OJK: Pembiayaan Mobil Bekas dan Mobil Listrik Diproyeksi Tetap Tumbuh di 2026

Cuaninsight – Industri multifinance masih menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Hingga November 2025, penyaluran pembiayaan mobil bekas tercatat tumbuh positif, sementara segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terus memperlihatkan potensi besar sebagai motor pertumbuhan baru.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren ini akan berlanjut pada 2026, seiring penyesuaian strategi perusahaan pembiayaan, dukungan regulasi, serta perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Pembiayaan Mobil Bekas Tembus Rp 87,46 Triliun

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa nilai pembiayaan mobil bekas di industri multifinance mencapai Rp 87,46 triliun per November 2025.

Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan bekas, yang dinilai lebih terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh kehati-hatian.

Menurut Agusman, pembiayaan mobil bekas diperkirakan akan tetap resilien atau relatif kuat pada 2026. Stabilitas harga, ketersediaan unit, serta fleksibilitas tenor pembiayaan menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik segmen ini di mata konsumen.

Mobil Baru Tetap Berpeluang Tumbuh

Meski mobil bekas menjadi andalan, OJK menilai pembiayaan mobil baru masih memiliki peluang untuk kembali mencatatkan pertumbuhan tahun depan. Sejumlah perusahaan multifinance mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka, baik dari sisi produk, skema pembiayaan, hingga kerja sama dengan dealer dan pabrikan.

“Peluang pertumbuhan pembiayaan mobil industri multifinance tetap terbuka pada 2026, didukung paket regulasi, pengembangan segmen kendaraan, serta inovasi produk,” ujar Agusman.

Inovasi tersebut mencakup pembiayaan berbasis digital, proses persetujuan yang lebih cepat, hingga program bunga ringan untuk segmen tertentu, termasuk kendaraan ramah lingkungan.

Kinerja Industri Multifinance Masih Stabil

Secara keseluruhan, OJK mencatat total pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 506,82 triliun per November 2025, atau tumbuh 1,09% secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat cukup signifikan, yakni 8,99% YoY. Hal ini menunjukkan bahwa sektor usaha masih aktif memanfaatkan pembiayaan untuk menjaga operasional dan ekspansi.

Dari sisi risiko, kualitas pembiayaan juga terjaga. Tingkat Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,44%, membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,47%. Angka ini mencerminkan manajemen risiko perusahaan pembiayaan yang relatif terkendali.

Pembiayaan Mobil Listrik Terus Meningkat

Selain mobil bekas, segmen kendaraan listrik menjadi perhatian khusus OJK. Agusman memproyeksikan pembiayaan mobil listrik pada 2026 tetap menunjukkan tren positif.

Pendorong utamanya antara lain:

  • meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan,
  • kebijakan pemerintah yang mendukung elektrifikasi kendaraan,
  • serta semakin banyaknya merek dan model mobil listrik di pasar domestik.

OJK mencatat, hingga Oktober 2025, total pembiayaan mobil listrik yang disalurkan industri multifinance mencapai Rp 17,64 triliun, tumbuh 2,70% secara bulanan (month to month/mtm).

Insentif Berakhir, Permintaan Diprediksi Tetap Tinggi

Pemerintah telah memutuskan untuk tidak memperpanjang insentif kendaraan listrik utuh atau completely built-up (CBU) pada 2026. Program tersebut hanya berlaku hingga Desember 2025.

Meski demikian, OJK optimistis keputusan tersebut tidak akan menghambat pertumbuhan pembiayaan EV secara signifikan. Justru, menjelang berakhirnya insentif, permintaan kendaraan listrik diperkirakan meningkat.

“Permintaan kendaraan listrik berpotensi naik menjelang akhir periode insentif. Hal ini dapat mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik hingga akhir 2025,” jelas Agusman.

Bagi perusahaan multifinance, momentum ini menjadi peluang untuk memperluas portofolio pembiayaan EV sekaligus mengedukasi pasar mengenai manfaat jangka panjang kendaraan listrik, baik dari sisi efisiensi biaya operasional maupun dampak lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *