Rokok Elektrik Naik Kelas! Cukai Tumbuh 7,38% di 2025

Cuaninsight – Industri rokok elektrik atau e-cigarette di Indonesia menunjukkan geliat pertumbuhan yang semakin terstruktur. Setelah melalui fase konsolidasi sepanjang 2025—yang ditandai dengan penyesuaian regulasi dan penguatan pengawasan—sektor ini kini bergerak menuju ekosistem yang lebih matang dan berorientasi pada kualitas.

Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat, penerimaan cukai rokok elektrik sepanjang 2025 tumbuh 7,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi indikator bahwa meskipun regulasi diperketat, industri tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan.

Kontribusi Terbesar dari Sistem Terbuka

Pertumbuhan penerimaan cukai didominasi oleh produk rokok elektrik cair sistem terbuka (open-system). Segmen ini dikenal memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam memilih varian cairan (liquid) serta perangkat yang digunakan.

Di posisi berikutnya, kontribusi datang dari sistem tertutup (closed-system) dan produk berbentuk padat. Diversifikasi model produk ini mencerminkan semakin luasnya preferensi konsumen di pasar domestik.

Kenaikan penerimaan cukai juga menunjukkan semakin tingginya kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban fiskal. Hal ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas industri dalam jangka panjang.

Standardisasi dan Kepatuhan Jadi Fondasi

Commercial and Corporate Director PT Delta Sukses Teknologi, Ira Octaviera, menegaskan bahwa keberlanjutan industri sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjaga standar kualitas dan kepatuhan regulasi.

Menurutnya, inovasi memang penting, namun harus berjalan selaras dengan transparansi serta komitmen menghadirkan produk yang bertanggung jawab bagi konsumen.

Sepanjang 2025, industri rokok elektrik mengalami fase penyesuaian signifikan, termasuk dalam aspek distribusi, pelabelan, hingga tata kelola pemasaran. Proses ini dinilai sebagai bagian dari pendewasaan ekosistem usaha.

Fokus pada Penguatan Praktik Bisnis

Merespons dinamika pasar, PT Delta Sukses Teknologi menegaskan komitmennya memastikan seluruh proses produksi, distribusi, dan pemasaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga melakukan diversifikasi portofolio produk baik di segmen closed-system maupun open-system. Strategi ini ditempuh untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam, tanpa mengesampingkan kualitas dan kepatuhan sebagai prioritas utama.

Langkah tersebut mencerminkan pergeseran strategi industri, dari sekadar ekspansi pasar menjadi penguatan fondasi bisnis.

Inovasi Produk dan Aspek Performa

Setelah peluncuran DJOY pada Oktober 2024, perusahaan menghadirkan DJOY Beam Series pada September 2025 dengan peningkatan pada aspek performa dan konsistensi penggunaan di kategori closed-system.

Di segmen open-system, lini produk DWAY turut diperkenalkan melalui DWAY Stark pada Mei 2025, disusul DWAY Ultra pada November. Perangkat ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas serta pengalaman penggunaan yang lebih stabil.

Sebagai bagian dari komitmen mutu, seluruh lini produk perusahaan telah melalui pengujian di laboratorium nasional maupun internasional. Produk juga memenuhi ketentuan Tobacco Products Directive Safety (2014/40/EU) Uni Eropa, khususnya terkait keamanan bahan baku.

Komitmen pada Edukasi dan Batasan Usia

Selain kualitas produk, perusahaan menerapkan kebijakan penjualan terbatas bagi konsumen berusia 21 tahun ke atas (21+). Pendekatan ini diperkuat dengan edukasi serta transparansi informasi sebagai bagian dari praktik usaha yang bertanggung jawab.

Langkah tersebut sejalan dengan tren global, di mana regulasi rokok elektrik semakin menitikberatkan pada perlindungan konsumen dan pengawasan distribusi.

Prospek Industri 2026: Menuju Ekosistem Lebih Tertata

Memasuki 2026, industri rokok elektrik diperkirakan bergerak menuju fase standarisasi yang lebih jelas dengan pengawasan yang semakin terstruktur. Konsumen pun semakin kritis terhadap kualitas produk serta keterbukaan informasi.

Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan komunitas menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem yang sehat. Pertumbuhan pasar tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan, melainkan juga tingkat kepatuhan dan kepercayaan publik.

Dengan penerimaan cukai yang tumbuh 7,38% serta penguatan tata kelola, industri rokok elektrik Indonesia menunjukkan arah menuju keberlanjutan jangka panjang—lebih tertata, transparan, dan berbasis kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *