Istana Resmi Umumkan Bahlil Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional 2026–2029
Cuaninsight – Istana Kepresidenan secara resmi mengumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) untuk periode 2026–2029. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Penunjukan ini menempatkan Bahlil sebagai figur kunci dalam perumusan dan koordinasi kebijakan energi nasional di tengah agenda besar transisi energi, penguatan ketahanan energi, serta optimalisasi sumber daya domestik.
Struktur Kepemimpinan Baru Dewan Energi Nasional
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa secara struktur, Dewan Energi Nasional diketuai langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Dewan Energi Nasional ini diketuai oleh Bapak Presiden, dengan kemudian dibantu Ketua Harian adalah menteri yang membidangi urusan energi,” ujar Prasetyo.
Dengan demikian, susunan pimpinan DEN periode 2026–2029 adalah:
- Ketua: Presiden Prabowo Subianto
- Wakil Ketua: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
- Ketua Harian: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Posisi Ketua Harian memiliki peran strategis karena memimpin koordinasi operasional antar kementerian serta pemangku kepentingan sektor energi.

Fokus Kebijakan: Energi Terbarukan dan Ketahanan Nasional
Pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan energi nasional ke depan akan menitikberatkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), sejalan dengan potensi geografis Indonesia.
Menurut Prasetyo, Indonesia memiliki keunggulan besar di sektor energi surya karena berada di garis khatulistiwa.
“Bagaimana kita memikirkan energi baru terbarukan, bagaimana kemudian kita juga berpikir untuk beralih ke sumber-sumber energi yang lain,” jelasnya.
Selain EBT, Presiden Prabowo juga telah menetapkan target jangka pendek yang menjadi mandat utama DEN, antara lain:
- Meningkatkan lifting minyak nasional
- Memperkuat ketahanan energi dalam negeri
- Mendorong peralihan konsumsi energi ke biofuel dan biosolar
- Mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil
Agenda tersebut menjadi penting mengingat sektor energi membutuhkan waktu panjang untuk menyeimbangkan antara produksi domestik, kebutuhan industri, dan konsumsi masyarakat.
Komposisi Anggota DEN dari Unsur Pemerintah
Selain Bahlil sebagai Ketua Harian, Dewan Energi Nasional juga diisi tujuh menteri lain dari unsur pemerintah, yaitu:
- Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri PPN/Kepala Bappenas: Rachmat Pambudy
- Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi
- Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
- Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Brian Yuliarto
- Menteri Lingkungan Hidup: Hanif Faisol Nurofiq
Komposisi lintas sektor ini mencerminkan bahwa kebijakan energi nasional tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan fiskal, industri, transportasi, pangan, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Unsur Pemangku Kepentingan: Akademisi hingga Konsumen
Dari unsur pemangku kepentingan non-pemerintah, DEN diisi oleh delapan anggota yang berasal dari berbagai latar belakang:
Akademisi:
- Johni Jonatan Numberi
- Mohammad Fadhil Hasan
Industri:
- Satya Widya Yudha
- Sripeni Inten Cahyani
Konsumen:
- Muhammad Kholid Syeirazi
- Surono
Kehadiran unsur ini diharapkan memperkuat kualitas kebijakan agar tidak hanya pro-produksi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan dan kepentingan publik.
Peran Strategis Bahlil di Tengah Transisi Energi
Sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia berada pada posisi strategis dalam mengawal:
- Implementasi kebijakan transisi energi
- Investasi sektor energi terbarukan
- Reformasi tata kelola migas dan pertambangan
- Harmonisasi kepentingan pemerintah pusat, daerah, dan swasta
Bagi pasar dan pelaku industri, kepemimpinan Bahlil di DEN dinilai dapat mempercepat konsistensi regulasi dan memperjelas arah kebijakan energi jangka menengah hingga panjang.
Kesimpulan
Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional periode 2026–2029 menandai babak baru dalam tata kelola energi Indonesia. Dengan struktur yang dipimpin langsung Presiden dan didukung lintas kementerian serta pemangku kepentingan, DEN diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor energi menuju sistem yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Di tengah tantangan global, fluktuasi harga energi, dan tuntutan transisi hijau, peran DEN menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan energi jangka panjang.

