Transformasi Digital Makin Ngebut, PIDI 4.0 Jadi Andalan Kemenperin

Cuaninsight – Transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi industri nasional. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai motor utama percepatan digitalisasi sektor industri di Tanah Air. Hingga 2025, PIDI 4.0 mencatat berbagai capaian strategis yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing industri Indonesia.

Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Industri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa adopsi teknologi Industri 4.0 merupakan fondasi penting untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang kian kompetitif. Digitalisasi industri dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas produk nasional.

Menurut Agus, PIDI 4.0 dirancang sebagai pusat kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga mitra teknologi global. Tujuannya jelas: mempercepat implementasi teknologi digital agar industri Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing global.

Ribuan SDM Industri Diperkuat Kompetensinya

Sepanjang pelaksanaan program hingga 2025, PIDI 4.0 tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga serius membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Tercatat, sebanyak 498 peserta mengikuti berbagai seminar dan workshop, sementara 2.990 peserta telah terlibat dalam program pelatihan peningkatan kompetensi SDM industri.

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa depan, mulai dari penguasaan teknologi digital, otomatisasi, hingga pemahaman proses bisnis berbasis data. Penguatan SDM dinilai menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti pada adopsi teknologi semata, tetapi benar-benar diimplementasikan secara efektif.

Pendampingan Langsung untuk Perusahaan Nasional

Tidak berhenti pada pelatihan individu, PIDI 4.0 juga memberikan pendampingan transformasi Industri 4.0 kepada 13 perusahaan nasional. Pendampingan ini mencakup penyusunan roadmap transformasi digital yang terukur dan berkelanjutan, sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan SDM dan kematangan proses bisnis. Melalui PIDI 4.0, pendampingan dilakukan dari level operator hingga manajemen agar perubahan berjalan menyeluruh.

Tiga Pilar Utama Layanan PIDI 4.0

Dalam menjalankan perannya, PIDI 4.0 mengusung tiga pilar layanan utama. Pilar Showcase berfungsi sebagai etalase penerapan teknologi Industri 4.0 dari berbagai mitra. Melalui pilar ini, pelaku industri dapat melihat langsung contoh implementasi teknologi digital di sektor manufaktur dan industri terkait.

Selanjutnya, Pilar Capability berfokus pada pengembangan kompetensi SDM industri melalui pelatihan dan sertifikasi. Sementara itu, Pilar Delivery memberikan pendampingan penyusunan roadmap transformasi digital berbasis Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang menjadi standar nasional pengukuran kesiapan digital industri.

Dorong Inovasi Lewat AI dan 5G

PIDI 4.0 juga memperkuat inovasi teknologi melalui Pilar AI & Engineering. Pada 2025, pilar ini menghadirkan Hackathon 2025, sebuah kompetisi inovasi nasional yang mendorong pengembangan solusi industri berbasis 5G dan Artificial Intelligence (AI).

Selain itu, hadir pula Inovatech Recognition 2025 sebagai wadah applied research bagi institusi pendidikan dan peneliti. Program ini membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak langsung.

Kolaborasi Global Percepat Making Indonesia 4.0

Sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0, Kemenperin terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas negara. PIDI 4.0 bekerja sama dengan perusahaan global seperti Ericsson dan Qualcomm, serta Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk mempercepat industrial digitalization di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, talenta muda, startup, dan pengembang teknologi didorong menciptakan prototipe inovatif yang siap diterapkan di sektor industri. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi industri nasional agar mampu bersaing di pasar global dengan teknologi mutakhir dan SDM unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *