Proyek Gas Raksasa Masela Dikebut, Investasi Jepang Capai Rp339 Triliun

Cuaninsight – Pemerintah Indonesia kembali mendorong percepatan realisasi investasi besar di sektor energi nasional. Proyek gas raksasa di kawasan timur Indonesia yang telah lama tertunda kini menjadi fokus utama pemerintah untuk segera memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta perusahaan energi Jepang Inpex Corporation untuk mempercepat eksekusi proyek pengembangan gas Lapangan Abadi Blok Masela. Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$20 miliar atau setara sekitar Rp339 triliun, menjadikannya salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.

Dorongan tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan pertemuan dengan CEO Inpex Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang.

Pemerintah Kejar Keputusan Investasi Akhir (FID)

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia meminta agar proyek Masela segera memasuki tahap Final Investment Decision (FID) atau keputusan investasi akhir.

Menurut Bahlil, progres pengembangan proyek saat ini telah mencapai sekitar 25%, sehingga proses teknis berikutnya perlu dipercepat agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Pemerintah mendorong agar tahap Front End Engineering and Design (FEED) bisa dimajukan pada kuartal II 2026, atau paling lambat kuartal III tahun ini. Dengan percepatan tersebut, proses tender Engineering, Procurement, Construction (EPC) diharapkan dapat berjalan secara paralel.

Langkah ini dinilai penting untuk memangkas waktu pengembangan proyek yang selama ini dinilai terlalu panjang.

Pemerintah Siap Jadi Pembeli Gas

Untuk memastikan kelangsungan proyek, pemerintah juga menawarkan solusi strategis apabila pasokan gas dari Lapangan Abadi belum mendapatkan pembeli.

Bahlil menyatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dapat membeli produksi gas dari proyek tersebut.

Produksi gas Lapangan Abadi diperkirakan mencapai 9 juta ton per tahun (MTPA). Jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli yang serius, pemerintah siap mengambil peran sebagai pembeli utama.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian pasar sekaligus mempercepat realisasi proyek yang telah tertunda selama puluhan tahun.

Selain untuk ekspor, pasokan gas dari proyek ini juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung program hilirisasi energi dan industri dalam negeri.

Komitmen Inpex Realisasikan Proyek Masela

Menanggapi dorongan pemerintah Indonesia, CEO Inpex Takayuki Ueda menyampaikan bahwa seluruh jajaran manajemen perusahaan memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan proyek Blok Masela.

Saat ini, perusahaan melalui anak usaha Inpex Masela Ltd memegang 65% hak partisipasi (Participating Interest/PI) di proyek tersebut.

Sementara itu, sisa saham proyek dimiliki oleh:

PT Pertamina Hulu Energi melalui PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20%

Petronas sebesar 15%

Sebelumnya, saham tersebut sempat dimiliki oleh Shell, namun perusahaan energi global tersebut memutuskan untuk keluar dari proyek pada 2023.

Salah Satu Cadangan Gas Terbesar Indonesia

Proyek Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan salah satu proyek gas laut dalam terbesar di Indonesia.

Lokasinya berada sekitar 160 kilometer dari Pulau Yamdena di Laut Arafura, dengan kedalaman laut mencapai 400 hingga 800 meter.

Cadangan gas di wilayah ini diperkirakan mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF), menjadikannya salah satu sumber energi strategis bagi masa depan ketahanan energi nasional.

Perizinan Proyek Mulai Rampung

Dari sisi administratif, sejumlah proses perizinan penting juga telah berhasil diselesaikan.

Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk proyek ini telah mendapatkan persetujuan pada 13 Februari 2026. Selain itu, persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia juga telah diterbitkan pada Januari 2026.

Dengan rampungnya sejumlah izin utama tersebut, pemerintah berharap proyek gas raksasa ini dapat segera memasuki tahap konstruksi dan mulai memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *