IHSG Anjlok ke 5.057, Ini 10 Saham yang Justru Banyak Diborong Investor Asing
Cuaninsight – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut turun 0,80 persen atau sekitar 41 poin ke level 5.057,05. Koreksi ini sekaligus memperpanjang tekanan yang telah terjadi pada perdagangan sehari sebelumnya.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru tercatat menjadi incaran investor asing. Data perdagangan menunjukkan terdapat 10 saham dengan nilai pembelian bersih asing atau net buy terbesar pada Jumat. Saham-saham tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, pertambangan, perbankan, otomotif, hingga ritel.
Pergerakan ini menarik dicermati karena terjadi ketika investor asing secara keseluruhan masih membukukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia. Dengan kata lain, pembelian pada sejumlah emiten tidak serta-merta menunjukkan bahwa investor asing telah kembali melakukan akumulasi secara luas.
IHSG Melemah 0,80 Persen pada Penutupan Jumat
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup turun 0,80 persen ke posisi 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 4.979 hingga 5.116 dan bertahan di zona merah.
Pelemahan tersebut menambah tekanan terhadap kinerja pasar saham dalam periode yang lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat terkoreksi 7,03 persen. Sementara itu, jika dihitung dalam periode satu bulan, penurunan indeks mencapai 16,23 persen.
Tekanan jual juga terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan harga. Sebanyak 523 saham melemah, sedangkan 187 saham berhasil menguat dan 81 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 37,62 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,65 triliun. Data tersebut memperlihatkan aktivitas perdagangan yang tetap berlangsung di tengah kondisi indeks yang mengalami koreksi.
Asing Masih Catat Net Sell Rp140,27 Miliar
Di tengah tekanan IHSG, investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp140,27 miliar di seluruh pasar pada Jumat. Artinya, secara keseluruhan nilai penjualan saham oleh investor asing masih lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya.
Tekanan tersebut juga terlihat dalam akumulasi transaksi pada periode yang lebih panjang. Sepanjang sepekan terakhir, nilai jual bersih asing mencapai Rp4,20 triliun. Sementara dalam sebulan terakhir, akumulasi net sell asing tercatat sebesar Rp16,50 triliun.
Meski demikian, aktivitas investor asing tidak selalu seragam pada seluruh saham. Ketika melakukan penjualan pada sejumlah emiten, investor asing tetap dapat melakukan pembelian bersih pada saham lain yang dinilai menarik berdasarkan pertimbangan masing-masing.
Kondisi inilah yang terlihat dari daftar saham dengan nilai net buy asing terbesar pada akhir pekan. Beberapa emiten tetap mencatatkan pembelian bersih meskipun pasar secara keseluruhan berada dalam tekanan.
Daftar 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar
Berdasarkan data perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, terdapat 10 saham yang mencatatkan nilai pembelian bersih asing terbesar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di posisi teratas dengan nilai net buy mencapai Rp54,47 miliar.

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa minat beli asing tersebar pada sejumlah sektor. GOTO mewakili sektor teknologi dan ekosistem digital, sementara BUMI, MDKA, BRMS, DEWA, dan CUAN berkaitan dengan sektor pertambangan serta sumber daya alam.
Di luar sektor tersebut, saham ASII dan BMRI juga masuk dalam daftar pembelian bersih asing. Keduanya berasal dari sektor berbeda, yakni otomotif dan jasa keuangan. Sementara AMRT mewakili sektor perdagangan ritel dan PACK turut tercatat dalam daftar 10 besar.
GOTO Memimpin Pembelian Bersih Asing
GOTO menjadi saham dengan nilai net buy asing tertinggi pada perdagangan Jumat. Nilai pembelian bersihnya mencapai Rp54,47 miliar, lebih besar dibandingkan sembilan saham lain yang masuk dalam daftar.
Di posisi kedua terdapat BUMI dengan pembelian bersih asing Rp40,41 miliar. Selanjutnya, MDKA mencatatkan net buy Rp39,51 miliar, disusul ASII sebesar Rp39,36 miliar dan BMRI sebesar Rp32,92 miliar.
Sementara itu, BRMS membukukan pembelian bersih Rp27,05 miliar. AMRT mencatatkan Rp24,21 miliar, DEWA sebesar Rp21,70 miliar, PACK mencapai Rp19,86 miliar, dan CUAN menutup daftar dengan nilai Rp16,87 miliar.
Besarnya nilai net buy menunjukkan saham-saham tersebut mencatatkan selisih pembelian bersih oleh investor asing pada hari perdagangan tersebut. Namun, data ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh saham dalam daftar sedang memasuki tren kenaikan atau akan terus menjadi incaran investor.
Investor tetap perlu memperhatikan faktor lain, seperti kinerja keuangan emiten, prospek bisnis, valuasi, kondisi industri, serta perkembangan harga saham. Perubahan arus dana asing dari satu hari ke hari berikutnya juga dapat memengaruhi gambaran aktivitas pasar.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Pelemahan IHSG hingga 5.057,05 dan akumulasi net sell asing yang mencapai Rp16,50 triliun dalam sebulan terakhir menjadi sejumlah indikator yang patut diperhatikan pelaku pasar.
Di sisi lain, daftar saham dengan net buy asing terbesar memberikan gambaran bahwa aktivitas investor asing tidak sepenuhnya terkonsentrasi pada aksi jual. Sejumlah emiten masih mencatatkan pembelian bersih, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan sedang mengalami tekanan.
Data tersebut dapat menjadi bahan pemantauan untuk melihat pergerakan arus dana asing pada perdagangan berikutnya. Akan tetapi, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada daftar pembelian bersih harian.
Investor perlu menggabungkan informasi transaksi asing dengan analisis fundamental dan teknikal, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Dengan begitu, pergerakan net buy dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam membaca dinamika pasar, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk membeli saham.
