BMRI Tebar Dividen Interim Rp9,3 Triliun , Asing Borong Saham & Harga Melonjak

Cuaninsight – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menutup akhir tahun 2025 dengan sentimen positif bagi para investor. Emiten perbankan pelat merah ini resmi mengumumkan pembagian dividen interim senilai Rp100 per saham, pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Pengumuman tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis, 19 Desember 2025, dan langsung menjadi sorotan pelaku pasar.

Keputusan manajemen membagi dividen di tengah tahun buku berjalan menjadi sinyal kuat bahwa laba perseroan sepanjang 2025 berjalan stabil, arus kas solid, dan fundamental perbankan tetap agresif — terutama setelah sektor perbankan mengakhiri fase tekanan global.

Dividen Mencapai Rp9,3 Triliun

Jika dihitung berdasarkan total saham beredar 93,3 miliar lembar, total dividen interim yang dikucurkan BMRI mencapai Rp9,3 triliun. Nominal tersebut sekaligus mengafirmasi kemampuan BMRI mempertahankan permodalan tebal sembari tetap memberi nilai kepada investor.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa penetapan dividen memperhatikan komposisi saham treasury dari program buyback sebelumnya. Namun, jadwal pembagian dividen masih belum diumumkan dan akan diinformasikan terpisah.

Dalam keterangannya, Adhika menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen interim tahun buku 2025 tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, legal, maupun kelangsungan usaha. Artinya, modal kerja dan ekspansi kredit tidak terganggu.

Yield Sekitar 1,9%

Mengacu pada harga penutupan saham BMRI pada Kamis (18/12/2025) di Rp5.150 per saham, dividen interim Rp100 menghasilkan dividend yield sekitar 1,9%. Untuk ukuran interim — bukan dividen final — angka tersebut tergolong menarik, terutama bagi investor yang mencari stabilitas pendapatan.

Konteksnya semakin menarik karena Bank Mandiri dikenal rutin memberikan dividen dengan payout ratio stabil. Jika kinerja 2025 berakhir di atas proyeksi, bukan hal mustahil dividen final kembali mendorong total yield melebihi rerata industri.

Investor Asing Serbu BMRI

Sentimen pembagian dividen ternyata berbanding lurus dengan minat investor global. Data menunjukkan net buy asing mencapai Rp328,9 miliar di pasar reguler selama periode 15–17 Desember 2025. Sepanjang pekan berjalan, total 974 juta saham BMRI diserap investor asing, dengan rata-rata pembelian Rp4.975,2 per saham.

Akumulasi tersebut menjadi yang terbesar di bursa reguler, menandakan posisi BMRI sebagai blue-chip favorit investor internasional. Kombinasi dividen, kinerja operasional, hingga efisiensi digital dianggap masih membuka ruang apresiasi harga lebih lanjut.

Aliran dana internasional ini ikut mengerek BMRI menembus level Rp5.150, atau naik 6,63% dalam satu minggu perdagangan. Dengan kapitalisasi besar, lonjakan ini bukan gerak spekulatif semata, melainkan refleksi confidence pasar pada outlook Bank Mandiri.

Momentum Konsolidasi dan Ekspansi Kredit

Tahun 2025 tercatat sebagai periode konsolidasi agresif Bank Mandiri. Dari sisi kredit, BMRI terus memperkuat sektor produktif nasional dan pembiayaan UMKM. Sementara itu, digitalisasi melalui aplikasi Livin dan Kopra meningkatkan basis CASA serta efisiensi biaya operasional.

Pembagian dividen interim menegaskan satu hal: BMRI memiliki ruang ekspansi tanpa mengorbankan kesehatan modal. CAR masih solid, NPL terjaga, dan earning power menjaga kepercayaan publik.

Bagi investor ritel, langkah ini memberi dua nilai tambah:

Cash return langsung melalui dividen interim

Potensi capital gain jika tren akumulasi asing berlanjut

Jika manajemen kembali mengumumkan dividen final setelah RUPS 2026, maka para pemegang saham berpotensi menikmati total yield lebih besar dari level saat ini.

Menarik untuk Jangka Pendek dan Panjang

Dalam konteks portofolio investasi, BMRI kini berada di persimpangan menarik:

Secara valuasi, harga saat ini masih kompetitif dibandingkan IHSG sektor finansial

Arah kebijakan moneter domestik mendukung ekspansi kredit 2026

Likuiditas asing memberi katalis penguatan harga lebih lanjut

Dividen interim memperbaiki sentimen investor income-based

Kombinasi faktor tersebut menjadikan BMRI layak dipantau, bukan hanya oleh investor value, tetapi juga institutional player yang mencari eksposur di pasar Indonesia.

Sampai artikel ini ditulis, investor masih menunggu:

Jadwal cum date

Ex date

Recording date resmi

Rencana pembagian dividen final tahun buku 2025

Namun satu hal sudah jelas: sinyal pasar berpihak pada BMRI, dan first interim dividend after years menjadi bukti kepercayaan diri emiten besar ini menghadapi 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *