Jadi Alternatif Pengembangan Bisnis

Bagi perusahaan yang memiliki sejumlah lini usaha, IPO anak perusahaan dapat menjadi salah satu strategi untuk membuka nilai bisnis yang sebelumnya berada di dalam kelompok usaha.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, anak usaha memiliki kesempatan mendapatkan akses pendanaan dari investor publik. Dana hasil IPO nantinya dapat digunakan sesuai tujuan yang ditetapkan dalam prospektus, termasuk mendukung ekspansi maupun pengembangan bisnis.

Di sisi lain, bagi induk usaha seperti RAJA, pencatatan anak perusahaan dapat meningkatkan transparansi dan memberikan valuasi pasar yang lebih jelas terhadap masing-masing bisnis.

Strategi tersebut juga dapat memperluas basis investor yang mengikuti perkembangan bisnis kelompok RAJA. Namun, manfaat tersebut tetap sangat bergantung pada kualitas perusahaan yang dipilih, prospek industrinya, kondisi pasar, serta kemampuan manajemen menjaga kinerja setelah menjadi perusahaan publik.

RAJA Siapkan Momentum 2027

Rencana membawa anak usaha ke bursa menunjukkan bahwa pasar modal masih menjadi salah satu opsi strategis bagi RAJA untuk mendukung pertumbuhan kelompok usaha. Perseroan kini memiliki waktu untuk mempersiapkan entitas yang dinilai paling siap sekaligus memantau kondisi pasar.

Apabila satu atau dua anak usaha berhasil melantai pada 2027, langkah tersebut akan menambah jejak kelompok RAJA di BEI setelah RATU lebih dahulu tercatat pada 2025.

Namun, investor masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai calon perusahaan, nilai emisi, penggunaan dana, serta jadwal IPO. Sampai keputusan tersebut ditetapkan, rencana IPO 2027 masih berada pada tahap persiapan dan evaluasi.

Bagi RAJA, pendekatan tersebut memungkinkan perseroan mengutamakan kualitas dan kesiapan perusahaan ketimbang sekadar mengejar target waktu. Jika momentum pasar dan kesiapan internal bertemu, IPO anak usaha berpotensi menjadi salah satu katalis penting bagi pengembangan bisnis RAJA pada tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *