Warren Buffett dan Transformasi Portofolio ke Era AI: Peluang Cuan Jangka Panjang
Cuaninsight – Selama puluhan tahun, Warren Buffett dikenal sebagai investor dengan filosofi investasi konservatif. Ia selalu berhati-hati terhadap saham teknologi—bahkan pernah menyebut dirinya “terlalu bodoh untuk mengerti teknologi.” Namun seiring perkembangan zaman dan dorongan dari tim investasinya di Berkshire Hathaway, arah portofolionya perlahan berubah. Kini, beberapa saham paling dominan yang dipegang Berkshire justru berasal dari perusahaan teknologi besar, terutama yang terlibat langsung dalam revolusi kecerdasan buatan (AI).
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena sektor AI diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global dalam dekade mendatang. Dari beragam kepemilikan Berkshire, ada tiga saham yang dianggap memiliki potensi besar dalam perkembangan AI, yakni Apple, Amazon, dan Alphabet (Google). Ketiganya bukan hanya pemimpin teknologi, tetapi juga berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan pertumbuhan masif AI dalam jangka panjang.
1. Apple — 22,69% dari Portofolio Berkshire Hathaway
Apple adalah posisi terbesar Berkshire, bahkan setelah beberapa kali dikurangi dalam dua tahun terakhir. Meski sempat dianggap tertinggal dalam kompetisi AI dibanding pesaing seperti Google dan Microsoft, Apple kini bergerak lebih agresif.
Seri terbaru iPhone 17 menjadi bukti nyata. Permintaan perangkat ini membludak, sebagian besar karena fitur-fitur AI yang kini menjadi sorotan utama. Teknologi AI generatif yang terintegrasi dalam kamera, keamanan, hingga perangkat lunak sistem menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengguna.
Produksi iPhone series terbaru pun sempat terkendala suplai akibat tingginya permintaan global. Analis menilai dua hingga tiga tahun ke depan akan menjadi periode “upgrade cycle” terbesar bagi Apple, terutama karena banyak pengguna iPhone lama mulai beralih ke perangkat berfitur AI.
BACA JUGA: 10 Saham Perusahaan AI Terbaik 2025: Peluang Cuan dari Teknologi Masa Depan
Selain perangkat keras, mesin cuan Apple justru berada di segmen services—yang mencakup iCloud, Apple Music, App Store, hingga Apple TV+. Dengan lebih dari 1 miliar pelanggan aktif, segmen ini memiliki margin keuntungan tinggi dan sangat stabil. Integrasi layanan berbasis AI juga diprediksi memperkuat ekosistem Apple dalam jangka panjang.
Bagi investor, kombinasi ekosistem kuat, inovasi produk berbasis AI, serta loyalitas pengguna menjadikan Apple salah satu saham teknologi paling solid dalam portofolio Berkshire.
2. Amazon — 0,82% dari Portofolio, tetapi Memiliki Peran AI Paling Strategis
Meski porsinya kecil di portofolio Berkshire, Amazon adalah salah satu pemain AI terbesar di dunia, terutama melalui layanan cloud mereka, Amazon Web Services (AWS).
AWS terus memperluas pengaruhnya lewat:
SageMaker, platform untuk membangun dan melatih model machine learning
Amazon Bedrock, layanan yang menyediakan akses ke berbagai model AI generatif terkemuka
Bedrock menjadi salah satu produk AI paling kompetitif di pasar, karena memungkinkan perusahaan memilih model AI terbaik dari banyak penyedia tanpa membangun infrastruktur sendiri.
Tak hanya itu, Amazon juga menggunakan AI secara agresif untuk mengoptimalkan operasi internal. Ribuan robot berbasis AI kini bekerja di gudang-gudang Amazon, mengatur rute barang, mengurangi waktu operasional, dan menekan biaya logistik.
Pertumbuhan kuat AWS dalam beberapa kuartal terakhir menunjukkan permintaan AI dan cloud terus meningkat. Bagi investor jangka panjang, posisi dominan Amazon di e-commerce dan cloud menjadikannya kandidat ideal untuk memanfaatkan booming AI global.

3. Alphabet (Google) — Pemimpin R&D AI Global
Meski tidak disebut secara detail dalam kutipan awal, Alphabet termasuk salah satu kepemilikan penting Berkshire Hathaway dan merupakan pusat inovasi AI dunia. Lewat Google DeepMind, Gemini, dan berbagai platform AI lainnya, Alphabet berada di garis depan pengembangan model AI generatif.
Google juga mengintegrasikan AI ke seluruh layanannya, mulai dari pencarian, Google Workspace, hingga Android. Dengan pendapatan iklan yang besar dan diversifikasi teknologi, Alphabet memiliki kemampuan investasi R&D yang hampir tak tertandingi.
Posisi stronghold Google di search engine—ditambah transformasi AI—dinilai berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Kesimpulan: Buffett dan AI — Era Baru Portofolio Berkshire
Meski Warren Buffett dikenal anti-teknologi di masa lalu, portofolio Berkshire Hathaway kini menunjukkan arah berbeda. Tiga saham teknologi besar—Apple, Amazon, dan Alphabet—memberikan eksposur langsung terhadap pertumbuhan AI di masa depan.
Dengan kombinasi:
- Ekosistem super kuat (Apple)
- Dominasi cloud dan AI generatif (Amazon)
- Kepemimpinan riset AI global (Alphabet)
Portofolio Berkshire kini semakin relevan menghadapi era digital dan kecerdasan buatan. Bagi investor yang yakin akan masa depan AI, langkah Buffett ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa sektor ini layak diperhitungkan sebagai pilihan investasi jangka panjang.

