Mengintip 5 Mal Terbesar di Indonesia dan Perannya dalam Industri Ritel Modern

Cuaninsight – Industri ritel Indonesia terus bergerak dinamis, dan pusat perbelanjaan menjadi simbol transformasi tersebut. Dalam satu dekade terakhir, konsep mal tak lagi sekadar tempat berbelanja, tetapi telah berevolusi menjadi lokus gaya hidup, pusat hiburan, hingga arena kegiatan ekonomi yang menopang aktivitas masyarakat urban.

Untuk mengukur skala sebuah mal, parameter paling penting adalah Net Leasable Area (NLA)—luas area sewa yang menggambarkan kapasitas operasional dan potensi komersialnya. Mengacu pada ukuran ini, Indonesia memiliki sejumlah mal raksasa yang tak hanya luas, tetapi juga menjadi ikon kawasan sekaligus magnet bagi investor, tenant, dan pengunjung.

Berikut adalah lima mal terbesar di Indonesia berdasarkan NLA, lengkap dengan karakteristik dan daya tariknya.

1. Pakuwon Mall Surabaya – ±200.000 m²

Tak terbantahkan, Pakuwon Mall Surabaya masih memegang posisi sebagai mal terbesar di Indonesia. Berlokasi di Surabaya Barat, mal ini menjadi bagian integral dari superblok prestisius Pakuwon Indah CBD, menjadikannya pusat gaya hidup sekaligus episentrum ekonomi kawasan.

Sejak ekspansi masif pada 2017 yang menambah sekitar 76.000 m² area baru, Pakuwon Mall kini menaungi lebih dari 1.000 tenant—mulai dari fashion global, kuliner premium, pusat olahraga, hingga ruang pameran berskala besar. Desain interior modern dan arsitektur megah memperkuat posisinya sebagai ikon ritel Kota Surabaya.

Perannya tidak hanya sebagai pusat belanja, tetapi juga tempat penyelenggaraan berbagai event besar, konvensi, hingga konser, sehingga mendorong geliat sektor hospitality dan bisnis lokal.

2. Tunjungan Plaza (TP 1–6), Surabaya – 175.000 m²

Surabaya kembali menegaskan dominasinya dalam peta ritel nasional lewat Tunjungan Plaza, superblok legendaris yang terus berkembang sejak generasi pertamanya.

Dikelola oleh PT Pakuwon Jati Tbk, TP terdiri dari enam blok yang saling terhubung, menjadikannya salah satu kompleks pusat perbelanjaan paling lengkap di Indonesia. Dengan lebih dari 550 toko ritel, TP mengusung konsep high-end shopping yang kuat, terutama di sektor fashion, lifestyle, dan kuliner.

Lokasinya yang strategis di jantung bisnis Surabaya menjadikan TP sebagai destinasi wajib bagi wisatawan dan shopper premium. Integrasi fungsi dari hotel, apartemen, hingga perkantoran menciptakan ekosistem gaya hidup yang tak lekang oleh waktu.

3. Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta Utara – 150.000 m²

Terletak di kawasan Kelapa Gading, salah satu pusat kelas menengah atas terbesar di Jakarta, MKG telah menjadi landmark sejak 1990. Mal ini terus berkembang melalui beberapa tahap perluasan hingga mencapai NLA 150.000 m².

Ciri khas MKG adalah konsep fashion–food–entertainment yang saling terintegrasi. Dengan dukungan area pendamping seperti La Piazza dan Gading Food City, MKG membangun ekosistem lifestyle yang kuat bagi keluarga urban, komunitas kreatif, dan pengunjung kuliner.

Popularitasnya semakin didorong oleh rangkaian event tematik, festival kuliner, hingga bazar besar yang rutin digelar setiap tahun.

4. Pondok Indah Mall (PIM 1–3), Jakarta Selatan – 145.000 m²

Berlokasi di kawasan hunian elite Pondok Indah, PIM kerap disebut sebagai “The Icon of Premium Shopping”. Dengan total NLA 145.000 m², kompleks PIM terdiri dari tiga gedung utama yang terhubung dengan akses yang nyaman.

Lebih dari 400 tenant mengisi PIM, mencakup kategori lengkap: fashion, beauty, perhiasan, grocery premium, gadget, hingga fasilitas kebugaran. Keunggulan PIM terletak pada kualitas kurasi tenant, pengalaman belanja yang nyaman, dan integrasi dengan fasilitas keluarga seperti wahana bermain dan bioskop kelas atas.

5. Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat – 140.000 m²

Grand Indonesia adalah salah satu mal paling ikonik di Indonesia—bukan karena ukurannya saja, tetapi karena lokasinya di segitiga emas Jakarta, tepat bersebelahan dengan Bundaran HI. Dengan NLA 140.000 m², GI terdiri dari East Mall dan West Mall yang dihubungkan oleh skybridge.

GI terintegrasi langsung dengan Hotel Indonesia Kempinski dan BCA Tower, sehingga menjadi pusat aktivitas kelas atas. Mall ini dikenal sebagai destinasi gaya hidup modern karena gabungan pengaruh komersial, hiburan, dan hospitality. Bahkan GI menyediakan area pet-friendly outdoor, sebuah fitur yang jarang dimiliki mal lain di Indonesia.

Tren Industri Ritel: Renovasi dan Reposisi Mal Lama

Menurut Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, pasar ritel tidak menunjukkan pertumbuhan pasokan baru hingga Kuartal III-2025. Tren yang berkembang justru renovasi dan re-konsep mal-mal lama seperti ITC Mangga Dua dan Cibubur Junction.

Fokus pengelola kini bukan lagi memperbanyak mal baru, tetapi mempertahankan daya saing melalui kualitas aset. Ini juga mengakibatkan harga sewa dasar rata-rata bertahan stabil di Rp 834.900/m²/bulan, karena mal besar lebih memilih menjaga citra premium daripada mengejar okupansi penuh dengan menurunkan tarif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *