Cinema XXI Raup Rp1,1 Triliun di Q1 2026, Laba Melejit 81%!
Cuaninsight – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI (CNMA) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang impresif. Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal pertama 2026, meningkat 18,2% secara tahunan dibandingkan Rp929,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah dinamika industri hiburan.
Tiket Bioskop dan F&B Jadi Penopang Utama
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penjualan tiket bioskop yang menyumbang sekitar 60,6% dari total pendapatan. Lini ini mencatatkan pertumbuhan 14,3% yoy menjadi Rp665,3 miliar.
Sementara itu, segmen makanan dan minuman (food and beverage/F&B) juga menunjukkan performa solid dengan kontribusi 32,6%. Pendapatan F&B tumbuh 15,9% yoy menjadi Rp357,6 miliar, didukung oleh tingkat belanja per penonton yang tetap stabil.
Sisanya berasal dari pendapatan lain seperti iklan dan platform digital yang turut memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan.
Profitabilitas Melonjak, EBITDA Naik 81,2%
Tidak hanya dari sisi pendapatan, Cinema XXI juga mencatat peningkatan signifikan pada profitabilitas. EBITDA perusahaan mencapai Rp226,9 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 81,2% dibandingkan Rp125,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional seiring ekspansi bisnis yang terus berjalan.
Neraca Kuat dan Arus Kas Meningkat
Dari sisi keuangan, Cinema XXI memiliki fundamental yang cukup solid. Hingga 31 Maret 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp6,72 triliun, dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp1,75 triliun.
Total ekuitas berada di level Rp4,34 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan menjadi Rp106,6 miliar, dibandingkan Rp28,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Film Lokal Jadi Katalis Pertumbuhan
Kinerja positif Cinema XXI juga didorong oleh kuatnya performa film nasional, terutama selama periode libur Idul Fitri. Tercatat, ada tujuh film lokal yang masing-masing berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, meningkat dari hanya tiga film pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tren ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal, sekaligus membuka peluang pertumbuhan lebih besar bagi industri perfilman domestik.
Strategi 2026: Inovasi F&B dan Layanan
Ke depan, Cinema XXI berencana terus memperkuat lini F&B melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan. Strategi ini mencakup pengembangan variasi menu serta percepatan penyajian di seluruh jaringan bioskop.
Selain itu, perusahaan juga tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi investor. Hal ini ditunjukkan melalui pembayaran dividen tunai sebesar Rp7 per saham serta distribusi saham treasury hasil buyback kepada pemegang saham.
Dengan kinerja yang solid di awal tahun, Cinema XXI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.

