Industri P2P Lending Makin Selektif, Adapundi Siap Tancap Gas di 2026
Cuaninsight – Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, industri fintech lending atau peer-to-peer (P2P) lending diperkirakan masih memiliki prospek cerah pada tahun 2026. Tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini.
Salah satu pelaku industri, PT Info Tekno Siaga (Adapundi), menyampaikan optimisme terhadap peluang bisnis ke depan. Perusahaan menilai bahwa permintaan pembiayaan, khususnya dari segmen ritel dan produktif, masih akan tetap kuat.
Permintaan Pembiayaan Jadi Motor Utama
Direktur Utama Adapundi, Achmad Indrawan, menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh lembaga keuangan konvensional membuka ruang besar bagi fintech lending.
Hal ini menjadikan industri P2P lending tetap relevan sebagai alternatif pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan berbasis teknologi. Dengan penetrasi digital yang terus meningkat, akses terhadap layanan keuangan juga semakin luas.
Perkuat Manajemen Risiko dan Teknologi
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Adapundi terus memperkuat fondasi bisnisnya, khususnya di sektor manajemen risiko dan teknologi. Pengalaman hampir delapan tahun beroperasi menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.
Perusahaan mengandalkan sistem berbasis data dan teknologi yang terus diperbarui guna memastikan penyaluran pembiayaan lebih tepat sasaran. Langkah ini juga menjadi strategi untuk menjaga kualitas portofolio pinjaman tetap sehat.
Menurut Achmad Indrawan, penguatan kapabilitas teknologi menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan.
Seleksi Ketat untuk Jaga Kualitas Pembiayaan
Dalam menjaga kualitas pembiayaan, Adapundi menerapkan proses seleksi berbasis analisis data dan credit scoring yang adaptif terhadap perubahan pasar.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Penyesuaian pembiayaan berdasarkan profil risiko pengguna
Proses underwriting yang lebih matang
Strategi collection yang proaktif dan sesuai regulasi
Selain itu, perusahaan juga berfokus pada peningkatan kualitas nasabah eksisting melalui pendekatan yang lebih terukur.
Dorong Disiplin Pembayaran Nasabah
Tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, Adapundi juga mendorong terciptanya perilaku keuangan yang sehat di kalangan penggunanya. Salah satu caranya adalah melalui program insentif bagi borrower yang disiplin dalam melakukan pembayaran.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menekan risiko kredit sekaligus membangun ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan.
Berdasarkan data perusahaan, tingkat risiko kredit macet atau TWP90 Adapundi tercatat sangat rendah, yakni hanya sekitar 0,16%. Angka ini mencerminkan kualitas portofolio yang terjaga dengan baik.
Industri Makin Kompetitif, Tapi Peluang Tetap Terbuka
Meski prospek fintech lending masih positif, industri ini juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persaingan yang semakin ketat serta regulasi yang terus berkembang menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif.
Namun, dengan strategi yang tepat, penguatan teknologi, serta manajemen risiko yang solid, peluang pertumbuhan tetap terbuka lebar.
Adapundi optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memanfaatkan momentum positif di industri fintech lending pada 2026.

