Dyah Roro Esti Produk Lokal Bisa Jadi Diplomasi Indonesia

CuaninsightUpaya memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau pelaku usaha semata. Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menilai masyarakat juga memiliki peran strategis dalam mempromosikan produk dalam negeri ke dunia internasional.

Menurutnya, setiap individu bisa menjadi duta informal bagi produk lokal Indonesia. Melalui kebiasaan sederhana seperti menggunakan produk dalam negeri saat bepergian ke luar negeri atau saat berinteraksi dengan masyarakat internasional, citra produk Indonesia dapat semakin dikenal di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Roro dalam wawancara siniar bersama ANTARA News Agency di Jakarta. Ia menegaskan bahwa rasa bangga terhadap produk nasional dapat menjadi kekuatan besar untuk mendorong perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Self-Diplomacy Lewat Produk Lokal

Roro menjelaskan konsep “self-diplomacy” sebagai bentuk diplomasi mandiri yang dilakukan masyarakat melalui penggunaan dan promosi produk lokal. Dalam konteks ini, masyarakat dapat berperan sebagai ambassador bagi produk Indonesia tanpa harus menjadi diplomat resmi.

Ia mencontohkan, ketika seseorang mengenakan pakaian lokal, menggunakan tas buatan UMKM Indonesia, atau membawa kerajinan khas daerah saat bepergian ke luar negeri, hal tersebut secara tidak langsung memperkenalkan identitas ekonomi kreatif Indonesia kepada dunia.

Cara ini dinilai efektif karena promosi produk tidak hanya dilakukan secara formal melalui pameran atau perdagangan internasional, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari antar masyarakat lintas negara.

Lebih jauh, kebanggaan terhadap produk lokal juga berkontribusi pada pertumbuhan UMKM dalam negeri. Ketika permintaan meningkat, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan ekspansi pasar.

Peran Pemerintah Dorong UMKM Go Global

Selain mendorong partisipasi masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia juga terus memperluas berbagai program untuk membantu pelaku UMKM menembus pasar ekspor.

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 atau TEI ke-41. Ajang pameran perdagangan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

Pemerintah menargetkan pameran ini mampu menghasilkan nilai transaksi hingga 17,5 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp293 triliun. Target tersebut dinilai realistis mengingat tren ekspor Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Data pemerintah mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia pada 2025 mengalami peningkatan sekitar 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Fasilitasi Business Matching untuk Pelaku Usaha

Dalam rangka meningkatkan peluang transaksi, Kemendag juga menyediakan fasilitas business matching bagi para pelaku usaha yang mengikuti pameran.

Roro menjelaskan bahwa proses ini bahkan sudah dimulai sejak tahap pendaftaran peserta pameran. Para exhibitor akan dipertemukan dengan calon pembeli potensial dari berbagai negara.

Fasilitasi ini melibatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk atase perdagangan dan perwakilan diplomatik di lebih dari 30 negara. Dengan sistem tersebut, peluang kerja sama bisnis dapat dipersiapkan lebih matang sebelum pameran dimulai.

Selain pertemuan bisnis, TEI juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti seminar, talkshow, dan forum diskusi yang memungkinkan pelaku usaha memperluas jaringan serta memperoleh wawasan baru tentang pasar global.

Momentum Memperluas Pasar Produk Indonesia

Roro menekankan bahwa peluang untuk memperluas pasar ekspor terbuka lebar, tetapi membutuhkan sikap proaktif dari pelaku usaha. Networking, peningkatan kualitas produk, serta pemahaman pasar internasional menjadi faktor penting agar produk Indonesia mampu bersaing secara global.

Ia berharap Trade Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis semata, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelaku usaha nasional. Dengan demikian, UMKM Indonesia dapat semakin siap menghadapi kompetisi global.

Menurut Roro, jika masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dapat bergerak bersama, produk Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kuat di pasar internasional. Dalam konteks tersebut, kebanggaan menggunakan produk lokal bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan juga bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *