Harga Minyakita Tembus Rp15.915/Liter Lewati HET, Alarm Inflasi?
Cuaninsight – Pemerintah mulai menyoroti kenaikan harga Minyakita yang kini telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasarkan data terbaru, harga rata-rata nasional mencapai Rp15.915 per liter per 4 Mei 2026, sedikit di atas batas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Minyakita merupakan salah satu komoditas penting bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Kenaikan Dipicu Harga CPO dan Biaya Produksi
Menurut Kementerian Perdagangan, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal. Direktur Bina Pasar Dalam Negeri, Nawandaru Dwi Putra, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar global menjadi salah satu penyebab utama.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku plastik untuk kemasan juga turut memberikan tekanan tambahan. Faktor ini berkaitan dengan gangguan rantai pasok global, termasuk dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pasokan DMO Menurun, Harga Kian Tertekan
Dari sisi pasokan, pemerintah mencatat adanya penurunan realisasi Domestic Market Obligation (DMO) dari produsen minyak goreng. Pada Maret 2026, realisasi DMO masih berada di atas 100.000 ton, namun turun menjadi sekitar 90.000 ton pada April.
Penurunan ini membuat pasokan dalam negeri menjadi lebih terbatas, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
Fluktuasi DMO ini juga tidak lepas dari dinamika ekspor produk turunan kelapa sawit yang memengaruhi prioritas distribusi produsen.
Peran Perum Bulog dalam Menjaga Distribusi
Di tengah tekanan harga, Perum Bulog sebagai operator distribusi memastikan penyaluran Minyakita tetap berjalan. Direktur Operasi Bulog, Andi Afdal, menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Bulog juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan tetap tersedia, terutama di wilayah dengan tantangan distribusi seperti Indonesia bagian timur.
Selain itu, Bulog terus meningkatkan efisiensi distribusi serta menambah kapasitas penyimpanan guna menjaga ketersediaan stok.

Upaya Stabilisasi Harga dan Pasokan
Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga Minyakita, di antaranya:
Memperkuat sistem distribusi agar lebih merata
Meningkatkan kapasitas gudang penyimpanan
Menjaga koordinasi dengan produsen dan distributor
Memastikan penyaluran tepat sasaran
Langkah ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap minyak goreng bersubsidi.
Dampak ke Masyarakat dan Inflasi
Kenaikan harga Minyakita berpotensi memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Selain itu, komoditas ini juga memiliki kontribusi terhadap inflasi pangan.
Oleh karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga serta memastikan kebijakan yang diambil mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga.
Penutup
Kenaikan harga Minyakita hingga melampaui HET menjadi sinyal bahwa tekanan pada sektor pangan masih berlangsung. Faktor global dan domestik sama-sama memengaruhi kondisi ini.
Ke depan, keberhasilan menjaga stabilitas harga akan sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah, produsen, dan distributor dalam memastikan pasokan tetap terjaga dan harga tetap terkendali.

