Indosat Ooredoo Hutchison Makin Percaya Diri, Laba Melonjak 53,5% di Akhir 2025

Cuaninsight – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) membuka tahun 2026 dengan optimisme tinggi setelah mencatatkan kinerja keuangan solid pada kuartal terakhir 2025. Emiten sektor telekomunikasi ini berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan lonjakan laba dua digit, menegaskan daya saingnya di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

Kinerja impresif tersebut menjadi fondasi penting bagi langkah ekspansi dan transformasi digital perseroan di tahun berjalan.

Pendapatan Tumbuh 9%, Tembus Rp15,36 Triliun

Secara finansial, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp15,36 triliun pada penghujung 2025. Angka ini meningkat 9% secara kuartalan (quarter-on-quarter) dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga momentum bisnis, terutama di tengah dinamika industri telekomunikasi yang sarat persaingan harga dan kebutuhan investasi jaringan yang besar.

Kenaikan pendapatan ini juga mencerminkan strategi monetisasi layanan data yang semakin efektif, seiring meningkatnya konsumsi internet masyarakat.

Laba Bersih Melonjak 53,5%

Sorotan utama kinerja Indosat terlihat pada sisi profitabilitas. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak signifikan hingga 53,5% secara kuartalan.

Tak hanya itu, EBITDA perusahaan juga tumbuh 12%, mengindikasikan peningkatan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang disiplin.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian beban operasional menjadi faktor kunci di balik lonjakan laba dua digit ini. Bagi investor, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa strategi transformasi bisnis mulai membuahkan hasil nyata.

ARPU Naik ke Rp44 Ribu Berkat Integrasi AI

CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam memperkuat jaringan serta menghadirkan layanan yang semakin personal melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Salah satu indikator keberhasilan strategi tersebut terlihat dari kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) yang mencapai Rp44 ribu.

Peningkatan ARPU didorong oleh implementasi teknologi AI yang lebih intuitif, termasuk sistem perlindungan scam dan spam berbasis AI 360 derajat. Inovasi ini memberikan pengalaman digital yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan.

Dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap keamanan layanan, konsumsi data pun terdorong naik, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna.

Ekspansi 5G dan HiFi Air ke 24 Kota

Tak hanya fokus pada layanan seluler, Indosat juga agresif memperluas pasar internet rumah melalui layanan fixed wireless access (FWA) bertajuk HiFi Air.

Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konektivitas rumah tangga yang stabil, terutama untuk mendukung aktivitas kerja jarak jauh, belajar daring, dan hiburan digital.

Hingga akhir 2025, layanan 5G dan HiFi Air telah menjangkau 24 kota besar di Indonesia. Ekspansi tersebut menghasilkan sekitar 400.000 pelanggan Home Broadband, memperkuat posisi Indosat sebagai penyedia layanan konektivitas terintegrasi.

Diversifikasi layanan ini dinilai strategis karena membuka sumber pendapatan baru di luar segmen seluler tradisional.

Transformasi Menuju AI-Native Techco

Ke depan, Indosat menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi AI-native techco, yakni perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mengintegrasikan AI ke dalam infrastruktur jaringan dan operasional bisnis.

Transformasi ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang lebih canggih, efisien, dan inklusif. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Bagi pasar modal, kinerja laba dua digit dan pertumbuhan EBITDA menjadi katalis positif bagi prospek saham ISAT di 2026. Apabila momentum pertumbuhan ini berlanjut, bukan tidak mungkin Indosat mampu memperkuat valuasi dan meningkatkan kepercayaan investor.

Forecast Penuh Optimisme

Indosat Ooredoo Hutchison berhasil menutup 2025 dengan kinerja gemilang. Pendapatan tumbuh 9%, laba bersih melonjak 53,5%, dan EBITDA naik dua digit. Kenaikan ARPU ke Rp44 ribu serta ekspansi 5G dan HiFi Air menjadi motor utama pertumbuhan.

Dengan strategi transformasi menuju AI-native techco, Indosat memasuki 2026 dalam posisi yang lebih solid, baik dari sisi operasional maupun fundamental keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *