RANS Entertainment Siap IPO, Kaesang hingga Dony Oskaria Masuk Pemilik Saham
Cuan Insight– PT RANS Entertainment Indonesia Tbk semakin dekat menuju pasar modal. Perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh Raffi Ahmad ini resmi mengungkap struktur pemegang saham menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui prospektus ringkas yang diterbitkan perusahaan, RANS Entertainment mengungkap sejumlah nama yang tercatat sebagai pemegang saham sebelum perusahaan melantai di bursa. Selain Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terdapat pula nama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep hingga Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Raffi Ahmad Kuasai Hampir 79 Persen Saham
Sebagai pendiri sekaligus figur utama di balik perkembangan bisnis RANS, Raffi Ahmad masih menjadi pemegang saham terbesar perusahaan. Dalam dokumen prospektus, Raffi tercatat memiliki sekitar 7,93 miliar saham atau setara 78,68 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum IPO.
Posisi tersebut membuat Raffi tetap menjadi pemegang kendali utama perusahaan. Bahkan setelah IPO selesai dilaksanakan, kepemilikannya masih diperkirakan berada di kisaran 62,93 persen, sehingga statusnya sebagai pengendali perseroan tetap terjaga.
Raffi juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengalihkan pengendalian perusahaan selama tiga tahun setelah pencatatan saham perdana, kecuali jika diperlukan untuk memenuhi ketentuan hukum atau keputusan otoritas terkait.

Kaesang Pangarep dan Dony Oskaria Masuk Daftar Pemegang Saham
Selain Raffi Ahmad, beberapa nama terkenal turut masuk dalam daftar pemegang saham RANS Entertainment. Dony Oskaria yang saat ini menjabat COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN tercatat memiliki 345,25 juta saham atau sekitar 3,42 persen.
Sementara itu, Kaesang Pangarep yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSI memiliki sekitar 115,25 juta saham atau setara 1,14 persen dari total saham perusahaan sebelum IPO.
Nama lainnya yang turut tercatat sebagai pemilik saham adalah Nagita Slavina dengan kepemilikan 1,24 persen dan Presiden Direktur PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono, dengan porsi 1,43 persen.
Keberadaan sejumlah figur publik dan pelaku industri dalam struktur pemegang saham menunjukkan besarnya jaringan bisnis yang dimiliki RANS Entertainment.
Target Himpun Dana Hingga Rp429 Miliar
Dalam aksi korporasi ini, RANS Entertainment berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Perseroan menawarkan saham kepada investor pada kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per lembar saham. Jika seluruh saham terserap pasar pada harga tertinggi, perusahaan berpotensi meraup dana segar hingga sekitar Rp429,25 miliar.
Dana hasil IPO tersebut diharapkan dapat memperkuat ekspansi bisnis perusahaan sekaligus mendukung berbagai pengembangan usaha di sektor media, hiburan, dan pengelolaan kekayaan intelektual.
Bisnis RANS Tak Lagi Sekadar Konten Digital
Selama ini RANS Entertainment dikenal luas melalui produksi konten digital dan kanal media sosial yang dimiliki Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Namun dalam perkembangannya, perusahaan telah memperluas lini bisnis ke berbagai sektor. Aktivitas usaha RANS kini mencakup produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara dan pertunjukan, bisnis periklanan, taman hiburan, hingga aktivitas holding company.
Diversifikasi bisnis tersebut menjadi salah satu modal penting bagi perusahaan dalam menarik minat investor saat memasuki pasar modal Indonesia.
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainment Sebelum IPO
Berikut komposisi pemegang saham RANS Entertainment sebelum IPO:
Raffi Farid Ahmad: 78,68%
PT Indonesia Entertainmen Grup: 9,04%
Soultan Ariq Rachman: 3,43%
Dony Oskaria: 3,42%
Sutanto Hartono: 1,43%
Nagita Slavina Mariana Tengker: 1,24%
Kaesang Pangarep: 1,14%
Hikmat Janika: 0,86%
PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi: 0,76%
Dengan langkah IPO ini, RANS Entertainment berupaya membuka babak baru sebagai perusahaan terbuka sekaligus memperkuat posisinya di industri media dan hiburan nasional yang terus berkembang.

