Revolut Luncurkan Kartu Debit LED, Bisa Menyala Saat Digunakan untuk Pembayaran
Cuan Insight– Perusahaan fintech Revolut kembali menghadirkan inovasi di dunia pembayaran digital dengan meluncurkan kartu debit Mastercard edisi khusus yang dilengkapi lampu LED. Berbeda dari kartu pembayaran pada umumnya, kartu ini mampu menyala secara otomatis ketika digunakan untuk melakukan transaksi nirkontak (contactless).
Saat ini, kartu unik tersebut baru tersedia bagi pelanggan Revolut di Jerman melalui aplikasi resmi perusahaan. Kehadirannya menjadi salah satu inovasi menarik yang memadukan teknologi pembayaran modern dengan desain yang lebih atraktif.
Lampu LED Menyala Saat Melakukan Pembayaran
Keunikan utama kartu terbaru Revolut terletak pada dua panel LED yang ditanamkan di dalam bodi kartu. Ketika pengguna melakukan pembayaran melalui terminal EMV Contactless, kedua lampu tersebut akan menyala dan memberikan efek visual berupa mata seekor anjing yang bercahaya pada ilustrasi yang tercetak di permukaan kartu.
Lampu LED tersebut tidak membutuhkan baterai tambahan. Daya listrik diperoleh langsung dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan terminal pembayaran nirkontak saat kartu didekatkan ke mesin pembaca.
Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru di dunia NFC, tetapi baru sedikit diterapkan pada kartu pembayaran komersial.
Terintegrasi dengan Mastercard dan Aset Kripto
Di aplikasi Revolut, kartu ini tetap berfungsi sebagai Mastercard Debit Card. Namun, perusahaan memasarkan produk tersebut sebagai kartu pembayaran yang terhubung dengan layanan aset kripto milik Revolut.
Saat melakukan pemesanan, pengguna harus mengaitkan kartu dengan satu atau beberapa aset kripto yang tersedia di akun mereka. Sebagai alternatif, kartu juga dapat dihubungkan ke saldo tunai biasa, meski pengguna hanya dapat memilih salah satu skema penggunaan tersebut.
Pendekatan ini menunjukkan upaya Revolut untuk semakin mengintegrasikan layanan pembayaran tradisional dengan ekosistem aset digital.

Dibanderol Sekitar 30 Euro
Kartu debit LED ini bukan termasuk kartu standar yang diberikan kepada seluruh pelanggan. Revolut menjualnya sebagai edisi khusus dengan harga sekitar 30 euro, belum termasuk biaya pengiriman apabila berlaku di wilayah tertentu.
Harga tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan kartu debit biasa, tetapi masih berada di bawah beberapa kartu premium Revolut yang menggunakan material logam.
Sebelumnya, perusahaan juga pernah menghadirkan kartu metal edisi terbatas yang dipasarkan dengan harga mencapai sekitar 92 dolar AS.
Revolut Dikenal Sering Merilis Kartu Edisi Khusus
Peluncuran kartu LED bukan pertama kalinya Revolut menawarkan desain pembayaran yang berbeda. Neobank asal Inggris tersebut memang dikenal rutin meluncurkan berbagai kartu edisi spesial dengan desain eksklusif, warna unik, hingga material premium untuk menarik minat pengguna.
Meski demikian, hingga kini Revolut belum mengonfirmasi apakah akan menghadirkan lebih banyak kartu pembayaran dengan lampu LED di masa mendatang.
Teknologi Contactless Mampu Menyalakan LED
Secara teknis, lampu LED pada kartu tidak menggunakan sumber daya internal. Saat kartu ditempelkan ke terminal pembayaran, sistem EMV Contactless mengirimkan energi melalui induksi elektromagnetik yang biasanya hanya digunakan untuk mengaktifkan chip dan antena NFC.
Karena masih tersedia cadangan daya yang cukup, energi tersebut juga dimanfaatkan untuk menyalakan lampu LED dalam waktu singkat selama proses transaksi berlangsung.
Teknologi serupa sebenarnya telah lama digunakan pada berbagai perangkat uji NFC maupun kartu transportasi pintar di beberapa negara.
Sebagai contoh, sistem transportasi Metro Taipei pernah menghadirkan kartu perjalanan berbentuk miniatur kereta yang dapat berkedip dan mengeluarkan suara ketika digunakan melewati gerbang tiket otomatis.
Inovasi Kartu Pintar Terus Berkembang
Beberapa tahun lalu, industri pembayaran juga sempat memperkenalkan kartu kredit yang dilengkapi panel OLED. Namun, panel tersebut bukan berfungsi sebagai layar penuh, melainkan hanya menghasilkan efek cahaya seperti produk pencahayaan OLED generasi awal.
Kini, dengan hadirnya kartu debit LED dari Revolut, inovasi pada perangkat pembayaran kembali berkembang ke arah pengalaman pengguna yang lebih menarik tanpa mengubah fungsi utama kartu.
Meski belum diketahui apakah teknologi ini akan menjadi tren baru di industri pembayaran, langkah Revolut menunjukkan bahwa desain kartu fisik masih memiliki ruang untuk terus berinovasi di tengah pesatnya penggunaan dompet digital dan pembayaran berbasis smartphone.

