INACRAFT October 2026 Bidik Transaksi Rp100 Miliar, Perajin Muda Incar Pasar Global

Cuaninsight – INACRAFT October Vol. 5 2026 menargetkan transaksi ritel mencapai Rp100 miliar dalam pameran kerajinan yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Selain transaksi ritel, pameran ini membidik kontrak dagang senilai US$2,7 juta serta kehadiran 80.000 pengunjung.

Diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Event, INACRAFT October 2026 mengusung tema Techno Craft dengan konsep utama Youthpreneurs. Ajang ini dirancang untuk mempertemukan kekayaan kerajinan tradisional Indonesia dengan teknologi, desain, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Target transaksi tersebut sekaligus menunjukkan besarnya peluang ekonomi industri kriya nasional, terutama dalam memperluas jangkauan produk lokal kepada konsumen dan pembeli internasional.

INACRAFT October 2026 Targetkan Transaksi Rp100 Miliar

INACRAFT October Vol. 5 2026 menempatkan transaksi ritel dan kontrak dagang sebagai indikator penting keberhasilan pameran. Penyelenggara membidik transaksi ritel sebesar Rp100 miliar, kontrak dagang US$2,7 juta, serta kehadiran 80.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan.

Pameran yang resmi dibuka pada Rabu, 7 Oktober 2026, tersebut diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan bisnis bagi pelaku industri kerajinan Indonesia.

Selain mempertemukan perajin dengan konsumen, INACRAFT juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun hubungan bisnis dengan calon pembeli dari luar negeri. Penyelenggara menargetkan kehadiran 120 pembeli potensial internasional.

Kehadiran pembeli internasional menjadi salah satu aspek penting karena dapat membuka kesempatan bagi produk kerajinan Indonesia untuk menembus pasar yang lebih luas. Bagi pelaku usaha, pameran seperti ini juga dapat menjadi sarana memperkenalkan produk, menguji respons pasar, dan membangun jaringan distribusi.

Techno Craft Padukan Kerajinan Tradisional dan Teknologi

Tema Techno Craft menjadi pendekatan utama INACRAFT October 2026 dalam mempertemukan keterampilan tradisional dengan perkembangan teknologi dan inovasi.

Melalui tema tersebut, perajin didorong untuk mengembangkan produk yang tetap mempertahankan identitas budaya Indonesia, tetapi memiliki desain, fungsi, dan daya tarik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.

Pendekatan ini relevan bagi industri kerajinan yang harus menghadapi perubahan selera pasar. Produk berbasis budaya lokal memiliki karakter tersendiri, tetapi pengembangan desain dan inovasi juga diperlukan agar dapat bersaing di pasar yang semakin beragam.

Pameran ini dibuka secara resmi oleh Selvi Gibran Rakabuming Raka, istri Wakil Presiden RI, dengan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah. Menteri Perdagangan Budi Santoso turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan.

Sebanyak 829 Stan Ramaikan Pameran di JICC

INACRAFT October Vol. 5 2026 menempati lima hall di JICC dengan total 829 stan. Jumlah tersebut memperlihatkan luasnya keterlibatan pelaku industri kerajinan dalam ajang ini.

Komposisi peserta terdiri atas 713 peserta individu atau anggota ASEPHI, 85 stan peserta dinas, dan 15 stan kementerian serta badan usaha milik negara (BUMN). Pameran ini juga menghadirkan 69 peserta individu nonanggota, 59 peserta Talam INACRAFT, serta 18 island yang diisi BUMN dan pihak lainnya.

Salah satu fokus penyelenggaraan adalah kehadiran 19 youthpreneurs atau wirausaha muda. Mereka diharapkan dapat memperkenalkan pendekatan baru dalam pengembangan produk kriya sekaligus menarik perhatian pembeli potensial dari luar negeri.

Untuk memudahkan pengunjung, penyelenggara membagi area pameran menjadi sembilan zona berdasarkan kategori produk.

Produk yang dipamerkan mencakup batik, tenun, bordir, ecoprint, fesyen, perhiasan, aksesori, tas, sepatu, perlengkapan rumah, aromaterapi, hingga produk perawatan diri. Pengunjung juga dapat menemukan paviliun internasional serta area makanan dan minuman melalui Talam INACRAFT.

ASEAN Business Forum Buka Peluang Jaringan Dagang

Selain pameran produk, ASEPHI menghadirkan ASEAN Business Forum bertema “Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access”.

Forum ini dirancang untuk memperluas wawasan pelaku industri kerajinan mengenai keberlanjutan usaha dan akses pasar. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK).

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan ASEAN Gifts & Crafts Federation dan mencakup sesi bisnis business-to-business (B2B) bersama 30 youthpreneurs yang telah dikurasi.

Pertemuan B2B memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang kerja sama secara langsung dengan calon mitra bisnis. Bagi perajin muda, kesempatan ini dapat membantu membuka jaringan baru dan mengenalkan produk kepada pembeli yang memiliki potensi kerja sama komersial.

Dorong Keberlanjutan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

INACRAFT October 2026 juga menghadirkan sejumlah program pendukung di luar transaksi jual beli. Salah satunya adalah ASEPHI Go Green Activity yang dijalankan bersama Waste Hub Management untuk meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan di industri kerajinan.

Penyelenggara turut berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia.

Sementara itu, kerja sama dengan Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Administrasi Hukum Umum diarahkan untuk menyosialisasikan pentingnya merek dan perlindungan indikasi geografis bagi pelaku seni dan budaya.

Perlindungan kekayaan intelektual menjadi aspek penting bagi pelaku usaha karena identitas produk, merek, dan ciri khas daerah dapat menjadi bagian dari nilai komersial sebuah karya. Pemahaman mengenai perlindungan tersebut juga membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis dengan lebih terarah.

Jadwal dan Harga Tiket INACRAFT October 2026

INACRAFT October Vol. 5 2026 berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center. Pameran dibuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp35.000.

Pengunjung dapat memperoleh tiket melalui prapendaftaran di situs resmi INACRAFT atau membelinya langsung di loket yang tersedia di lokasi pameran.

Selain itu, pengunjung yang membuka Tabungan NOW atau mengajukan Mandiri Kartu Kredit dapat memperoleh tiket masuk sebagai bentuk apresiasi dari Bank Mandiri.

Dengan target 80.000 pengunjung, 120 pembeli potensial internasional, transaksi ritel Rp100 miliar, dan kontrak dagang US$2,7 juta, INACRAFT October 2026 diharapkan mampu memperkuat promosi produk kerajinan sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Perpaduan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong industri kriya Indonesia tetap relevan di pasar modern. Bagi perajin muda dan pelaku usaha lokal, pameran ini juga menjadi kesempatan memperluas jaringan serta memperkenalkan karya mereka kepada konsumen dan mitra bisnis yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *