Siap-Siap, Tarif Tol Bandara Soetta Segera Naik! Ini Rinciannya
Cuaninsight – Buat Sobat Cuan yang sering bolak-balik ke Bandara Soekarno-Hatta, siap-siap ya. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi mengumumkan rencana penyesuaian tarif untuk Ruas Tol Sedyatmo—jalur utama yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kabar ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @official.jmmetropolitan pada Senin, 8 Desember 2025, dan kini menjadi sorotan banyak pengguna tol.
Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1325/KPTS/M/2025. Artinya, perubahan tarif tinggal menunggu pemberlakuan resmi dalam waktu dekat.
Tarif Baru: Golongan I Aman, Golongan II–V Mulai Menyesuaikan
Kabar baik untuk pengendara mobil pribadi pengguna Tol Sedyatmo: Golongan I tidak mengalami kenaikan. Artinya, tarif Rp 8.500 tetap berlaku seperti sebelumnya.
Namun, bagi kendaraan berat dan logistik, penyesuaian mulai diberlakukan. Jasa Marga menegaskan perubahan ini hanya menyasar Golongan II, III, IV, dan V, yang umumnya adalah truk dan kendaraan berporos ganda.
Berikut rincian tarif terbaru Tol Sedyatmo:
Golongan I: Rp 8.500
Golongan II: Rp 11.500
Golongan III: Rp 11.500
Golongan IV & V: Rp 12.500
Jasa Marga menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kemampuan bayar pengguna jalan, pengembalian investasi, standarisasi pelayanan minimal (SPM), hingga upaya peningkatan kualitas layanan di ruas tol strategis menuju bandara tersebut.

Kenapa Tarif Tol Disesuaikan?
Penyesuaian tarif jalan tol sebenarnya bersifat rutin dan mengacu pada regulasi pemerintah. Setiap dua tahun sekali, operator tol berhak mengajukan evaluasi tarif berdasarkan inflasi dan kualitas layanan.
Tujuannya bukan sekadar menaikkan harga, melainkan memastikan kondisi jalan tetap optimal, aman, dan sesuai standar. Ruas Tol Sedyatmo sendiri termasuk salah satu jalur tersibuk karena menjadi akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta yang melayani jutaan penumpang setiap bulan.
Dengan intensitas lalu lintas yang tinggi, kebutuhan perawatan, peningkatan fasilitas, hingga pengembangan infrastruktur menjadi alasan kuat diterapkannya penyesuaian tarif tersebut.
Kinerja Jasa Marga di 2025: Stabil Meski Tantangan Menanti
Di balik kabar penyesuaian tarif, Jasa Marga juga merilis performa keuangan hingga kuartal III 2025. Perseroan melaporkan laba inti mencapai Rp 2,74 triliun, tumbuh 5,02% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan Jasa Marga masih dalam kondisi fundamental yang kuat.
Kontribusi pendapatan usaha juga naik, dengan total pendapatan mencapai Rp 14,52 triliun, termasuk:
Rp 13,42 triliun dari pendapatan tol
Rp 1,11 triliun dari usaha lain
Selain itu, EBITDA juga tumbuh 4,93% menjadi Rp 9,73 triliun, mempertahankan margin yang solid.
Namun di sisi lain, laporan keuangan JSMR ke Bursa Efek Indonesia menunjukkan pendapatan hingga September 2025 justru mengalami penurunan 6,1% menjadi Rp 21,08 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menurun 17,32%.
Walau begitu, Jasa Marga tetap memegang posisi sebagai market leader jalan tol di Indonesia, mengelola total 1.294 km ruas tol beroperasi—setara 42% dari total jalan tol yang ada di tanah air.
Langkah Strategis Jasa Marga
Pada Juli 2025, perseroan mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan adendum Shareholders Agreement (SHA) bersama PT Adhi Karya untuk PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ). Langkah ini memungkinkan konsolidasi entitas tanpa mengubah struktur kepemilikan sehingga operasional dapat berjalan sinergis.
Keputusan-keputusan strategis ini menunjukkan bahwa Jasa Marga terus berupaya memperkuat posisi bisnisnya di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan infrastruktur jalan tol yang terus meningkat.
Kesimpulan
Dengan diberlakukannya penyesuaian tarif Tol Sedyatmo dalam waktu dekat, pengguna—khususnya kendaraan berat—perlu mulai mempersiapkan diri. Meski begitu, tarif mobil pribadi tetap aman tanpa perubahan.
Bagi masyarakat, informasi ini penting mengingat Tol Sedyatmo adalah akses penentu bagi ribuan orang setiap hari, mulai dari pekerja bandara, penumpang pesawat, hingga operator logistik. Sementara itu, bagi Jasa Marga, penyesuaian tarif menjadi langkah untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung stabilitas finansial perusahaan.

