Investor Properti Panen! RDTX Tebar Dividen Rp38.800 per Lot, Catat Jadwal Cum Date dan Yield-nya
Cuan Insight– Kabar baik datang bagi pemegang saham PT Roda Vivatex Tbk (RDTX). Emiten sektor properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memutuskan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp104,29 miliar.
Besaran dividen yang dibagikan mencapai Rp388 per saham. Dengan ketentuan satu lot berisi 100 lembar saham, investor berhak memperoleh dividen sebesar Rp38.800 untuk setiap lot yang dimiliki.
Keputusan pembagian dividen tersebut telah diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia dan menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian investor yang mengincar pendapatan pasif dari pasar saham.
Besaran Dividen dan Dividend Yield
RDTX menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp388 per saham kepada para pemegang saham yang memenuhi persyaratan. Berdasarkan harga penutupan saham di level Rp14.375 per lembar, dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 2,7 persen.
Meskipun yield tersebut tidak termasuk yang tertinggi di Bursa Efek Indonesia, pembagian dividen ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah dinamika industri properti.
Selain memperoleh potensi capital gain, investor juga mendapatkan tambahan pendapatan melalui distribusi laba perusahaan.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen RDTX
Bagi investor yang ingin memperoleh dividen, terdapat sejumlah tanggal penting yang perlu diperhatikan. Berikut jadwal pembagian dividen PT Roda Vivatex Tbk:
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 1 Juli 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 2 Juli 2026
Cum dividen pasar tunai: 3 Juli 2026
Recording date (Daftar Pemegang Saham): 3 Juli 2026 pukul 16.00 WIB
Ex dividen pasar tunai: 6 Juli 2026
Tanggal pembayaran dividen: 10 Juli 2026
Investor yang ingin memperoleh hak dividen wajib memiliki saham RDTX paling lambat pada tanggal cum dividen di pasar reguler, sehingga namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada recording date.
Mekanisme Pembayaran Dividen
Perseroan menjelaskan bahwa pembayaran dividen akan dilakukan melalui dua mekanisme sesuai status kepemilikan saham. Bagi investor yang menyimpan saham melalui penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dana dividen akan langsung disalurkan ke rekening dana nasabah melalui perusahaan efek atau bank kustodian masing-masing pada 10 Juli 2026.
Sementara itu, pemegang saham yang masih memiliki saham dalam bentuk warkat diwajibkan menyerahkan data rekening bank kepada Biro Administrasi Efek (BAE) Bima Registra paling lambat 3 Juli 2026 agar pembayaran dapat diproses tepat waktu.
Ketentuan Pajak Dividen
Selain jadwal pembayaran, perseroan juga mengingatkan adanya ketentuan perpajakan yang berlaku bagi penerima dividen. Wajib pajak badan dalam negeri tidak dikenakan pemotongan pajak atas dividen yang diterima.
Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dividen dapat menjadi objek yang dikecualikan dari pajak apabila diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, investor asing dapat memanfaatkan tarif pajak berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan syarat menyerahkan Surat Keterangan Domisili sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Apabila dokumen tersebut tidak disampaikan tepat waktu, dividen akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 26 sebesar 20 persen sesuai ketentuan perpajakan.
Sinyal Positif bagi Investor
Pembagian dividen menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan arus kas yang cukup untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Di tengah kondisi sektor properti yang masih menghadapi tantangan akibat suku bunga tinggi, keputusan RDTX membagikan dividen mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor.
Bagi investor yang menerapkan strategi dividend investing, aksi korporasi ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun portofolio, terutama bagi mereka yang mencari kombinasi antara potensi pendapatan dividen dan peluang pertumbuhan harga saham dalam jangka panjang.

