King MU Terus Menang, Saham Manchester United Siap Meroket?
Cuaninsight –Performa Manchester United (MU) di awal 2026 menjadi sorotan, bukan hanya di lapangan hijau, tetapi juga di pasar modal global. Rentetan hasil positif yang diraih tim berjuluk Setan Merah di Liga Inggris ikut mendorong optimisme investor terhadap saham Manchester United yang diperdagangkan di Bursa New York.
Sejak awal 2026, MU tampil impresif dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun di kompetisi Liga Inggris. Momentum ini menjadi angin segar bagi klub yang sempat melewati periode panjang inkonsistensi pasca-kepergian Sir Alex Ferguson.
Kebangkitan MU Bersama Michael Carrick
Musim 2025/2026 menjadi titik balik bagi Manchester United. Di bawah arahan manajer baru Michael Carrick, yang merupakan mantan gelandang andalan klub, MU mulai menunjukkan identitas permainan yang lebih solid dan efektif.
Hasil positif tidak hanya diraih saat melawan tim papan tengah, tetapi juga dalam laga-laga besar yang sarat gengsi. MU berhasil menumbangkan rival sekota Manchester City serta mencuri kemenangan dramatis atas Arsenal di Emirates Stadium.
Berikut hasil tiga laga terakhir MU di Liga Inggris:
- Manchester United 2-0 Manchester City
- Arsenal 2-3 Manchester United
- Manchester United 3-2 Fulham
Rangkaian kemenangan tersebut membuat MU belum terkalahkan sejak ditangani Carrick. Posisi klub di klasemen pun merangkak naik hingga zona empat besar, membuka peluang kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Manchester United: Klub Sepak Bola Sekaligus Entitas Bisnis
Berbeda dengan mayoritas klub Inggris lainnya, Manchester United bukan sekadar institusi olahraga. MU telah bertransformasi menjadi perusahaan global yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode MANU.
Manchester United melantai di bursa pada 10 Agustus 2012 dengan harga IPO sebesar US$14 per lembar saham. Sejak saat itu, pergerakan saham MU kerap dipengaruhi oleh kombinasi performa di lapangan, kondisi keuangan, serta sentimen pasar global.
Pergerakan Saham MANU Awal 2026
Seiring membaiknya performa tim, harga saham Manchester United juga menunjukkan tren positif. Hingga penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), saham MANU tercatat menguat 8,92% secara year-to-date (ytd).
Saham MU dibuka pada level US$15,78 di awal tahun dan naik ke kisaran US$17,34 per lembar. Jika ditarik lebih panjang sejak IPO pada 2012, harga saham MU telah terapresiasi sekitar 23,86% dalam 14 tahun terakhir.
Meski kenaikannya tergolong moderat dibandingkan saham teknologi, pergerakan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap nilai merek dan prospek jangka panjang Manchester United.
Kinerja Keuangan: Pendapatan Tumbuh, Laba Masih Tantangan
Dari sisi fundamental, laporan keuangan Manchester United tahun buku 2025 (berakhir 30 Juni) mencatatkan pendapatan sebesar £666,51 juta, setara sekitar Rp15,26 triliun.
Dalam enam tahun terakhir sejak 2020, pendapatan MU menunjukkan tren naik dengan CAGR sekitar 5,54%. Ini menandakan kemampuan klub menjaga arus pendapatan dari berbagai sumber, mulai dari hak siar, komersial, sponsor, hingga penjualan tiket.
Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum berbanding lurus dengan profitabilitas. MU masih membukukan kerugian bersih tahunan, terutama akibat tingginya beban gaji pemain, biaya operasional, dan belanja transfer.

Prospek Saham MU ke Depan
Meski masih mencatat rugi bersih, harga saham MU relatif stabil dan cenderung menguat. Hal ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebangkitan jangka panjang klub, baik dari sisi prestasi maupun bisnis.
Jika momentum kemenangan mampu dijaga, MU berpeluang kembali ke Liga Champions, yang berarti tambahan pendapatan signifikan dari hak siar, sponsor, dan peningkatan exposure global. Apabila dibarengi dengan pengendalian biaya yang lebih disiplin, peluang kembali mencetak laba bersih semakin terbuka.
Bagi investor, saham Manchester United saat ini lebih mencerminkan nilai brand dan potensi masa depan, bukan sekadar laporan laba rugi tahunan. Dan jika performa di lapangan terus konsisten, bukan tidak mungkin harga saham MANU akan kembali mencatatkan reli yang lebih agresif.

