Maucash Tutup Usai Disuntik Rp300 Miliar, Ini Alasan Pinjol Astra Angkat Kaki
Cuaninsight – Platform pinjaman online (pinjol) Maucash resmi menghentikan seluruh layanannya pada awal 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan salah satu fintech lending yang didukung oleh nama besar, yakni PT Astra International Tbk. (ASII) dan perusahaan teknologi finansial global WeLab.
Meski sempat mendapatkan suntikan dana hingga Rp300 miliar dan mencatat kinerja yang relatif solid, Maucash memilih mengembalikan izin usaha dan menghentikan operasionalnya sesuai ketentuan regulator. Langkah ini menjadi sorotan karena mencerminkan perubahan lanskap industri pinjol di Indonesia yang semakin ketat dan selektif.
Resmi Mengembalikan Izin Usaha ke OJK
PT Astra Welab Digital Arta, selaku pengelola Maucash, mengumumkan penghentian seluruh kegiatan pendanaan berbasis teknologi informasi. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pemenuhan Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui pengembalian izin usaha Maucash melalui surat No. S-40/D.06/2025 tertanggal 17 Desember 2025. Persetujuan tersebut diberikan atas permohonan pencabutan izin usaha yang diajukan secara sukarela oleh manajemen perusahaan.
Dengan persetujuan itu, seluruh aktivitas pendanaan melalui sistem elektronik Maucash dinyatakan resmi dihentikan. Pihak-pihak yang berkepentingan diberi waktu hingga 31 Januari 2026 untuk menghubungi perusahaan melalui email resmi guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait proses penutupan.
Profil Singkat Maucash dan Model Bisnisnya
Didirikan pada 2018, Maucash hadir sebagai platform pinjaman digital yang menyasar konsumen ritel sekaligus menawarkan solusi pembiayaan berbasis teknologi untuk segmen korporasi. Perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Astra dan WeLab, dua entitas besar dengan pengalaman panjang di sektor otomotif dan fintech global.

Dalam operasionalnya, Maucash tidak hanya menyalurkan pinjaman langsung ke konsumen, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) serta PT Cerita Teknologi Indonesia melalui produk Restock. Selain itu, Maucash juga menjalin kemitraan dengan sejumlah bank melalui skema channeling kredit.
Disuntik Rp300 Miliar, Namun Tetap Tutup
Salah satu fakta yang cukup menyita perhatian adalah besarnya dukungan modal yang pernah diterima Maucash. Platform ini dilaporkan memperoleh suntikan dana hingga Rp300 miliar, yang digunakan untuk memperkuat permodalan, teknologi, serta ekspansi penyaluran pembiayaan.
Bahkan, hingga sepanjang 2024, Maucash masih mencatat pertumbuhan pencairan dana sebesar 19% secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan bahwa dari sisi bisnis, Maucash masih memiliki daya tarik, terutama di segmen pembiayaan produktif.
Industri Pinjol Masih Bertumbuh, Risiko Tetap Jadi Tantangan
Menariknya, penutupan Maucash terjadi di tengah kondisi industri pinjaman online yang sebenarnya masih menunjukkan tren positif. Data OJK mencatat bahwa per Desember 2024, outstanding pembiayaan fintech lending tumbuh 29,14%, jauh di atas pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 16,67%.
Selain itu, kualitas pembiayaan industri juga membaik. Rasio Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) turun menjadi 2,60%, dibandingkan 2,93% pada 2023. Bahkan, Maucash berhasil menjaga TWP90 di level sangat rendah, yakni 0,12%, mencerminkan manajemen risiko yang relatif baik.
Namun, pengetatan regulasi dan kebutuhan kepatuhan yang semakin kompleks membuat tidak semua pemain memilih untuk bertahan.
Sinyal Konsolidasi Fintech Lending
Keputusan Maucash mengembalikan izin usaha dapat dibaca sebagai bagian dari fase konsolidasi industri fintech lending. Regulasi baru mendorong pemain untuk memiliki struktur permodalan, tata kelola, dan manajemen risiko yang semakin kuat.
Bagi investor dan pelaku pasar, penutupan Maucash menjadi pengingat bahwa nama besar dan dukungan modal tidak selalu menjamin keberlanjutan bisnis, terutama di sektor yang sangat diatur oleh regulator.
Kesimpulan
Penutupan Maucash menandai berakhirnya satu bab dalam perjalanan fintech pinjol Indonesia. Meski didukung Astra dan WeLab, disuntik dana ratusan miliar, serta mencatat kinerja yang relatif sehat, perubahan regulasi menjadi faktor penentu keputusan bisnis.
Ke depan, industri pinjaman online diperkirakan akan diisi oleh pemain yang lebih selektif, kuat secara modal, dan fokus pada pembiayaan berkualitas. Bagi konsumen dan investor, dinamika ini menjadi pelajaran penting dalam membaca arah perkembangan sektor keuangan digital.

