Saham-Saham Paling Cuan Awal Desember: Properti dan Teknologi Meroket 143%
Cuaninsight – Pergerakan pasar saham Indonesia pada pekan perdagangan 1–5 Desember 2025 kembali menyajikan kejutan. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik moderat, sejumlah saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan lonjakan harga fantastis. Beberapa di antaranya bahkan meroket lebih dari 100 persen hanya dalam hitungan hari.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa para top gainers pekan ini didominasi oleh emiten sektor properti, industri kimia, transportasi, dan teknologi. Fenomena ini memperkuat pola klasik bahwa saham-saham small caps kerap menjadi motor penggerak reli pendek akibat sentimen, aksi spekulatif, hingga potensi corporate action.
ROCK Jadi Jawaranya: Melonjak 143 Persen dalam Seminggu
Posisi puncak top gainers ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK). Saham yang biasanya bergerak dalam rentang tipis ini mendadak meledak 143,38 persen, naik dari Rp680 menjadi Rp1.655 per saham. Lonjakan ini menjadi yang terbesar selama pekan tersebut.
Meski tidak ada pengumuman korporasi besar yang dirilis ke publik, pelaku pasar menduga kenaikan agresif ROCK dipicu oleh rotasi investor ke saham properti berkapitalisasi kecil yang dinilai undervalued. Selain itu, pergerakan teknikalnya juga menunjukkan peningkatan volume signifikan.
TRON, TRUE, dan Deretan Small Caps Teknologi Ikut Terbang
Di posisi kedua ada PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) dengan kenaikan 89,29 persen, dari Rp84 menjadi Rp159. Emiten teknologi ini kerap menjadi target spekulasi karena volatilitasnya yang tinggi.
Mengikuti TRON, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) juga mencatatkan reli kuat 78,12 persen, menanjak dari Rp128 ke Rp228. Saham TRUE dikenal sebagai pemain properti yang likuid, sehingga kenaikan besar dalam waktu singkat bukan hal baru bagi investor ritel yang memburunya.
Pada level berikutnya, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) sukses melesat 72,59 persen. Lonjakan ini mendorong sektor transportasi dan layanan pembiayaan ikut menguat.
FPNI dan GTSI Jadi Sorotan Setelah Naik Lebih dari 68 Persen
Saham industri kimia, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), memperlihatkan performa impresif dengan kenaikan 72,13 persen. FPNI belakangan memang sering mendapat atensi investor terkait prospek industri petrokimia yang mulai membaik.
Menariknya, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) juga masuk daftar setelah melesat 68,35 persen. Kinerja BOAT, STAR, CITY, dan HOPE turut mewarnai daftar saham paling cuan pekan ini.
Deretan Saham Properti Ikut Bersinar
Lebih dari sepertiga daftar top gainers pekan ini berasal dari sektor properti:
- PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) naik 67,74 persen
- PT Natura City Developments Tbk (CITY) naik 64,44 persen
- PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) menguat 59,46 persen
Sektor properti yang rebound sejak akhir 2024 tampaknya mulai kembali menarik investor, terutama di saham-saham dengan valuasi rendah namun memiliki proyek aktif.
BOAT Tutup Daftar dengan Kenaikan Hampir 58 Persen
Melengkapi top 10, PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) membukukan kenaikan 57,81 persen menjadi Rp202 dari Rp128. Emiten ini bergerak di sektor jasa maritim dan logistik—sektor yang sejak kuartal III 2025 mencatatkan pemulihan bertahap.
IHSG Ikut Menguat, Namun Transaksi Harian Malah Turun
Di tengah reli saham-saham small caps, IHSG justru mencatat penguatan moderat 1,46 persen, naik ke level 8.632,761. Meskipun demikian, likuiditas pasar melemah:
- Rata-rata nilai transaksi turun 29,61 persen ke Rp21,34 triliun
- Volume perdagangan melemah 8,12 persen menjadi 46,39 miliar saham
Kondisi ini menunjukkan bahwa reli besar pekan ini lebih didorong oleh manuver di saham-saham murah ketimbang pergerakan pasar secara keseluruhan.
Top Gainers Pekan 1–5 Desember 2025 (Versi BEI)
- ROCK – naik 143,38%
- TRON – naik 89,29%
- TRUE – naik 78,12%
- IMJS – naik 72,59%
- FPNI – naik 72,13%
- GTSI – naik 68,35%
- STAR – naik 67,74%
- CITY – naik 64,44%
- HOPE – naik 59,46%
- BOAT – naik 57,81%
Dengan kenaikan fantastis ini, para trader momentum jelas mendapat cuan besar. Namun kenaikan tajam juga identik dengan risiko tinggi—perlu kewaspadaan sebelum terjun ke saham-saham serupa di pekan berikutnya.

