Investasi AI di Asia Pasifik Melejit, Tantangan SDM Mengintai
Cuaninsight – Riset terbaru bertajuk Pulse of Change dari Accenture menegaskan bahwa kawasan Asia Pasifik tengah memasuki fase percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dari hasil survei terhadap 700 pimpinan perusahaan dan 713 karyawan di berbagai sektor, 86% pimpinan organisasi berencana meningkatkan investasi pada teknologi AI sepanjang tahun 2025, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.
Menurut laporan itu, AI kini bukan lagi sekadar alat bantu otomasi, melainkan sudah menjadi “rekan kerja digital” dalam aktivitas harian, mulai dari analisis data, pengambilan keputusan, hingga pembelajaran mandiri.
Kesenjangan SDM Jadi Hambatan Serius
Namun di balik optimisme tersebut, terdapat satu masalah besar: kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Lebih dari 73% karyawan di Asia Pasifik menilai perkembangan teknologi AI berjalan jauh lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan menyediakan pelatihan dan peningkatan keterampilan.
Hanya 41% pimpinan organisasi yang menempatkan pelatihan SDM sebagai prioritas utama dalam strategi transformasi digital mereka. Akibatnya, jurang antara ambisi perusahaan dan kemampuan tenaga kerja semakin melebar.
Padahal, data Accenture menunjukkan 57% karyawan merasa AI membantu meningkatkan kompetensi mereka, dan 51% mengaku lebih percaya diri dalam mengambil keputusan berkat dukungan teknologi tersebut.
Meski begitu, semangat belajar para pekerja tetap tinggi. Sekitar 57% karyawan aktif mengikuti kursus online, sementara 52% lainnya memanfaatkan blog dan media sosial untuk memahami lebih dalam tentang AI.
Asia Tenggara di Tengah Gelombang Disrupsi Berkelanjutan
Anoop Sagoo, CEO Accenture untuk Asia Tenggara, mengatakan kawasan ini tengah berada di masa “disrupsi berkelanjutan”, di mana perubahan menjadi satu-satunya hal yang konstan.
“Banyak organisasi sangat antusias berinvestasi pada AI, namun kesenjangan dalam pelatihan dan pengembangan kemampuan SDM menahan potensi penuh dari transformasi tersebut,” ujarnya.
Menurut Anoop, kemauan karyawan untuk belajar dan beradaptasi harus dilihat sebagai sinyal positif bagi perusahaan untuk segera membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Indonesia: Potensi Besar, Tapi Perlu Strategi SDM yang Kuat
Di tingkat nasional, Country Managing Director Accenture Indonesia, Jayant Bhargava, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta transformasi AI global.
“Percepatan digitalisasi, otomatisasi, dan AI sudah terlihat di berbagai sektor. Namun banyak organisasi masih berfokus pada teknologi, bukan peningkatan kemampuan talenta,” jelas Jayant.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak akan optimal tanpa pengembangan SDM, budaya kerja adaptif, dan proses internal yang selaras dengan inovasi.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan AI yang inklusif dan berkelanjutan. Kombinasi ekosistem startup yang dinamis, ekonomi digital yang berkembang, serta dukungan pemerintah melalui Strategi Nasional AI, menjadi fondasi kuat untuk mendorong percepatan adopsi AI di Tanah Air.
Agentic AI: Langkah Berikutnya dalam Evolusi Kecerdasan Buatan
Laporan Accenture juga menyoroti peningkatan adopsi agentic AI — sistem cerdas yang mampu mengambil keputusan dengan intervensi manusia minimal.
Sebanyak 63% pimpinan organisasi di Asia Pasifik telah berinvestasi dalam pengembangan agentic AI, sementara 57% sudah menjalankan uji coba awal.
Meski di tingkat operasional baru 45% karyawan rutin menggunakan AI agents, penerimaan terhadap teknologi ini terbilang tinggi:
83% karyawan merasa nyaman mendelegasikan tugas ke AI, dan
82% percaya AI memberi ruang bagi pekerjaan yang lebih strategis dan kreatif.
Investasi Naik, Tapi SDM Harus Dipercepat
Secara keseluruhan, riset Accenture memperlihatkan optimisme besar terhadap potensi AI di Asia Pasifik, namun juga mengingatkan bahwa kesiapan manusia tetap menjadi faktor penentu utama.
Jika perusahaan ingin menuai hasil maksimal dari investasi AI mereka, maka strategi pelatihan dan pengembangan SDM harus berjalan seiring dengan inovasi teknologi yang mereka adopsi.

