Nippon Indosari Bagikan Dividen Rp80 per Saham, Ini Detailnya

CuaninsightKeputusan strategis diambil oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) terbaru. Emiten produsen roti ternama ini resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp450 miliar untuk tahun buku 2025.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Dengan pembagian dividen tersebut, ROTI menunjukkan komitmen dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

Dividen Rp80 per Saham, Yield Tembus 10%

Berdasarkan hasil RUPST, nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp80,04 per saham. Jika mengacu pada harga penutupan saham di level Rp745 pada awal April 2026, maka dividend yield yang dihasilkan mencapai sekitar 10,7%.

Angka ini tergolong menarik, terutama bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dari saham sektor konsumsi. Dividen tinggi juga mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas yang sehat di tengah tekanan ekonomi.

Kinerja 2025: Pendapatan Turun, Efisiensi Tetap Terjaga

Sepanjang tahun 2025, ROTI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,76 triliun. Angka ini mengalami penurunan sekitar 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,93 triliun.

Meski demikian, perusahaan berhasil menjaga efisiensi operasional. Beban pokok penjualan tercatat turun sekitar 1,2%, sementara beban usaha relatif stabil di kisaran Rp1,71 triliun.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari produk roti tawar dan roti manis, yang menjadi core business perusahaan selama ini.

Enam Pilar Bisnis Jadi Fondasi Pertumbuhan

Dalam paparan kepada pemegang saham, manajemen ROTI menegaskan fokus pada enam unit bisnis utama sebagai pendorong pertumbuhan berkelanjutan, yaitu:

Sari Roti
Sari Kue
Sari Choco
Indosari Food Solutions
Distribusi
Ritel (growth beyond bread)

Strategi ini menunjukkan upaya diversifikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen produk sekaligus membuka peluang pasar baru.

Ekspansi ke Pakan Ternak, Maksimalkan Limbah Produksi

Salah satu langkah menarik yang disetujui dalam RUPST adalah rencana ekspansi ke bisnis pakan ternak. Perseroan akan memanfaatkan limbah roti sebagai bahan baku untuk industri ransum makanan hewan.

Langkah ini akan dilakukan melalui penambahan kegiatan usaha dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 10801, yang mencakup industri pakan ternak.

Strategi ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan efisiensi dengan mengoptimalkan produk yang tidak terjual.

Prospek ROTI, Layak Dilirik Investor?

Dengan kombinasi dividen tinggi, efisiensi operasional, dan ekspansi bisnis baru, ROTI menunjukkan prospek yang cukup menarik ke depan.

Meski pendapatan sempat mengalami penurunan, fundamental perusahaan masih tergolong solid dengan pertumbuhan jangka panjang yang konsisten, tercermin dari CAGR sekitar 12,9% sejak 2010 hingga 2025.

Bagi investor, saham ROTI bisa menjadi opsi menarik, baik untuk strategi income investing melalui dividen maupun potensi pertumbuhan dari ekspansi bisnis.

Namun, tetap penting untuk mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *