56 Juta Pengguna! QRIS Indonesia Kini Jadi Saingan Kartu Kredit Dunia

Cuaninsight – Di tengah pesatnya arus transformasi digital, Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan lewat inovasi finansial karya anak bangsa: QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019, QRIS hadir sebagai solusi pembayaran non-tunai yang cepat, mudah, murah, dan aman — sekaligus menyatukan berbagai sistem pembayaran digital di tanah air.

Kini, hanya dengan satu kode QR, masyarakat bisa bertransaksi lintas platform e-wallet dan perbankan. Dari UMKM di pasar tradisional hingga kafe modern di ibu kota, QRIS menjadi wajah baru ekonomi digital Indonesia.

Lebih Populer dari Kartu Kredit: 56 Juta Pengguna Aktif

Capaian QRIS bukan sekadar sukses lokal, tetapi fenomena global. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pengguna QRIS kini telah menembus 56 juta orang, jauh melampaui jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia yang hanya sekitar 17 juta.

“QRIS ini sudah 56 juta penggunanya, bandingkan dengan credit card yang 17 juta. Makanya ditakuti,” ujar Airlangga dalam acara CEO Insight – Kompas 100 CEO Forum di Jakarta (4/11/2025).

Angka ini menegaskan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin percaya diri bertransaksi digital tanpa bergantung pada sistem pembayaran asing. Keunggulan QRIS terletak pada kemudahannya: cukup scan kode, bayar, dan selesai, tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu fisik.

QRIS Go International: Menembus Pasar ASEAN hingga Timur Tengah

Keberhasilan domestik hanyalah permulaan. Pemerintah kini tengah memperluas kerja sama lintas negara melalui skema Local Currency Transaction (LCT) dan Local Currency Settlement (LCS).
QRIS menjadi ujung tombak strategi tersebut.

“Dengan QRIS ini, kita sudah tembus berbagai negara termasuk lima negara ASEAN plus Jepang, dan didorong ke Uni Emirat Arab (UEA). Ini yang dikhawatirkan oleh berbagai negara,” jelas Airlangga.

BACA JUGA: BI Luncurkan QRIS di Jepang pada HUT RI ke-80, Ahoy!

Artinya, traveler asal Indonesia kelak bisa bertransaksi dengan QRIS di luar negeri tanpa perlu menukar mata uang asing, selama mitra negara tersebut tergabung dalam jaringan LCT/LCS.

Sebaliknya, wisatawan asing di Indonesia juga dapat bertransaksi langsung menggunakan sistem serupa dari negaranya. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin inovasi pembayaran digital di Asia Tenggara.

QRIS Sesuai Standar Internasional dan Siap Jadi Platform ASEAN

Sempat muncul kekhawatiran bahwa QRIS tidak akan kompatibel dengan sistem internasional. Namun, Airlangga memastikan bahwa QRIS sudah memenuhi standar global dan siap diintegrasikan dengan platform pembayaran lintas negara.

“Jawabannya iya. QRIS bisa digunakan di berbagai negara. ASEAN bahkan sedang membangun platform tersendiri, dan salah satu yang diusulkan untuk menjadi basis adalah milik Singapura,” katanya.

Dengan ekosistem yang terus tumbuh dan dukungan dari 56 juta pengguna, QRIS berpotensi menjadi standar pembayaran regional ASEAN di masa depan. Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta dan pemimpin inovasi digital.

Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

QRIS bukan sekadar alat pembayaran. Lebih jauh, ia menjadi simbol transformasi ekonomi digital nasional. Airlangga memproyeksikan sektor ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 15,5%–19% per tahun hingga 2045, atau tiga kali lipat lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata.

Pertumbuhan ini didorong oleh ekosistem digital yang semakin kuat, mulai dari pembayaran berbasis QRIS, e-commerce, hingga layanan keuangan berbasis teknologi.

“Ekonomi digital akan menjadi pilar utama menuju Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga optimistis.

QRIS: Bukti Nyata Indonesia Bisa Memimpin Dunia Digital

Keberhasilan QRIS membuktikan satu hal penting — bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing di tingkat global.
Dari hasil riset, pengembangan, hingga implementasi, semua dilakukan oleh talenta lokal yang kini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju di bidang fintech.

QRIS bukan hanya soal efisiensi transaksi, tetapi juga tentang kemandirian, kebanggaan, dan masa depan ekonomi digital nasional.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, QRIS akan terus menjadi simbol kemajuan finansial dan ekonomi hijau digital Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *